Dengan agak malu-malu, saya harus akui bahwa prediksi saya (10 tahun yang lalu) bahwa ebooks (buku digital) akan mendominasi buku konvensional ternyata belum terjadi juga. Silahkan baca di sini:
http://mytechblogs.com/budirahardjo/2009/01/07/mana-teknologi-buku-elektronik/
Eh, tapi ini merupakan bukti bahwa … the experts are always wrong! Jadi jangan pedulikan prediksi-prediksi orang. hi hi hi.
Trus masih ada yang salah lagi nggak prediksinya Pak Budi?
Dugaan bahwa email ataupun aplikasi workflow itu akan menghemat kertas ternyata juga harus diragukan. Boss saya dulu selalu minta emailnya dibuatkan print-out katanya buat arsip. Hihihi…
Jadi ya nggak ada salahnya bikin prediksi, dan nggak ada yang salah dengan prediksi yang salah. Katanya Prof Dali S Naga, memang ilmu itu ada unsur spekulasinya kok…
Versi elektronik itu gunanya hanya utk mempercepat diseminasi informasi utk membentuk awareness ke sebuah kalangan. Lebih mirip Newsflash.
Kalau informasi nya sudah sampai ke kalangan tadi, rata2 orang2 di dalam kalangan itu harus menyerap informasi tadi dalam format yang nyaman. Saat ini megang buku O’Reilly yg asli itu memang masih tetep yg paling marem
Menurut saya, suatu saat ebook akan mengalahkan dominasi buku kovensional apabila setiap orang telah mempunyai notebook (minimal netbook) yang mana semua orang sudah menyadari betapa praktisnya membawa notebook/netbook daripada buku.
Akan lebih meringankan beban kita karena tidak perlu berat-berat membawa buku dalam jumlah banyak.
rakyat indonesia mesti diajari berhi tech dulu kalo gitu
kalau di indonesia pengguna internet belum sedasyat di luar negeri….kalau nanti sudah seperti minimal seperti di singapore….maka sharing e-book menjadi kebutuhan pokok……
tapi kalau gw sih lebih senengan baca buku
Entah mengapa saya lebih suka dan lebih nyaman membaca di buku dibandingkan dengan di monitor.
Sepertinya memang agak sulit untuk benar2 menggantikan bentuk buku kedalam bentuk e-book..tapi ga tau deh kedepan nanti bagaimana, intinya kan membaca
Bagi orang seperti saya, tetap aja di print (paling 1 hal dijadikan dua), karena baca langsung dari kompie bikin mata lelah. Apalagi tiap hari sudah berkutat dengan tulisan yang kecil-kecil…
Bahkan yang dikirm via emailpun, diprint dulu untuk dipelajari…agak konyol memang, tapi rasanya masih banyak yang seperti saya. Mungkin 5 tahun atau 10 tahun lagi?
tapi saya udah pake sekarang pak….buat memperkenalkan semua cerita saya ke temen-temen..setiap postingan saya selalu ta jadiin E-Book
kadang emang baca di layar monitor bikin mata cepet pedes
Bikin e-books distro aja pak di storage yang mobile. hehehe, nggak nyambung yah…
egak tahu dengan yang lain tapi kalau dalam hidup saya e-book telah menggantikan buku kertas…..
dulu tahapan saya mencari buku adalah sbb:
Dunia Baru –> palasari –> gramedia/elvira —> kinokunya –> amazon.
sekarang menjadi.
http://www.flazx.com –> gigapedia.org –> http://www.gutenberg.org –> Mobipocket.com –>http://ebookstore.sony.com/ –> my.safaribooksonline.com (dan ebook store lainnya)
saya mencari berdasarkan tingkat harga dari gratis—>bayar.
kecuali buku produksi pengarang negara berkembang dan miskin seperti Indonesia. saya egak peduli dengan hak intelektual, dan akan terus tidak peduli selama negara maju terus memeras dan merampok negara2 miskin dan berkembang.
untuk kenyamanan membaca saya juga melengkapi diri dengan berbagai software untuk convert ebook keformat2 yang cocok dengan selera dan device yang saya punya. untuk lebih lengkap join ke http://www.mobileread.com
format yang paling saya suka chm karena ini paling mudah dibaca diberbagai device yang saya punya. selain itu juga pdf, jdvu dan tentu saja txt.
device yang saya pake sekarang
Tablet PC, IBM dengan Extended batre. jadi bisa dipake baca sampai 9jam. IBM menurut saya paling bagus batre dan tabletnya….fujitsu, hp dan acer tidak bisa menandinginya. soalnya hanya IBM yang tablet pake wacom. kurang responsif.
Sony PRS-500, dari sisi kenyamanan baca paling oke, batrenya kalau dipake baca bisa sampai 10 harian. tapi sebenarnya batrenya dihitung berdasarkan berapa kali kita membuka/menampilkan halaman, sekali charge cukup untuk membuka 75.000 halaman. jadi cocok untuk baca novel dan buku yang bacanya sequential, tapi gak cocok untuk baca buku reference atau kamus.
terus untuk ditempat2 rame saya pake O2. cukup pake O2 tua beli second dari BEC, terus saya install chmreader (www.codeproject.com/KB/mobile/CHMReaderNet.aspx ), mobipocket reader, foxit pdf reader.
ada yang saya special dengan mobipocket reader, kita bisa beli kamus, terus bisa digunakan sambil baca, jadi kalau saya lagi baca buku terus ada kata yang saya tidak mengerti tinggal di click keluar deh definisi nya sesuai kamus yang kita punya. kebetulan saya bahasa inggrisnya pas2an jadi saya beli kamus oxford ($40) dan webster ($10).
sekarang mungkin +90% buku yang saya baca digital. dan ini sangat menghemat waktu, tenaga, dan biaya. kalau terpaksa harus beli, buku digital lebih murah 30-80%. terus egak usah mikirin shipping yang lama dan mahal (dari amazon 2 minggu- 2 bulan).
manfaat lain bagi saya yang kontraktor (pindah 2 kontrakan ) egak usah mikirin tempat, nyimpen buku dan pindahan.
buku egak usah dipinjemin (dan biasanya gak balik) tinggal copy, kecuali yang pake DRM tentunya.
terakhir dengan menggunakan buku digital kita ikut menyelamatkan lingkungan terutama di negara berkembang/miskin kaya indonesia. karena lebih dari 50% kayu yang digunakan untuk buku berasal dari negara miskin/berkembang dan didapatkan dengan cara ilegal (ilegal logging).