Saya sering berkomunikasi dengan mahasiswa saya dengan menggunakan SMS. Kebetulan mahasiswa saya sopan-sopan sehingga saya tidak keberatan. Namun saya melihat ada beberapa kolega saya yang keberatan berkomunikasi dengan menggunakan SMS. Pertanyaannya:
Sopankah berkumunikasi dengan atasan (dan sejenisnya) dengan menggunakan SMS?
Saya lihat undangan-undangan juga sudah disebar menggunakan SMS. Nah lho…


Februari 27th, 2009 at 7:46 am
Klo sudah sepakat segala jenis komunikasi untuk memudahkan hidup kita, kenapa tidak …
Februari 27th, 2009 at 8:05 am
Kalau menurut saya, sebaiknya dilihat dari sifat pesan yang akan disampaikan. Kalau resmi, seperti misalnya undangan, tentu saja akan jauh lebih baik jika menggunakan metoda selain SMS. Tetapi untuk kegiatan perkuliahan, saya rasa tidak ada masalah asalkan masih dalam batas-batas kewajaran.
Februari 27th, 2009 at 8:10 am
Teknologi ada untuk memudahkan kehidupan manusia (begitu filosofinya kalau ga salah ingat). sekaitan dengan SMS, pertanyaan yang muncul, mungkin, adalah “Apakah teknologi tersebut sudah cukup murah untuk digunakan?”. Yang lainnya, “Tujuan awal pengembangan teknologi SMS sebenarnya untuk apa?”.
Sopan-santun adalah persepsi kita terhadap norma-norma yang kita anut. Bisa berbeda tergantung situasi dan kondisi.
Menurut saya sih, sebenarnya yang paling penting adalah konsensus awal antara dosen dan mahasiswa, ataupun berusaha memahami “keumuman” yang berlaku sekaitan SMS. Ya, sama-sama tahu diri lah. Hehehe…
Apa jadinya kalau kita mengirim SMS dengan is berupa narasi sebuah surat. Misal, pakai pembukaan Assalamu’alaikum…. Dengan hormat,….
Tapi memang, saya juga kadang BeTe ketika menerima SMS yang isinya susah saya pahami. Misal, Ap kbr P? G sbk?… Walah, kacau deh kalau sudah begini.
Februari 27th, 2009 at 8:17 am
kalau menurut saya cukup sopan Pak. karena sifat sms yang tidak connection-based seperti pada e-mail sehingga tidak menuntut penerima untuk segera merespon (bandingkan dengan telpon yang memang ‘menodong’ waktu). yang membuat sms menjadi tidak sopan adalah ketika isi sms secara implisit atau eksplisit meminta penerima untuk segera membalas sms tersebut atau menggunakan gaya bahasa yang imperatif.
selain hal di atas, saya pikir sopan atau tidaknya sms tergantung dari gaya penulisan. kalau memang tujuannya formal (misal ke orang yang dihormati atau secara resmi) seperti undangan atau pemberitahuan resmi maka bahasa yang digunakan sebaiknya yang baku dan tidak disingkat.
Februari 27th, 2009 at 8:18 am
Tergantung bahasa SMS-nya pak. Tapi menurut saya sih sopan-sopan saja kok, kenapa engga? Orang yg bilang pake SMS ga sopan terlalu gila hormat tuh pak.
Februari 27th, 2009 at 8:20 am
salam pak,
menurut saya, sopan atau tidak nya bukan dari sms nya.. tapi, dari pilihan kata yang digunakan..
berbicara langsung, via surat atau apapun medianya, bisa dikatakan tidak sopan bila pilihan katanya tidak tepat..
Trims pak Budi,
BSp
Februari 27th, 2009 at 8:24 am
MENGGUNAKAN SMS ITU SOPAN-SOPAN SAJA MENURUT SAYA. SELAMA ISINYA TIDAK MEMAKSA ATAU MERAYU YANG SALAH SASARAN.
Februari 27th, 2009 at 8:31 am
ah sah sah saja … adat kesopanan kan juga harus mengikuti trend teknologi pak
Februari 27th, 2009 at 8:35 am
Dosen temannya saya tidak suka kalau mahasiswanya menelpon langsung. Karena ada kemungkinan ketika ditelpon sang dosen sedang sibuk. Kalau sms kan bisa dijawab nanti.
Februari 27th, 2009 at 9:19 am
ada peraturan baru, saat kuliah kalo ada bunyi sms atau telpon didenda Rp. 100.000,- pak Hermawan K. Dipojono.
hi hi hi
Februari 27th, 2009 at 9:22 am
mnrt sy menggnkn sms sh2 sj, asl cr nlsnya tdk spt ini
Februari 27th, 2009 at 9:34 am
Si ibu dosen antrop yang baik itu malh menyarankan sms saja ga usah telpon nanti dia yang telpon balik. Baik sekali ibu itu mewarisi kebaikan ayahnya yang santun (alm prof otto).
Februari 27th, 2009 at 10:01 am
Kuncunya ada di cara penyampaian isi sms. Selama sopan dan sesuai batas yg ada semua pihak baik yang pro maupun kontra pasti akan mentolerir, apalagi jika isinya penting
Februari 27th, 2009 at 10:16 am
asal kata-kata yang diketik di smsnya sopan, rasanya gak masalah. kadang malah ijin gak masuk kantor, saya cuma pake sms ke bos langsung atau kolega lain.
begitu juga bos, kalo ada apa-apa sering sms.
Februari 27th, 2009 at 10:59 am
Dosen saya ada yang kayak gitu pak, dia ndak mau nerima sms dari mahasiswanya.
Katanya ndak sopan, besoknya pasti di marah-marahin habis kirim sms…
Februari 27th, 2009 at 12:06 pm
Selama ngetik sms-nya pakai jari tangan -apalagi pakai tangan kanan- saya rasa masih sopan
Februari 27th, 2009 at 1:06 pm
KlSyShGmnBgsxAj.KlMmgPkSmsBsHmt&TptSsrn,MgknLbhBaik. SlmTdkMrskKaidahBhs&TtKspnan.GaKayakGini.MusinginBacanya.
Februari 27th, 2009 at 1:46 pm
lha skrg malah komunikasi pake fesbuk…
Februari 27th, 2009 at 2:33 pm
Berhubung lebih murah, saya biasanya mencoba telpon langsung dulu. Kalau tidak bisa dihubungi, baru sms.
Februari 27th, 2009 at 2:42 pm
Sangat TIDAK SOPAN!! Dosen kok ndak tau tatacara yang benar bagaimana.
Tata Cara Menyampaikan Pesan yang Benar :
1. Ketika menghadap atasan kedua tangan diletakkan di depan seperti posisi FREE KICK.
2. Kepala setengah tegak dengan arah mata kebawah.
3. Mulailah dengan suara halus : “Maaf bapak/ibu, saya ingin…….” sambil mesem-mesem.
4. Posisi duduk kedua tangan di jepit diantara paha.
5. Senyum terus, selalu mengangguk2kan kepala sambil berguman “Iyaa Bapak…” “Iyaa Ibu…”.
Februari 27th, 2009 at 2:43 pm
menurut saya masih sopan asal sms itu ditujukan untuk rekan seangkatan atau seumuran, tetapi untuk orang yang lebih tua pasti akan terasa “kurang” sopan.
Februari 27th, 2009 at 3:41 pm
menurut saya, gapapa sih..
tapi, kalo bisa yaa.. telepon lah.. yang dikontak pastinya lebih berasa dihargai kan..
Februari 27th, 2009 at 4:03 pm
pake sms akan tidak sopan jika dikirim hari senen diterima hari rabu (klo providernya kaya yg lagi dipergunjingkan orang dlm minggu-minggu ini)
Februari 27th, 2009 at 5:01 pm
Di kampus saya di Jakarta dosen-dosen, mahasiswa-dosen di sarankan menggunakan berbagai fasilitas teknologi (SMS, messenger dsb). Bahkan kerja sama dg salah satu provider sehingga memungkinkan komunikasi antar dosen-mahasiswa melalui provider tersebut (misal sms, atau telfon) menjadi murah alias mendekati nol bila dilakukan di lingkungan kampus.
Kalau antar staf (sampai bu rektor) sih sudah biasa koordinasi via email/sms/chatting. Biar cepat dan efisien
Februari 27th, 2009 at 5:36 pm
sopan pak… terlebih jika yang dihubungi super sibuk… misalnya rapat atau menguji jelas2 telepon tidak akan diangkat… dengan sms pesan sampai di hp yang dituju…
Februari 27th, 2009 at 7:36 pm
kalau aku ma dosenku sms-an kok pa bimbingan skripsi. dosennya minta di sms, ya enak juga sich gag habisin pulsa.
emang dosen demikian dosen yang pengertian ma mahasiswanya….
Februari 27th, 2009 at 8:18 pm
indonesia bangetz
masalahnya kan bukan lagi sopan atau nggak pak, tapi praktis atau nggak praktis… ekhm
Februari 27th, 2009 at 9:06 pm
Selama sesuai norma dan etika yang baik dalam berkomunikasi, kayaknya nggak masalah sich, Bos
Saya juga sering komunikasi masalah pekerjaan dengan atasan saya di kantor, fine2 aja koq…
he he
Februari 27th, 2009 at 9:32 pm
kebetulan saya dosen juga , dan sering di SMS mahasiswa saya, menurut saya komunikasi dosen-mahasiswa tidak masalah menggunakan media SMS asal tentu saja pesan-pesannya sopan…
Februari 28th, 2009 at 12:22 am
selama menggunakan bahasa yang sopan, saya kira tidak apa-apa
Februari 28th, 2009 at 2:33 am
kayaknya ngga sopan itu masalah persepsi bhw SMS itu murah dan tdk resmi. menurut saya, SMS lebih sopan dr telpon, apalagi kl yg kita hubungi org sibuk
(kalo mau enak, ya SMS aja bilang mau telpon
setidaknya dosennya bisa siap2)
Februari 28th, 2009 at 6:12 am
Wah…biasanya level2 atasan/bos/org yg lbh senior males bls SMS itu karena mungkin “merasa gengsi”,sy lihat dari sisi sosialnya….Soalnya pernah ada yg bilang “Masa saya yg harus butuh ke dia (anak buah), masa sy hrs bls SMS”.
Padahal komunikasi via apapun selama memenuhi etika bersosialisasi dg org lain dan beretika dlm teknologi, sy rasa baik2 saja….bahkan bisa lebih dekat dg orang lain….
thx
salam,
Aris
Februari 28th, 2009 at 6:54 am
salam …
sms…..kepada siapapun selagi gak melanggar Etika atau norma – norma itu bagus ,karena lebih efision dan lebih tepat
kapanlagi seorang rendahan mau berkonsultasi dengan atasan sementara sang atasan sibuk terus ya S M S Aja …makasih pak .
Februari 28th, 2009 at 7:40 am
inilah keunggulan tehnologi,yang tidak kita duga dalam satu
dasawarsa ini, begitu cepat dan dapat dinikmati oleh seantero bangsa Indonesia,kalau menurut aku si Pak SMS
sangat membantu sekali,mengenai sopan tidaknya sih gemana kita melihat bahasanya aja,kalau ogut Ok2 aja.
Februari 28th, 2009 at 10:04 am
cukup sering komunikasi dengan big-boss dengan SMS…. btw.. dosen sama dengan atasan ya pak ?
Februari 28th, 2009 at 10:41 am
Tergantung ma culture komunitasnya…klo diperusahaan saya…sms ma direktur aja sah2 saja, asalkan tetap profesional..(tp belum tentu diperusahaan lain)..
Februari 28th, 2009 at 12:38 pm
biasa aja lah..
Februari 28th, 2009 at 12:46 pm
sopan-sopan saja seh. kayanya tetap lebih tergantung pada isinya kali ya. Lebih penting lagi sebenernya persepsi penerima sms.
Bagaimanapun sms panjang isinya terbatas, jadi kadang memang menuntut si penerima untuk berbesar hati jika tidak menyertakan basa-basi pembuka dan penutup karena keterbatasan tersebut.
Februari 28th, 2009 at 1:50 pm
blognya bagus niii
Februari 28th, 2009 at 2:50 pm
menurut saya sopan saja, asal kata-kata yang digunakan juga sopan. Pada saat tesis lalu, dosen pembimbing di Teknik Informatika juga mempersilakan untuk menghubungi beliau, untuk janjian bimbingan via sms. Lebih efektif dan efisien
Februari 28th, 2009 at 3:18 pm
Sopan apa nggak itu relatif. Tapi “panduan umumnya” adalah semakin terbiasa semakin dianggap sopan…….. Ada beberapa orang yang tidak terbiasa mangkannya dianggap tak sopan. Jikalau suatu masyarakat sudah sering berSMS ria untuk segala keperluan, maka kemungkinannya kebiasaan berSMS untuk keperluan apapun akan terlihat sopan……
Februari 28th, 2009 at 4:41 pm
menurut saya itu merupakan hal yang meremehkan. jika anda seorang dosen, tidak sepantasnya undangan menggunakan sms. tapi jika untuk seorang mahasiswa, itu oke-oke saja
Maret 1st, 2009 at 3:35 am
Kalau menurut saya tergantung siapa yang akan kita sms, budaya orang timur adalah menghormati orang yang lebih tua dari kita.
Alangkah baiknya kita telefon jika dengan org yang lebih tua atau dengan orang2 yang mempunyai gangguan pada penglihatanya.
Trima kasih
Maret 1st, 2009 at 4:16 am
Nice Blogs. Lam Kenal ya
Maret 2nd, 2009 at 12:02 pm
Bedanya SMS/Email dengan telepon, asynchonous vs synchoronous.
SMS kan lebih tidak obstrusif, dan bisa dibales kapan-kapan (karena sifatnya yang asynchonous itu, heuheu..)
Maret 2nd, 2009 at 3:55 pm
sopan pak De…,
ada beberapa dosen saya juga tidak mau di SMS….,
tapi sependapatan saya sopan,
wong kapan mahasiswa kere.., ngak mampu telpon….
selain itu SmS ndak menggangu dosen pas lagi ngajar…
Maret 6th, 2009 at 12:18 pm
wah bos gw aneh lagi…kalo ditelpon jarang diangkat…kalo di sms pasti cepet dibales…mungkin ada orang2 yg lebih suka sms daripada telpon?
Juli 4th, 2011 at 11:16 am
sms atau tidak itu sama- sam sopan, tinggal cara dan isi sms tersebut…..
akan tetapi kita juga harus tahu situasi dan kondisi?
klu pengen memiliki tenun ikat & batik kudus tradisional??
klik http://www.galeritenuntroso.com
Oktober 19th, 2011 at 9:30 pm
menurut saya masih sopan asal sms itu ditujukan untuk rekan seangkatan atau seumuran, tetapi untuk orang yang lebih tua menurut saya pribadi kurang sopan.
tapi kalau menurut orang lain ngak tau pak1
lam kenal dari jepara.