Convoluted

Convoluted

Begitulah yang ada di kepala saya. Campur aduk. Gak tahu juga apa kata convoluted itu kata yang tepat untuk merepresentasikan apa yang ada. Pokoknya ita kata yang pertama nongol, saya ambil saja. Mohon dipersori.

Hamster yang ada di kepala ini berlari kencang, memutar roda kreativitas bagaikan tong setan. Repotnya, ide menjadi lari dan meloncat ke sana ke mari tanpa ada aturan. Misalnya rumus matematik dicampur dengan sphagheti, rangkaian digital dicampur teori ekonomi, rangkaian analog dicampur dengan politik, musik dicampur gambar (yang ini masuk akal ya – hi hi hi), programming dicampur coklat. Pokoknya pakepuk dan gak masuk akal. Bagaimana menjelaskan ini ya?

Maaf, saya jangan ditertawakan atau bahkan disingkirkan :(

Is this a sign of a mad man? D@rn…
Should I take a more structured or logical thinking?

Jadi teringat lirik lagu “Blackest Eyes” dari Porcupine Tree

I got wiring loose inside my head
I got books that I never ever read
I got secrets in my garden shed
I got a scar where all my urges bled

Kayak ada kabel yang lepas di kepala saya ketika saya mulai berpikir serius … hi hi hi (atau hik hik hik?).

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Tampilkan semua tulisan oleh Budi Rahardjo

7 Tanggapan to “Convoluted”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 650 pengikut lainnya.