Tidak Tahukah Kau (5)

Di sebuah sore hari terjadi sebuah percakapan telepon.

jek: … halo. sar?
sar: ya jek?
jek: gua mau tanya. boleh gak gua punya sahabat lain selain elu?
sar: kenapa lu tanya itu?
jek: pengen nanya aja
sar: ce atau co?
jek: emang ada bedanya?
sar: ya iya lah
jek: misalnya ce?
sar: gak boleh!
jek: kok gak boleh?
sar: ya suka-suka gua kan jawabannya. lu nanya, gua jawab
jek: kalau co?
sar: boleh

terdiam sebentar

jek: emang yang bikin gak boleh itu kenapa?
sar: lu mau tau kenapa?
jek: ya iya lah

sar: (menarik nafas sebentar) gini. kalau lu punya sahabat, berarti lu harus percaya sama dia. nah kalau lu udah trust dia, gua merasa gak dibutuhin. gitu. itu menurut pendapat gua loh. lu boleh main gila dengan ce lain, asal lu gak kasih trust ke dia. jangan jadiin dia sahabat lu.
jek: oo. bener juga ya (sambil garuk-garuk kepala)
sar: ya iya lah
jek: tapi ada banyak orang yang punya banyak sahabat
sar: iya sih. ya gue mungkin gak kayak orang lain
jek: iya, lu sih agak gila
sar: sialan lu!

ketawa bersama

sar: (deg-degan bertanya) emang lu mau punya sahabat lain?
jek: nggak sih. pengen tau aja
sar: awas aja!
jek: ha ha ha… udah ah
sar: ok

jek tidak jadi membalas sms dari seorang. calon sahabat? dia sudah lama bersahabat dengan sar dan dia tidak ingin merusak persahabatan mereka. hmm…

[Seri tidak tahukah kau: 18, 171615141312, 1110987654321]

About these ads

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

6 Tanggapan to “Tidak Tahukah Kau (5)”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.083 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: