Kupandangi hujan dari balik jendela kamarku
… kelabu
… rasa sendu mulai merambat
… merasuk ke dalam diriku
Ah, berhenti kau sendu!
Kubuka baju hangat dan kaos kaki
… yang memberikan kehangatan semu
… hanya t-shirt dan celana training yang melekat di badan
… (lebih minim dari itu akan terkena sensor)
Berlari ku keluar
… menyambut hujan
… muka tengadah
… kujulurkan lidah
… menyambut derai air hujan
… yang menyapu rasa sendu
Rasa hangat
… cinta Allah
… mulai mengalir
… merasuk ke dalam jiwa dan raga
… menyajikan senyum di bibirku
Ya Allah, terima kasih atas kelabuMu.
Selamat datang, kelabu
[sedih dan senang adalah state of mind!
semoga engkau tak lagi bersedih, wahai diri.
bandung, 8 november 2008]
Nice poem Pak.. **kebetulan suasananya lagi pas** hikhik..
[...] 8, 2008 oleh hutriest Hujan-hujan, malam minggu, baca puisinya Pak BR berjudul Selamat Datang, Kelabu, kok pas banget.. semuanya yang tadinya kelabu, sekarang [...]
Amien..
a well description of what i’m feeling right now
komen dulu baru baca
Ahh hujan…ditunggu dan ditakutkan.
Telah lama tanah menunggumu, bau hujan membuat hati nyaman, tapi juga menimbulkan kesenduan…mengingat seseorang yang jauh disana…
Hujan petir menakutkan, merontokkan modem internet, dan membuat tak bisa digunakan sampai berhari-hari kemudian…
ke lab yuk…
semangat!
ternyata bukan hanya aku yang bersyukur atas kelabu,
mang bener yach…..
kalo g ada kelabu maka yang terang tak kan kelihatan..
~_^
disinih jugax hujan terus…
kadang cerah merekah, kadang awan mengelabu, itulah hidup, saatnya ada sabar dan syukur..
salam kenal
puisi yg mantab banget, pak. ternyata pak br puitis jg.
(^_^)v