kenapa kamu buat perusahaan internet?
supaya internet gratis di rumahkenapa buka usaha webhosting?
supaya punya web sendiri yang gratis dan bisa diutak atikkenapa punya [sebuah layanan blog indonesia]?
ya untuk mainan saja
Demikianlah jawaban dari beberapa pendiri perusahaan yang berbasis teknologi informasi yang saya kenal. Lucu ya. Alasan untuk duit semata tidak muncul!
Mungkin alasan di atas bukan karena para pendiri itu memiliki idealisme, tetapi karena memang masih sulit membuat perusahaan IT yang menguntungkan? Hi hi hi. Betul! Ini bukan isapan jempol. Di Indonesia ini masih sulit membuat perusahaan IT yang untung besar dan bisa membuat Anda kaya raya. Umumnya perusahaan IT itu struggling atau hanya cukup untuk hidup sehari-hari.
Eh, tapi ini jangan membuat Anda menjadi takut atau urung mendirikan perusahaan IT ya…
Yang ngetrend sekarang pak, kalau mau untung dan dapat duit gede, jadi Wakil Rakyat
Wah pak, alasan pertama itu alasan saya dan temen2 bikin warnet Cyber Penguin (alm) di Dago…hehe
yah..memang begitulah pak..perusahaan IT di negara Indonesia ini
masa depan begitu cerah,
Orang Indonesia kaya akan ide.. tapi untuk mewujudkan ide itu yang sulit pak..
Hmm.. Mungkin belum Pak..
Infrastruktur jaringan internet diIndonesia juga belum merata dan belum menjadi sesuatu yang umum..
Mungkin nanti, kalau internet bukan barang asing bagi sebagian besar penduduk Indonesia baru perusahaan2 IT menjamur.. Bisa2 malah berbentuk UKM2.. hehehe.. Amin..
Hmm, saya pernah baca-baca tentang pembuatan perusahaan IT di Indonesia (termasuk artikel yang pernah anda buat
), menarik memang, jadi ingin buka perusahaan IT juga (pengen punya tim R&D sediri):D, kira-kira nyari modal awalnya gimana yah? kalo nyari dari distributor ubuntu bisa ngak yah
… *kaburrr*
Pemunculan Google awalnya juga bukan untuk cari untung. Tapi sekarang…bukan main. Mungkin ini nature dari perusahaan IT. Pada awal berdiri tidak boleh berinisiatif untuk langsung untung besar. Tapi lebih pada niat untuk membuat inovasi.
“Umumnya perusahaan IT itu struggling atau hanya cukup untuk hidup sehari-hari”
malah kadang (sering) kita yg menghidupi perusahaan IT kita sendiri –pengalaman pribadi– n_n
yoi… untung bukan dari finansial, tapi dari banyaknya teman
Rezeki kan bukan hanya dinilai dari uang Pak
hehehe
kalo mau kaya buka bisnis palu gada, apa loe mau gue ada, jualan n partnering sama software2 and hardware enterprise, coba aja liat semua persh IT vendor palu gada di Indo ( kebanyakan founder nya bukan orang IT ? ), yang developer gede paling Jatis doang. Service provider? cuma dongeng…
vendor/developer opensource juga pada nangis darah…
gimana yach nasibnya sigma? balicamp ? .com-ers?
hu3x. Padahal dulu masuk IT krn pingin kaya raya, berlimpah duit. Hi3x.
Tetap semangat!!!!! Haik!!!!
gak kaya pak.
cuman cukup lahhh
cukup beli mobil
cukup beli rumah
cukup beli sendal jepit
dan masih banyak cukup lalinnya. asal mau dan mau aja…udah cukup..
banyak orang pintar tapi gak tau menjualnya itu masalahnya
yah kalo mank uda cinta mati ama IT pastinya uda ga mikirin duit lagi untuk buat sesuatu pak. Hehe.. saya juga mau deh, suatu hari nanti nemuin satu kerjaan yang nggak bikin saya terlalu mikirin duit, tp cukup seneng hanya dengan mencapai tujuan awal. =)
Kebanyakan perusahaan IT di Indonesia tidak fokus, tidak spesialisasi. Kebanyakan mereka hanya mengandalkan “proyekan”.
Contoh spesialisasi yg saya maksud seperti ini: Perusahaan IT -> hanya memberikan solusi web based application –> hanya aplikasi web content –> content webnya ttg ecommerce –> ecommercenya hanya jualan produk Alat Tulis Kantor utk corporate –> produk ATK disediakan oleh suplier yg bekerjasama dgn mrk (jd mrk tetap sbg perusahaan IT bukan toko ATK) –> marketnya hanya corporate –> corporatenya hanya d Indonesia.
Jadi produknya/servicenya tajam/medalam, marketnya juga tajam (tidak melebar). Saya yakin dgn demikian perusahaan IT tsb bisa memberikan produk/service yg sangat baik.
Tinggal masalahnya pemilihan produk/service yg diberikan dan market yg dipilih.
Bagaimana dgn Idocisc atau Insan milik bapak? Bisa share konsep/strateginya?
Apa karena perusahaan IT Indonesia belum menjadikan pasar LN sebagai ladamg ya Pak? Dalam artian, kalo dapat proyek di LN ya syukur, kalau ndak ya nggak apa-apa..piye iki Pak?
menarik dan menggelitik
http://kotasubang.wordpress.com
alasan yang sederhana tapi ngena^^
Kalau nggak bikin perusahaan IT, bikin group BAND IT saja ya kang BR ?
Pak Budi, ini semua terjadi pada diri saya, hehe…
Tahun 2000 saya bikin http://www.situs.web.id sebagai situs direktori, dasarnya iseng aja, siapa tahu popular dan bisa dijual, tapi ternyata gagal…
Waktu yang sama berusaha untuk bikin warnet, sudah cari tempat, cari pemodal, dengan tujuan supaya punya akses internet unlimited, tapi ternyata gagal juga…
Trus bikin http://www.layarkata.com, sebagai situs komunitas film dan televisi, ini sehubungan dengan hobi dan tujuan hidup dengan harapan bisa masuk ke industri film dan televisi Indonesia. Yang ini berhasil.
Waktu yang hampir sama, juga bikin webhosting http://www.telaga.net yang sekarang kliennya semakin berkurang hehe, alhasil nombok terus tiap bulan. Tapi untungnya penghasilan yang sekarang cukup untuk nutupin semua pengeluaran bulanan dari kerjaan di televisi.
Pengennya sih, punya datacenter, sewa space di Gedung Cyber, tapi modalnya belon cukup hahaha… Dasarnya karena emang suka komputer (IT), padahal untuk menjadikannya sebah bisnis yang sehat belum tahu.
Sekarang cukup dipuasin dulu dengan dengan dua desktop di rumah, satu di set sebagai HTPC (Home Theater PC), satu lagi dengan dual monitor untuk nulis skrip sambil monitor running trade saham, beberapa laptop, bikin hotspot di rumah JKT (fastnet) dan SMG (speedy unlimited). Pengennya bikin server, tapi pas dipikir fungsinya nggak ada (untuk pemakaian rumahan), jadinya batal.
Kesimpulannya, untuk komputer dan internet (IT), meskipun tidak begitu menghasilkan, tapi asal bisa bikin hati senang dan puas saja, hehe…
Jadi gimana atuh, bisnis IT yang sehat? Apa kabarnya Bandung Hi Tech Valley??? Masih adakah yang berharap???
Mau diapa lagi, memang sudah jadi hoby, duit mungkin masalah kedua, yang penting hati senang spt yang dibilang mas Yanto.
Jadi inget ma BG (microxxxx) & SJ (apxxx), mereka bener-bener inspirasi yang bagus untuk orang IT di dunia ini, untuk yg di Indonesia contohnya ya, BR, hehe.
emang sih seneng kalo kerja sesuai kesukaan…untuk temen2 nih ..tak pikir kalo usaha nda berhasil tuh salah satunya karena terlalu “mengekor” dari usaha2 yang sudah ada…masuknye kurang creative gitu ..hehehehe..ini medan bung…eh salah… INI INDONESIA BUNG !!!
saya akan tetap berusaha dengan perusahaan IT yang hendak saya kembangkan.
walopun masih tersendat sendat.
:p
http://xinix-technology.com
Mulanya dari iseng yang digeluti akan jadi perusahaan gede, Jadi tetep semangat para pengusaha IT indonesia. Saya juga akan menyusul loh……
buat perusahaan IT itu modalnya selain dengkul dan nekat, apalagi ya Pak..?
mirip tapi tidak sama
begitulah alasan istriku mendirikan TK,
biar anak-anak dapat TK yang baik, bermutu tinggi, nggak jauh dari rumah dan murah
ternyata mendirikan TK memang gampang-gampang sulit, tetapi yang lebih sulit adalah memelihara TK itu sendiri
“membangun lebih mudah daripada memelihara!”
begitulah kira-kira
silahkan simak kisahnya di
http://eshape.blogspot.com/2007/12/tk-kita-nurul-azizi.html
salam
Alasan yang sama dengan pekerja lajang pada perusahaan-perusahaan tersebut ya pak,
apa dengan demikian perusahaan berfikir mudah (semu) mencari sdmnya ?
Wah, saya malah mulai berpikir mau bikin perusahaan IT!
Gimana dong???
wa.. barangkali perusahaan IT di Indonesia tidak punya produk/jasa yang mendatangkan untung besar kali ya?
kalo Pak BR sendiri, alasannya apa Pak bikin perush. IT?
lagian jadi pemusik aja Pak kalo bosen di IT
Memang apa yang membedakan perusahaan IT di Indonesia dengan yang di luar negri pak ? Apa mungkin SDM dan infrastrukturnya ya atau mungkin ada faktor yg lainnya.
ya….. gitu deh….. setuju sekali, pengalaman nih…….. mo ku tulis ah di blog….. tapi aku baru belajar, mohon dukungannya yah…………
Mungkin karena penggunanya yang belum terlalu banyak bila dibandingkan dng luar, jadi prush IT belum bisa memperoleh profit
kenapa kamu buat perusahaan internet?
supaya internet gratis di rumah
kenapa buka usaha webhosting?
supaya punya web sendiri yang gratis dan bisa diutak atik
kenapa punya [sebuah layanan blog indonesia]?
ya untuk mainan saja
kenapa masih suka membuat situs pribadi?
ya, supaya bisa dipasang adsense, dan dengan begitu bisa dapat duit dengan meng-KLIK saja
Dear Pak Budi,
Selama lebih dari 7 tahun saya njalanin perusahaan IT, emang seperti itu. Tetapi alhamdulillah, tetep ada-aja. Jadi inget ceramahnya ustadz pas taraweh, iman itu kadang-naik kadang turun. Kayaknya perusahaan IT juga kayak gitu, kadang naik kadang turun juga.
Sy sepakat dengan temen2 di atas bahwa kata kuncinya harus fokus, jangan sampai bikin perusahaan yang palugada. Setelah 6 tahun kami lewati dengan palugada, dan nggerjain project-project pemerintah, ternyata effort yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasilnya, bahkan perusahaan rugi yang cukup besar (karena harus ngasih kick back, dll). Maka kemudian saya putuskan untuk fokus. Fokus di software development. Hasilnya alhamdulillah salah satu product kami di pakai di beberapa Negara.
Selain itu, sekecil apapun network kita (baik di dalam maupun di luar negeri) harus di manfaatkan. Bukankah keberhasilan India dan China di bidang IT karena mereka mampu mengoptimalkan networknya.
Jangan mundur bikin IT Company, be focussed and get your success
wass
Kalau tidak punya produk/service IT yang innovative apalagi tidak punya resource (SDM, uang), network/relasi lebih baik jangan bikin perusahaan IT. Di Indonesia mendingan bikin perusahaan agrobisnis atau pariwisata.
mmh.. kemarin ini baru ke salah satu perusahaan content provider (itu lo yang reg ###)… profit setaunnya… ampun deh gede banget….
mungkin bisa jadi salah satu alternatif tuh.. walaupun perusahaan itu sedikit harus dipertanyakan kontribusinya ke kemajuan moralitas bangsa.. hehehehe
Maaf kalau mungkin saya agak ngelantur, tapi bagaimana dengan robotika Pak? sepertinya Indonesia memiliki SDM yang berpotensi dalam hal ini. Idenya mungkin membuat OS untuk robot yang user friendly. Biarkan LN menciptakan hardwarenya, kita menciptakan OS nya. Siapa tahu suatu saat nanti robot – robot rumah tangga dijual bebas seperti PC atau Laptop.
di silicon valley, beberapa pelopor perusahaan IT kaya raya karena perusahaannya dibeli venture capitalist. mungkin dengan krisis sekarang agak jeblok kali yah.
di sini dari mulai perusahaan IT idup, megap2, sampe mati pun gak ada yg peduli. paling cuma koar2 di blog … kekekekekkekkkk
perusahaan IT.. selalu invest-invest dan invest