Kalkulator dan Belajar Matematika

Setelah ada kalkulator, apakah kita masih perlu belajar matematika seperti mencari akar dari sebuah bilangan?

Pertanyaan tersebut keluar dalam ujian yang diberikan kepada mahasiswa kami. Memang pelajaran matematika yang mendasar, seperti tambah-tambahan dan kali-kalian, penting. Tapi, apakah perlu sampai menghafal seperti dulu waktu saya kecil … di-drill:

2×1 = 2
2×2 = 4
2×3 = 6
… dst

Kan sudah ada kalkulator. Di handphone pun sudah ada kalkulator. Tinggal tekan angkanya saja kemudian akan keluar hasilnya. Belum lagi kita bisa menggunakan komputer untuk menghitung hal-hal yang lebih rumit.

Demikian pula untuk mencari akar sebuah bilangan. Apakah memang perlu kita kerjakan secara manual? Selain mungkin tidak teliti (salah) dia juga memboroskan waktu. Bukankah waktu yang terbuang tersebut bisa digunakan untuk mempelajari hal lain yang juga sama pentingnya (maksudnya bisa menambahkan ilmu yang lain atau mempelajari masalah matematika yang lebih dalam)? Mengapa kita tidak memanfaatkan teknologi yang sudah ada saat ini?

Contoh lain. Apakah ada yang masih menggunakan tabel log atau slide rule? Mungkin dengar istilah itu juga baru sekarang ya? ha ha ha.

Pertanyaan yang lebih jauh lagi, apakah (kemajuan) teknologi akan menghapuskan skill tertentu?

Bagaimana pendapat Anda?

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

39 responses to “Kalkulator dan Belajar Matematika

  • Dicky

    Cara bagaimana perhitungan dilakukan atau segala sesuatu dibuat sih menurut saya tetap perlu diketahui, meski pada aplikasinya boleh saja di ‘otomasi’ kan. Takutnya, nanti di generasi di belakang kita, akan muncul banyak ‘black box’ … :-)

    Analogi saya, meski Windows menyediakan banyak kemudahan di operating systems, orang tetap saja ingin mempelajari unix/linux untuk mengetahui bagaimana cara kerja kernel …

  • pebbie

    masih pak, waktu sd-smp saya dilarang menggunakan kalkulator untuk pelajaran matematika. ada sisi baiknya tidak menggunakan kalkulator dan menggunakan drilling. saya waktu sd dipaksa menulis perkalian 1-9 dengan cara menulis di kertas hingga hafal. karena bosan, jadinya bisa melihat pola angka untuk perkalian. selanjutnya jadi lebih mudah.

    memang sih, godaan untuk menggunakan kalkulator itu sangat besar. tapi sering yang saya alami dulu, menggunakan kalkulator itu justru jadi stress karena tangan tidak terlibat dalam proses mencari solusi (cuma tekan-tekan tombol saja) sehingga tidak bisa dirunut (pakai memori kinestesis :D). beda dengan kalau di-kotret di kertas pake pensil.. kalau salah jejak yang pernah ditulis terlihat jadinya bisa dirunut balik..

    tapi memang kalkulator (yang scientific) atau program komputer (excel/matlab) sangat membantu kalau berhadapan dengan formula yang makin rumit. tapi syaratnya memang, formulanya keliatan.. kalau pake kalkulator warung sih.. malah pusing sendiri.. :D

  • muhfirman

    pagi pak.
    menurut saya tetap perlu. sangat penting malah.

    kedisiplinan berlatih berhitung itu sangat elementer dan fundamental. itu akan mengasah pola kerja otak sehingga benar-benar luwes ‘menari’ ketika bertemu dengan berbagai persoalan numerik.

    bahkan lebih dari itu, drill itu akan mengasah intuisi numerik sang anak. persis seperti seorang anak yang sangat rajin mengaji menjadi sangat peka terhadap ayat-ayat alquran, atau seperti seorang anak yang sangat rajin berlatih menyanyi dengan partitur menjadi sangat peka terhadap perbedaan nada dan berbagai pola musik.

    dan saya sudah membuktikan sendiri pak! gara-gara jarang berlatih, dan lebih mengandalkan alat, terasa betul otak saya ini jadi bolot kalau urusannya sama angka. jauh beda dengan kalau otak ini berurusan dengan kata :)

    jadi, ada skill-skill tertentu yang harus tetap dilatih dan dikuasai karena sangat mendasar dalam membentuk pola pikir dan intuisi.

  • petra

    setuju sama #3

    otak harus dilatih mulai dari kecil ^_^

  • taryonoputranto

    Secara teori ya, mesti tetap dipelajari, secara praktis udah ndak perlulah. Toh kredo keilmuan adalah bisa diperdebatkan, kalo rumusan yang ada telah bisa digantikan ya, bisalah digantikan. Itu mengapa memasak tak lagi mesti butuh batu api, (1 juta tahun lalu ya), toh ada kompor gas, listrik malah. Namun toh, mempelajari tuk survival ndak percuma,
    salam.

  • dillah

    Saya penasaran dengan sistem pengajaran di luar negeri dalam soal ini.
    Saya belum pernah ke luar negeri(misal amrik), tapi berdasarkan film2 yang saya lihat kok tidak ada kisah anak2nya yang seperti kita(saya) dulu yang dengan susah payah menghafal perkalian, sampai kadang suka kena pukulan karena lupa :))

    Ada yang bs share???

  • Catshade

    Di-drill dengan cara menghapal mati itu juga sebenarnya tidak efektif… yang utama dulu adalah si anak ngerti konsep dan filosofi di balik ‘kali’, ‘bagi’, ‘akar’, atau ‘logaritma’.

  • Affan

    Kalau saya mikirnya, beberapa hal yang bisa kita hapalkan lebih baik dihapalkan. Toh kalkulator tidak selalu ada di depan kita ketika kita membutuhkan. Saya juga ngapalin urutan subnet IPv4 address, sehingga nggak perlu lagi pakai Subnet Calculator.

  • edratna

    Menurut saya yang penting belajar philosophynya…

    Saya mengalami hal sama dalam pelatihan, karena sekarang dengan komputer telah ada menghitung program spread sheet, serta hitung menghitung untuk mencari present value, peserta pelatihan males lagi mencarinya dengan kalkulator, karena dengan memencet tombol tertentu di laptop telah keluar hasilnya. Pada pelatihan sekarang, masing-masing peserta telah membawa laptop…..kemajuan memang. Bahkan mereka banyak yang tak punya kalkulator.

    Akhirnya pelatihan dibalik, semua data sudah ada, bisakah mereka membaca data tsb? Karena yang penting adalah memahami artinya, tapi ternyata inipun tak mudah….atau mesti gabungan ya.

    Betapapun, dalam ujian awal untuk mencari pekerjaan, tetap ada yang namanya general psychotest yang ada soal hitungan, termasuk menghitung akar dsb nya

  • CG

    kalkulator sama kayak phonebook.

    bikin orang “bego” jadi ga bisa ngehafalin no telfon :D

    jadi tetep harus bisa walaupun ga ada teknologi. that’s the minimum requirement :P

  • ddwijono

    di semester I Elektro diajarin mengenai tabung dan transistor nggak ?, kan sekarang udah pakai IC. Ini baru pertanyaan menarik. kalau matematik dasar (SD) ya perlu karena yang bukan cuma pengetahuannya saja tetapi juga konsep berpikirnya.

  • rani

    waktu SD dulu juga ngalamin disuruh ngalamin daftar perkalian. karena gak betah ngapalin, saya “cheat”, ketika disuruh maju saya bikin tambah2an di luar kepala (eh apa di dalam kepala ya?)

    7 x 1 = 7
    7 x 2 = (7 + 7) = 14
    dst…

    eh… udah lama baru ngeh bahwa itu justru konsep yang bener :D

  • waskita

    mencari akar dari sebuah bilangan kan diajarkan di kuliah Analisis Numerik. Untuk software tertentu perlu juga paham cara komputer melakukan perhitungan.

  • abasosay

    jadi ingat waktu dulu sd diajari yang namanya ‘mencongak’ (sekarang masih ada gak ya. waktu dulu kalkulator masih jadi barang mewah tuh.

    sepertinya yang penting logika hitungannya masuk pak.

  • rochmatsalim

    Ok, ikutan lagi

    menurut saya matematika itu bukan ilmu hitung, ia adalah bahasa simbol, yang kalau ditulis huruf semua ga ada buku yang muat.

    justru bagi yang pinter matematika alat seperti kalkukaltor malah lambat.

    ada pengalaman menarik ketika saya mau ndaftar kuliah, bagian keuangan yang nota bene sarjana ekonomi, menghitung biaya kuliah dengan kalkulator, padahal ada komputer on didepannya, kenapa ga pakai komputer aja sekalian (menurut saya lebih cepat)

    jadi kalau kita bisa menghayati matematika sebagai bahasa (ada yang berpendapat dia bukan ilmu) mungkin tidak ada guru matematika galak.

  • apiqquantum

    Perlu Bos!

    Jika hanya untuk mendapatkan hasil, memang mesin sudah cukup.

    Untuk mendapatkan makna dari perhitungan tersebut?
    Untuk membuat sebuah model pemecahan masalah yang berhubungan dengan perhitungan tersebut?
    Untuk melahirkan formula-formula baru?

    Itu semua yang sedang saya tekuni. Dan banyak saya tuliskan di blog saya.

    Terima kasih atas idenya. Mantap!!!

  • Dedy Kurniawan

    kalau tidak belajar matematika pasti ga ada kalkulator.
    Matematika menurut saya melatih berpikir sistematis, logis, abstrak….

  • Iffata

    Hihi, jadi tersindir. :D

    Saya sampai sekarang masih sering lama menghitung penjumlahan dan perkalian sederhana, Pak.
    Rasanya ada delay di otak.
    Menghitung dan membagi, ataupun mencari akar bilangan kuadratik, terasa lebih cepat daripada menjumlah dan mengali semacam 7×8 atau 8+9 sekalipun.

    Jadi, ya, masih sering harus memberdayakan kertas oretan atau kalkulator jika sedang banyak2 menjumlah/mengali. ;)

  • Iffata

    Ralat:
    Menghitung dan membagi –>> Mengurang dan membagi

  • Masih Perlukah Belajar Matematika? « APIQ: Matematika Kreatif Aritmetika Quantum

    [...] Rekan saya, Budi Rahardjo, telah memunculkan pertanyaan semacam itu sebelumnya. [...]

  • aypermana

    pendapat saya seh, klo semua diserahkan pada mesin n terjadi manipulasi / proses yang tidak benar pada mesin itu, penggunanya yang kurang hati2 n terlalu yakin akan kemampuan mesin ga akan tau klo hasilnya salah. jadi perhitungan manual masih harus dilakukan untuk mengecek kepastian dari mesin yang digunakan. Seperti film dokumenter yang judulnya “Hacking Democracy” yang menceritakan tentang mesin pemilu di AS yang ternyata bisa di manipulasi dan para penggunanya / pemilih tidak tahu sama sekali akan hal itu.

  • titin

    saat ini saya sedang alami kebingungan untuk mengajari anak saya yang TK B ttg perkalian. Konsep penjumlahan dan pengurangan sudah dia pahami. Perkalian sebenarnya adalah penjumlahan secara berulang, tapi ketika dipraktekkan si Anak TK B ini pusing karena tangannya tidak cukup. Konsep berhitung secara imajiner sulit untuk diterangkan. Akhirnya saya sampai cari buku untuk trik matematika spt jarimatika dan AHA Indonesia, tapi tetap aja sulit. Mungkin krn yang diajarin seharusnya masih kategori “bermain” blm saatnya “berhitung ” ya :) . Untungnya saya masih cukup sabar untuk tidak mengatasi ‘ketidakmengertiannya” dgn mengajari cara menggunakan kalkulator. Hahaha .. saya flashback kenapa saya cukup canggih berhitung ya ?? pdhl dulu kayaknya otodidak dan tiba tiba langsung bisa deh … tapi dulu perkalian 1 sd 10 harus hapal mati di kelas 3 SD !

  • rokhayanirochmat

    Salam Sejahtera. Maaf Titin, ada resep manjur dari

    kebingungan Mbak.

    Yaitu mengajarkan matematika dengan nyayian. Benar

    seperti komentar rochmatsalim, bahwa ia hanyalah

    simbol. Kalau kita mampu mengolah simbol menjadi

    bahasa lain yang menyenangkan maka, jangankan anak-

    anak, orang dewasapun yang mengalami delay di otak

    dalam operasi Bilangan Bulat sederhana akan tertarik,

    ikut bernyayi dan akhirnya memahami.

    Untuk jelasnya silakan kunjungi http://

    iancollege.wordpress.com

    Ada banyak syair lagu yang telah kami ciptakan atau

    gubah, tetapi masih belum cukup waktu untuk

    menuangkannya.

  • rokhayanirochmat

    Buat Pak Budhi, boleh ikutan bernyayi agar tidak

    ngantuk…

  • Sopandi Ahmad

    Kemampuan hitung-hitungan, ato orang2 ngomongnya aritmetika bukan hanya agar seseorang bisa berhitung. ada aspek lain yang penting, yaitu dengan seseorang bisa berhitung, pemikiran seseorang tersebut menjadi lebih sistematis dan kritis.
    dengan kalkulator, seseorang bisa menghitung bahwa
    6 x 8 = 48
    tetapi kalkulator tidak bisa memberikan jawaban ketika masalahnya adalah
    sebutkan dua bilangan yang hasil perkaliannya 48

  • rvdirza

    klo menurut saya itu pilihan pak..

    apakah berniat mengembangkan atau membuat sesuatu dari teknologi yang ada?

    atau

    apakah berniat untuk mengulik konsep berpikir secara matematis atau bentuk lainnya..?

    hehehe…the right man in the right place….hehehe

  • ade

    diskon 10% + 5% sama dengan diskon berapa % pak…
    tolong ajarin cara menggunakan kalkulator untuk menghitung itu…
    thx

  • iecha

    kalkulator itu adalah suatu media untuk berhitung dengan cara cepat ,,, :) :)

  • nurbayani

    sebenarnya kalkulator itu hanya sarana untuk mempercepat cara menghitung saja,,,
    namun menurut saya sebaiknya kalkulator itu tidak terlalu sering di pakai untuk menghitung,,, apalagi untuk para pelajar ,,,
    Karena usaha otak para pelajar itu tidak mau berfikir dan akan menjadi malas untuk berhitung,,,
    Wassalamualaikum…
    Trim’s :) :*

  • Carissa Noviana Annisa

    :)
    Menurut pendapat saya kalau semua hitungan di serahkan kepada kalkulator,,,
    maka akan terjadi kemalasan dalam menghitung ,,, :)
    Apalagi pada siswa/siswi ,,, :)

  • sc

    adaapa
    aku mah pingin belajar

  • Rian Yosuku

    Pak… Kok gk ada kalkulator matematik yang bisa ngitung hasil/jumlah aljabar????
    Saya minta donk..
    Aljabarnya susah2…
    ^^

  • Yanto

    Ya yang mudah atau istimewa tetap dihafalkan tanpa kalkulator. Tapi untuk yang sulit atau tidak istimewa baru boleh menggunakan kalkulator. Kalkulator yang penting jangan disalahgunakan.
    Untuk Rani seingat saya dalam resep dokter tertulis minum obat: 3 x 1 sehari artinya: 1 + 1 + 1 (pagi, siang, dan sore). jadi 3×1 = 1+1+1=3
    Maaf ya, hanya saling mengingatkan.

  • MATOR (matematika-kalkulator)

    Ass. wr. wb.
    Salam Kenal Bapak dari Tim Mator
    Terima kasih atas artikelnya tentang Kalkulator.

    Admin Mator

  • Muhammad Rivaldi

    betul betul betul. otak harus di asah dari kecil

  • Irpan

    Saya Irpan dari PT. Kasindo Graha Kencana (www.kasindo.co.id). saya tertarik dengan artikel yang Bapak buat di atas yang membahas tentang kalkulator. dan kami bermaksud ingin menggunakan jasa Bapak untuk menuliskan artikel tentang kalkulator casio, seperti artikel tentang kalkulator yang ada dalam blog Bapak
    Saya juga ingin menanyakan cara atau syarat jika saya ingin dibuatkan artikel tentang kalkulator casio dan di Post didalam Blog Bapak, tujuan kami adalah untuk membantu para siswa/siswi yang dimana proses belajarnya akan menggunakan kalkulator agar lebih efisien dalam pengerjaan soal-soal atau tugas-tugas yang diberikan khususnya pengerjaannya diperbolehkan menggunakan kalkulator dan kami pun bermaksud untuk memberikan informasi secara terperinci kepada siswa/I ataupun mahasiswa/I yang menggunakan kalkulator casio. Kami akan menunggu informasi lebih lanjut dari Bapak. agar kita dapat menjalin hubungan kerjasama dengan baik.
    Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

    Best regards,
    Irpan,
    Promosi Web & Social Media

    Telp : (021) 666 753 01 – 04 (ext : 111)
    Fax : (021) 666 753 05
    Email : csr@kasindo.co.id

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.900 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: