Archive Bulanan: Maret 2009

Takut Komentar Miring

Ketika memberikan presentasi tentang blogging, ada sebuah pertanyaan yang menarik.

bagaimana menyikapi komentar miring

Jadi ceritanya blogger ini takut menulis karena khawatir ada yang berkomentar pedas terhadap tulisannya. Wah, menurut Anda harusnya bagaimana?

Kalau saya sih, biarkan saja. Tapi memang saya paham bahwa hal ini juga yang membuat orang menjadi berhati-hati dalam menulis.

Ada juga yang bercerita bahwa pada suatu saat dia sedang kesal terhadap seseorang. Maka dia buat tulisan yang pedas. Kemudian dia edit lagi karena kelihatannya terlalu keras. Kemudian (marahnya makin surut), dia edit lagi menjadi lebih tidak pedas. Dan diedit lagi. Lama kelamaan isinya malah menjadi curhat yang lempeng saja. Halah.

Di sisi lain, tanpa komentar blogger jadi malas menulis. Seperti tidak exist begitu. hi hi hi. Bagaimana dong?


BTS Baru

di dekat rumahku
ada BTS baru
kata operatorku
sinyalnya bagus
nyambung terus

Senang juga ada BTS baru di dekat rumah. (Jadi bersajak. ha ha ha.) Sinyal di rumah yang  tadinya parah, sekarang menjadi bagus meskipun belum ada 3G. Yang lebih penting adalah batre handphone jadi lebih tahan lama. Biasanya, satu hari saja batre sudah habis.

Nah, sekarang tinggal menunggu BTS baru di dekat kampus. Di sana sinyalnya bahkan lebih buruk. Seringkali handphone saya bertulisan “emergency call only”. Kapan ya dipasang BTS baru di sana?


Memperhatikan detail

Baru saja saya menghabiskan waktu 2 jam (mungkin lebih) untuk membuat slide materi presentasi kuliah besok. Slide ini bercerita tentang Data Encryption Standard (DES).

Sebetulnya saya sudah punya materi lama yang isinya hanyalah potongan hasil scan dari buku. Hasil scan-nya juga kurang bagus, alias asal ada. Ini dulu saya lakukan karena saya terburu-buru. Setelah 5 tahun kemudian, slide ini tidak pernah saya perbaiki.

Tadi saya perbaiki slide ini dengan menggantikan sebagian dari hasil scan (yang berisi tabel) dengan tabel yang saya buat dengan menggunakan spreadsheet. Kemudian urutan gambar saya perbaiki. Hasilnya adalah materi presentasi yang lebih baik dari sebelumnya, tetapi masih sangat jauh dari yang saya harapkan. Gambar masih hasil scan yang belum digambar ulang. Tabel masih ada yang merupakan hasil scan. Pokoknya masih guremlah.

Duh, ternyata membereskan hal-hal yang detail ini membutuhkan waktu.

Saya jadi ingat tentang cerita di balik layar dalam pembuatan film Disney, Cars. Banyak hal detail yang harus dikerjakan oleh mereka … dan dikerjakan! Sementara saya masih belum bisa melakukan seperti yang mereka lakukan. Masalahnya, saya hanya sendiri sementara mereka pasti satu tim. Lagi pula mereka mengerjakan hal tersebut secara full time, sementara saya mengerjakannya disambi mengerjakan tugas yang lain.

Jadi sebel sendiri sebab hasilnya masih belum sesuai dengan standar yang saya inginkan. Apa boleh buat. Sekarang berhenti dulu (dan mengerjakan tugas yang lain). Materi ini mungkin baru akan saya perbaharui lagi tahun depan.

[Karena ada bagian yang saya scan dari buku, maka saya belum yakin apakah saya boleh memasang slide ini di internet sehingga bisa didownload secara umum. Nanti kalau sudah saya gambar semua baru bisa saya bagikan secara bebas.]


Berbagi Slides

Umumnya saya membagi materi presentasi saya untuk publik. Ada kalanya saya tidak bisa melakukan itu apabila ada isinya yang bersifat rahasia atau ada bagian yang saya tidak tahu HaKI-nya.

Biasanya saya simpan materi presentasi saya di web site saya (yang numpang hostingnya). Namun traffic di web saya bisa jadi terlalu besar :) sehingga saya menjadi tidak enak dengan yang ketempatan hosting.

Nah, sudah lama saya mengintip slideshare.net – tempat untuk berbagi slide. Biasanya saya melihat ke sana untuk mencari ide-ide desain slide. Bagus-bagus deh. Iri saya. Ingin bisa seperti mereka. Untuk memulai, saya upload slide presentasi saya kemarin ke sana. Silahkan coba lihat ini:

http://www.slideshare.net/budi/speak-up-your-mind-and-share-blogging-with-budi-rahardjo

Mudah-mudahan bermanfaat.


Buku kami: Review & Survey Teknologi Informasi di Indonesia

Telah terbit buku kami (Dimitri Mahayana, Budi Rahardjo, Arry Akhmad Arman, Khairul Ummah, dan Tim Riset Sharing Vision), Penerbit ITB. Judulnya adalah “Review dan Survey Teknologi Informasi di Indonesia”. Tersedia di toko buku. (Di toko buku Penerbit ITB, yang di dekat LFM kampus ITB, juga tersedia.)

Buku ini berisi beberapa review dan survey tentang Teknologi Informasi yang kami lakukan di Indonesia. Selama ini sangat sulit bagi kita untuk mendapatkan data mengenai IT di Indonesia. Kita banyak mengandalkan hasil survey dari “Barat”.

Isinya antara lain:

  1. Trend electronic dan mobile payment
  2. Outsourcing teknologi informasi
  3. Menentukan kewajaran pengadaan teknologi informasi
  4. Membangun perusahaan jenius
  5. Belajar dari Aceh (DRC)
  6. Skema anti virus

Mudah-mudahan buku ini bisa memperkaya khasanah Teknologi Informasi di Indonesia. Semoga bermanfaat.


Balas Dendam Tidur

Kurang tidur.
Harus dibalas dengan banyak tidur.
Kebetulan terkurung hujan.
Malas jalan.
Ada alasan.
Ada kesempatan
… untuk balas dendam tidur.

Pekerjaan tertunda.
Ide terlantar.
Biar saja.
zzz …

[tulis blog singkat saja. tidur lebih menarik daripada blogging. hah?]


Sabtu yang (super) sibuk

Hari Sabtu kemarin acara saya super padat. Hari dimulai dengan sarapan bersama pak Dimitri dan pak Arry Aa. Kami membicarakan mengenai buku kami yang baru terbit dan kelanjutannya. (Mengenai ini akan ditulis kemudian.) Karena saya bermain futsal jam 8, maka kami sarapan sekitar jam 6-an pagi. Saya sendiri datang terlambat karena menyiapkan peralatan futsal dan pakaian ganti.

Jam 8 kurang saya kabur ke tempat futsal yang untungnya dekat dengan tempat kami sarapan. Sampai di sana jam 8 pas tetapi belum ada yang datang. Tak lama kemudian tim mulai berdatangan, tetapi sudah terlambat. Tadinya saya berencana untuk main satu jam saja (sampai jam 9-an), tetapi akhirnya selesai bermain jam 10.

Setelah selesai langsung saya mandi di tempat futsal itu. Untung di sana ada fasilitas mandi dengan membayar Rp 4000,-. Lumayan murah dan ada air panas. Quick shower.

Setelah selesai, langsung menuju kampus karena saya diminta untuk mengisi acara kaderisasi Divisi Komputer Himpunan Mahasiswa Elektro ITB. Sampai di sana pas jam 11. Kaos agak basah karena keringetan. Langsung memberikan presentasi :)

Presentasi satu jam dan terus pulang karena siangnya berencana ke Jakarta untuk acara keluarga. Sampai di rumah masih sempat tidur sebentar dan kemudian siap-siap berangkat ke Jakarta. Lumayan bisa tidur karena saya yang nyetir ke Jakarta.

Sampai di Jakarta, di tempat acara, sekitar jam 7-an malam. Pas waktunya. Acara keluarganya santai-santai saja. Mungkin foto akan saya upload. Ada banyak yang minta diupload ke facebook saja supaya bisa di-tag. ha ha ha. Dasar demam facebook-an. Kita lihat nanti.

Acara selesai sekitar jam 10-an (lebih). Seingat saya kami keluar dari rumah di sana jam 11 malam. Langsung kami pulang ke Bandung. Lagi-lagi saya harus nyetir. Supaya tidak ngantuk, mampir dulu di km 19. Beli kopi di drive through-nya Starbucks. Tadinya mau jalan langsung, tapi saya kok agak ngantuk. Jadinya berhenti di pelataran parkir dan saya tidur sebentar (15 menitan gitu?). Setelah itu jalan lagi. Alhamdulillah sampai di rumah dengan selamat sekitar jam 2 pagi.

Walhasil … ngantuk dan gak sempat ngeblog. Hi hi hi. Setelah subuh, ngeblog dulu. Dasar addicted to internet.

Selamat pagi … mau tidur dulu ah.


Keanggotaan IEEE

Setiap tahun, meskipun sering terlambat, saya selalu memperpanjang keanggotaan IEEE saya. Apa itu IEEE? Lengkapnya silahkan lihat di situs IEEE. Singkatnya, dia adalah asosiasi profesi elektro.

Hal yang paling saya sukai dari IEEE adalah majalah dan jurnalnya. Isinya luar biasa bagus. Sayang sekali ada terlalu banyak majalah dan journalnya. Mahal pula! :) Saya hanya bisa berlangganan tiga buah majalah saja.

Beberapa hari yang lalu (sebetulnya mungkin sudah lebih dari dua minggu), saya menerima kartu anggota IEEE. Senang melihat bahwa saya sudah 9 tahun menjadi anggota IEEE. Horeee…

Berapa banyak anggota IEEE di Indonesia ya? Hmmm…


Presentasi hari ini di SBM ITB

Sore ini saya memberikan presentasi di kafe-nya knowledge center, Sekolah Bisnis dan Management (SBM), ITB. Presentasi saya bertajuk “Speak Up Your Mind and Share: Blogging with Budi Rahardjo“. Pada presentasi ini saya menjelaskan mengapa orang blogging dan tips untuk membuat blog yang menarik.

When you’re in love, you want to scream and tell the whole world.


[foto sebagian peserta di awal presentasi. sebagian besar sudah memiliki blog. jadi sesungguhnya ini adalah kopi-darat para blogger? hi hi hi.]

Isi dari presentasi saya ada di materi presentasi yang sedang saya coba simpan di satu tempat. Cukup besar ukurannya (PDF nya berukuran 5MB). Saat ini upload gagal. Saya akan coba besok atau lusa. Nanti saya perbaharui tulisan ini dengan link ke materi presentasinya.

[Update: materi presentasi bisa diperoleh di sini:
http://www.slideshare.net/budi/speak-up-your-mind-and-share-blogging-with-budi-rahardjo]

Acaranya dilakukan secara informal sambil lesehan. Sebetulnya saya suka dengan makanan ringannya, yaitu jajanan pasar dan ada bajigur. Saya sudah minum dua cangkir dan masih ketagihan. Sayangnya saya harus memberikan presentasi sehingga tidak bisa banyak minum bajigurnya itu. he he he.

Kita tunggu komentar dari yang hadir di acara itu. Kalau mereka mau komentar, ha ha ha. “Blogger juga butuh komentar”, itu salah satu komentar atau pertanyaan di acara tersebut. Sebetulnya saya ingin juga menyampaikan point-point yang disampaikan di acara tanya jawab tetapi belum sempat. Lain kali ya (kalau tidak keburu lupa.)

Atau, ada yang hadir di acara itu?


Program OpenSparc

Hari Rabu siang saya mengikuti presentasi dari Sun Microsystems mengenai program OpenSparc, yaitu inisiatif mereka untuk membuka desain mikroprosesor mereka. Sayangnya saya tidak bisa mengikuti sampai selesai (karena tim datang telat sementara saya harus sudah jalan). Ada rekan dari UGM, ITS, dan UI datang.

Apa yang bisa kita lakukan dengan program ini ya?

Informasi mengenai OpenSparc bisa dilihat di opensparc.net.


Paten Algoritma Kompresi

Di sebuah milis (tentang migrasi ke open source) ada sebuah pertanyan mengapa tidak ada software gratisan untuk membuat berkas RAR? RAR adalah sebuah algoritma kompresi yang dapat digunakan untuk mengecilkan berkas, seperti halnya ZIP. Untuk mengembalikan berkas ke aslinya (unRAR) ternyata ada banyak software gratisannya. Hanya untuk membuat RAR-nya yang tidak ada gratisan. (Sebetulnya ada yang gratisan untuk pocket PC.)

Alasan utamanya ternyata adalah algoritma RAR ini dipatenkan. (Silahkan baca di sini.) Akibatnya, meskipun Anda tahu algoritmanya, jika Anda membuat program yang menggunakan algoritma tersebut maka Anda harus membayar lisensi. Itulah sebabnya belum ada software pembuat RAR yang gratisan. Sedih ya.

Saya jadi teringat dengan algoritma LZW yang digunakan untuk kompresi di GIF. Algoritma itu juga dipatenkan dan sekarang patennya sudah kadaluwarsa (expired). Tadinya, gara-gara paten tersebut orang-orang pindah dari format GIF ke format PNG. Ah, jadi ingat jaman kapan dulu pernah membuat program untuk kuliah image processing. Programnya harus membaca berkas dalam format GIF. Jadi kami terpaksa mempelajari algoritma LZW yang sederhana tapi cerdas.

Duh, ini semua membuat saya bertanya-tanya apakah paten itu membawa berkah atau malah membawa masalah. Mendingan gak ada paten aja kali ya?


Looking for ideas

Beberapa hal yang harus ketemu segera

  • artikel untuk sebuah majalah (topik seputar open source)
  • judul buku saya yang akan segera naik cetak (tentang teknologi informasi, campur aduk, gado-gado)
  • judul dan isi materi presentasi tentang blogging (untuk jum’at ini)
  • judul dan isi materi tentang perkembangan komputer dan IT (untuk weekend)
  • judul topik penelitian yang terkait dengan open source

Semuanya harus selesai dalam dua hari ini. hi hi hi. Hmm… Bakalan menyelimuti diri dengan musik dan internet untuk mencari ide. Ayo kreatif ah.


Menang (Lomba Chip Design)

Selamat untuk Team Ganesha ANT, dibawah bimbingan pak Trio Adiono, yang memenangkan lomba chip design di Jepang. Berikut guntingan beritanya:

Team Ganesha ANT berhasil meraih penghargaan tertinggi dari Japan Society of Information and Communication, IEICE, pada lomba perancangan chip: LSI-Design Contest 2009. Team Ganesha ANT, yang merupakan mahasiswa STEI ITB: Tyson, Aisar L. Romas, dan R. Siti Intan, berhasil menyisihkan finalis dari universitas ternama di Jepang dan Korea.

Team Ganesha ANT mengajukan rancangan prosesor baru yang dapat mengeksekusi proses secara paralel, sehingga memiliki keunggulan dalam kecepatan proses dibanding prosesor yang umum dipakai sekarang.  Hasil rancangan mereka berupa prototipe komputer kecil yang dapat menjalankan “Game Hangman”.  Para juri sangat terkesan dengan inovasi baru dalam prosesor tersebut, sehingga diharapkan dapat diterapkan di Industri IT dan meningkatkan kinerja perangkat elektronika seperti Komputer, PDA, Smart Phone dan lain sebagainya.  Teknologi prosesor biasanya dikuasai oleh industri-industri hi-tech, seperti Intel, Sun Microsystems, dan IBM.

Pada lomba yang sama, satu tim lagi, yaitu Team Zoiros, yang juga mahasiswa STEI ITB: Randy Hari Widialaksono, Ahmad Fajar Firdaus, dan Iman Prayudi, juga mendapat penghargaan dari Multinational Company, Xilinx® Award.  Dengan rancangan prosesor mereka yang dapat bekerja pada kecepatan mencapai 1 GigaHertz, mereka berhasil menunjukkan keunggulan sistem dari berbagai peserta lainnya. Prototipe komputer mereka juga dapat memperagakan kemampuan prosesor dalam menjalankan “Video Game Sokoban”.


Good Morning

As always … good morning, fellas…

Foto diambil di jalan di depan rumah. Kalau diperhatikan, masih ada bulan (di kiri agak tengah – yang putih di atas awan). Pagi yang indah sekali. Dingin… tetapi tetap indah.

Selamat pagi.


Mau Membantu, Harus Mau Repot

Satu pelajaran yang saya peroleh dari kehidupan ini adalah kalau kita ingin membantu orang lain, maka kita harus mau ikut repot. Ini sebuah fakta yang sulit saya telan pada awalnya, tetapi akhirnya mengerti dan siap untuk melakukannya. Saya akan beri beberapa contoh.

Ketika ada sebuah kecelakaan di jalan raya, maka kita mencoba menolong korban. Konsekuensinya adalah … kita ikut repot (mulai dari membantu korban, sampai mungkin ikut urusan sebagai saksi di kepolisian). Ketika ada sebuah kejahatan (copet, jambret, penodongan, dll.) maka kalau kita ingin membantu korban maka kita harus mau repot juga. Masih banyak contoh lain, seperti misalnya di dunia kesehatan, lingkungan hidup, sosial, dan seterusnya.

Orang menjadi berpikir dua kali (atau bahkan berkali-kali) kalau ingin membantu. Logikanya, saya kan ingin membantu kok saya yang jadi repot. Aneh kan? Tetapi pada kenyataannya adalah demikian. Akibatnya, orang tidak mau membantu (dan hanya berkomentar).

Di persimpangan jalan (di berbagai kota di Indonesia), ada banyak pengemis yang meminta-minta. Kebanyakan orang tidak mau mengeluarkan uang karena seharusnya pengemis tidak meminta-minta di jalan. Ini membahayakan bagi banyak pihak. Apa yang dilakukan kebanyakan orang? Ngomel tetapi tidak melakukan apa-apa.

Ada juga yang hanya bersedia membantu selama itu tidak merepotkan dia. Misalnya ada orang yang kemudian menyumbang uang tetapi tidak mau ikut campur (menyumbangkan waktu dan pikiran). Artinya kita siap membantu kalau itu mudah atau nyaman (convenience) bagi kita saja. Selintasan aja gitu?

Atau bahkan ada orang yang kemudian berkhayal menjadi zorro atau super hero lainnya, pahlawan berkedok. Mereka membantu hanya kalau menggunakan kedok saja. Masalahnya mereka tidak ingin kehidupan mereka direcokin gara-gara mereka ingin membantu (care) orang. Pahlawan berkedok itu hanya ada di dalam khayalan. Di dalam kenyataan sehari-hari tidak ada. Yang ada adalah, mau terlibat membantu orang (dengan resiko repot) atau tidak. As simple as that.

Ini memang kenyataan yang sulit ditelan. Nah, sekarang tergantung kepada kita, maukah kita terlibat membantu orang dan repot karenanya? Do you care?


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.