Kemarin saya mendapat email dari seorang kawan saya, Jeff Dickson, yaitu kawan ketika saya bersekolah di Kanada dulu. Dia memberitahu bahwa sobat saya, David C. Blight telah meninggal. Saya terkejut. Langsung saya hubungi kawan-kawan dan supervisor saya di Kanada dahulu, dan memang Dave telah meninggal tanggal 21 Februari 2009 karena kanker.
Saya mengenal Dave Blight untuk waktu yang cukup lama, mungkin mendekati 8 atau bahkan 10 tahun. Saya mengenal Dave karena kami sama-sama memiliki supervisor PhD yang sama, Bob McLeod. Ya, kami kawan seperjuangan dan sependeritaan. (Namanya program PhD itu biasanya penuh dengan penderitaan. hi hi hi.) Saya dan Dave juga memiliki kecintaan yang sama terhadap komputer (lebih tepatnya UNIX) dan programming.
Dave adalah seorang nerd tulen. Dia bisa menghabiskan berjam-jam duduk di depan komputer koding C atau perl. Banyak malam hari yang kami habiskan di kampus. Saya duduk di kantor saya (membaca paper atau ngulik komputer), sementara Dave juga duduk di kantornya yang hanya berjarak belasan meter dari ruang saya di gedung engineering. Begitu menemukan sesuatu yang menarik, dia akan mengirimkan email ke saya dan juga sebaliknya. Kami juga menjadi post doc di lab penelitian yang sama (TRLabs). Kami lulus hampir bersamaan.
Ada kejadian lucu. Waktu itu saya bekerja di computer services, sebagai UNIX support. Dave kerja di EE network (saya juga voluntir di sana). Suatu ketika saya dipanggil bos saya dan ditanya tentang Dave. Kenapa? Ternyata dia buat program yang menguji mainframe di tempat saya, cracking. hi hi hi. Saya bilang Dave orang baik-baik kok. Kami juga sempat membuat program yang mengeksploitasi berbagai kelemahan sistem UNIX saat itu, seperti misalnya menambahkan entry di berkas “.xhost” orang sehingga layar orang bisa kami ambil alih (dan kami balik layarnya atau dibuat seperti “meleleh” gambarnya). Dave orangnya pendiam. Jadi kami berbicara dengan koding. he he he.

[Dave Blight (kiri) dan Bob McLeod (kanan) di kantor Dave ketika di Palm, California.]
Setelah lulus, saya kembali ke Indonesia sementara dia menjadi dosen di kampus saya. Tak lama kemudian dia hijrah ke Silicon Valley untuk kerja di Fujitsu Labs of Amerika. Bahkan saya sempat memberikan presentasi di FLA. Tahun berikutnya lagi ketika saya ke Silicon Valley lagi, dia bekerja di Palm. Saya mampir ke kantornya dan sempat dihubungkan dengan orang-orang di sana yang menawarkan pekerjaan ke saya. hi hi hi. Malamnya saya mampir ke rumahnya untuk makan malam bersama keluarganya. Ya, dia salah seorang kawanku!
Yeah, I miss you, Dave. Have a good trip, buddy! May you rest in peace.
Obituary.