Seorang pemuda sedang berjalan melewati barisan bangunan. Di sebuah tikungan dia berpapasan dengan seorang pemudi. Bertatapan sejenak. Kemudian berjalan kembali. Sang pemuda mencoba mengingat-ingat. Rasanya dia kenal dengan pemudi tersebut. Ah… rasanya kenal. Dia berhenti dan berbalik arah.
Di tikungan dia hampir menabrak pemudi yang sama, yang juga berbalik arah.
co: Duh. Maaf. [hampir menabrak]
ce: Tidak apa-apa.
co: Maaf, apakah kamu Ani?
ce: Bukan (sambil menggelengkan kepala)
co: Andini?…
ce masih menggelengkan kepala
co: Rini?…
ce: Bukan
… [terdiam] …
ce: Apa kamu Roni?
co: Bukan (sambil menggelengkan kepala)
ce: Deni?…
co menggelengkan kepala
ce: Tomi?…
co: Bukan
… [terdiam] …
co: Hmm… kayaknya kita belum pernah kenal ya?
ce mengangguk sambil tersenyum.
co: Ya sudah kalau begitu. Maaf ya.
ce: Tidak apa-apa.
Keduanya kemudian berbalik arah dan meneruskan perjalanan mereka. Sang pemuda menuju tempat parkir motornya. Dikenakannya helm. Ada sebuah tulisan di helmnya, “Deni S.”
Di sebuah tempat lain, di belakang sebuah counter coffee shop, sang pemudi mengenakan apron. Disematkannya sebuah name tag yang bertuliskan “Andini S.”.
ckckck.. knapa ga mo ngakuin nama sendiri, sih??
=P
Sebuah deja vu … Menarik pak ceritanya, bikin penasaran bagaimana ya kira2 lanjutannya?
Mungkin helm si cowok itu pinjeman, dan si cewek salah pake name tag….
early guess:
si co pinjem Helmnya Deni S.
si ce pake name tag punya orang laen :p
seru!
setelah dekat mereka baru inget kalo saling punya hutang.
jadi lebih aman kalo ngaku gak kenal
karena malu akhirnya si cowok ikutan triknya si cewek,hahahaha
hehehe,…
jd ingat masa muda dulu sekali…
He he. Mereka cuma bercanda kok. Cerita itu masih ada sambungannya, yakni mereka berdua ketawa cekikikan di tempat masing-masing. Aku juga pernah bercanda seperti itu
kayaknya dulu pacarnya tuh. trus dah putus. trus pura2 saling gak kenal. hehe..
hihiiiiii
Kadang orang emang takut mengakui eksistensinya ya????
wakakak..
)
kek nya masing masing punya hutang jadi ga mau ngaku
Heheeee, ayo ngaku kalo utang….
Kenapa ya kok sebagian besar komentar terkait dengan hutang?
apakah mereka akan bertemu lagi?? mungkin kita harus menunggu..
Ngomong-omong, cerpen yg dlu mana Pak?
Ga diterusin ya?
welehweleh… kalau setelah ‘pura-pura’ tidak mengaku identitas masing2 itu dilanjutkan dgn misalnya ‘wah, kalau gitu boleh dong kenalan’ ceritanya bakalan lain, tuh. hoho.
(^_^)v
eh, bentar. kenapa nama belakang keduanya berawalan dgn huruf S? apakah mereka semarga? apakah mereka bersaudara? atau jangan2 malah suami-istri?
Salam
kayaknya dua2nya kena amnesia yah he..he..
“Kenapa ya kok sebagian besar komentar terkait dengan hutang?”
— kayaknya klo pada punya utang, pada gitu semua pak tingkah lakunya, pura2 lupa
).
piss v(^_^)v
walah.. kenapa gak saling sebut nama sih ? :-/