Ketika memberikan presentasi tentang blogging, ada sebuah pertanyaan yang menarik.
bagaimana menyikapi komentar miring
Jadi ceritanya blogger ini takut menulis karena khawatir ada yang berkomentar pedas terhadap tulisannya. Wah, menurut Anda harusnya bagaimana?
Kalau saya sih, biarkan saja. Tapi memang saya paham bahwa hal ini juga yang membuat orang menjadi berhati-hati dalam menulis.
Ada juga yang bercerita bahwa pada suatu saat dia sedang kesal terhadap seseorang. Maka dia buat tulisan yang pedas. Kemudian dia edit lagi karena kelihatannya terlalu keras. Kemudian (marahnya makin surut), dia edit lagi menjadi lebih tidak pedas. Dan diedit lagi. Lama kelamaan isinya malah menjadi curhat yang lempeng saja. Halah.
Di sisi lain, tanpa komentar blogger jadi malas menulis. Seperti tidak exist begitu. hi hi hi. Bagaimana dong?


Maret 31st, 2009 at 6:59 am
Menghindari komentar miring, matikan tanda [i] dan [em] dari daftar HTML-tag yang diperkenankan. Idem, untuk menghindari komentar tebal, matikan [b] dan [strong]. Mudah2an membantu.
(Hihihihi)
Maret 31st, 2009 at 8:20 am
kadang-kadang dimana blogger tersebut bernaung di sebuah institusi pemerintah/swasta (mungkin) khawatir terhadap komentar-komentar miring yang ditujukan kepadanya dan institusinya. biasanya jika ada komentar miring apalagi ‘menyentil’ institusinya, tidak akan meloloskan komentar tersebut. *pengalaman pribadi*. hihihi
Maret 31st, 2009 at 10:21 am
kalau tulisannya pedas, tentu bakal menarik perhatian untuk dikomentari. yeah, jelas pedas juga sih komentarnya. kadang yah pasti kesentil juga penulisnya. -pengalaman liat beberapa blog populer-
saya sih, pengennya jadi blogger demokrat, ekh moderat aja maksudnya.
Maret 31st, 2009 at 10:28 am
biakan aja yang komen miring mah
Maret 31st, 2009 at 11:26 am
egp … klo gw mah
Maret 31st, 2009 at 11:40 am
komentar miring bisa dianggap sebagai masukan/kritik buat pemilik blog. Pemilik blog bisa menganalisa, benar/gaknya komentar itu. Jika terlalu mengada-ada, tinggal delete saja
Maret 31st, 2009 at 12:31 pm
#Ngakak baca komen Koen#
Kalo ada komen miring/pedas:
1. Sebagai bahan evaluasi terhadap isi tulisan :bermutukah? bermanfaatkah tulisan kita? sudahkah beropini dengan data dan fakta?
2. Kita punya hak prerogatif kok untuk sortir komentar, tentu dengan guidance yang jelas dan tegas ya (selama ini sih saya ngga pernah delete komen).
3. Kalo emosi sedang negatif (marah, sedih, jengkel), tidak perlulah digembar-gemborkan secara vulgar, entah itu di blog, facebook, atau plurk/twitter. Malu. Hanya mencerminkan bahwa manajemen emosi kita belum matang aja. Dinginkan dululah, baru tulis hikmah kejadian itu.
Tentang blog tanpa komen : Blog Pak Ronny Yuzirman sepi komen tuh. Tapi ‘aksi wombat’nya luarrr biasa. Tergantung juga ya dikemanakan blog kita itu kelak.
Maret 31st, 2009 at 2:11 pm
Sepakat pak. Belajar nulis itu adalah sebuah proses dan perlu mempertimbangkan aspek saling menghormati. Perlu kearifan berfikir yg lebih jernih dalam menyikapi perbedaan2 sehingga tidak terjadi debat kusir di blog kita. Nggak ada salahnya sih utk beradu argumentasi selama persatuan dan kesatuan bangsa tetap dijaga (patriotis bgt, hihihi)
Mungkin bagi bapak
Tak selamanya pengunjung berani berkomentar, karena telah sependapat/setuju! Mungkin merasa menjadi orang biasa hingga tidak pantas memberi komentar (nggak level). Jadi tdk perlu penguatan dari orang2 lemah gitu (terlalu pedaskah? Sorry…)
Kita tidak boleh patah semangat dengan tujuan2 besar yang ingin dicapai. Teruslah menulis hingga seperti tetes-tetes air yang mampu memecah batu karang. Berkonsep 3Mnya Aa Gym, mudah2an perubahan peradaban akan terjadi.
Sukses & Bahagia semoga senantiasa menyertai kita bersama. Amin
Maret 31st, 2009 at 3:41 pm
emang nyenengin kalo ada yg ngomentarin. even it’s bad or good comment. jadi tambah semangat buat nulisnya. tp klo nggak ada komen juga … tetep nulis dong. kan pedenya seabrek-abrek. hehe
Maret 31st, 2009 at 6:20 pm
Kalau saya suka sekali membaca tulisan-tulisan bapak (meskipun tidak selalu memberi komentar), karena tulisannya yang mengalir, apa adanya. Kadang idenya biasa aja, tapi sangat menyenangkan membacanya. Menurut saya, menulis itu ya tulis aja, seperti anak-anak yang sedang bercerita. Pasti menarik untuk dibaca. Nanti kalau cerita kita menarik, insyaAllah nggak akan ada orang yang meninggalkan komentar miringnya
Maret 31st, 2009 at 7:24 pm
ijnkan saya berkomentar miring..
Maret 31st, 2009 at 8:43 pm
Are you sure Pak BR? Bagaimana dengan komentar2 pak adinoto beberapa waktu yang lalu? Anda sampai buat satu postingan khusus untuknya
Maret 31st, 2009 at 9:30 pm
galihsatria…, you, you, mind reader. you read my mind, you stole my idea. you, d@mn you.
April 1st, 2009 at 3:32 am
komentar pedas itu biasa,,,jangan diambil ati,, kalo aku sih oke2 aja tuh,,gak ada masalah dengan komentar, silahkan mau komentar pedas, manis, asin, asem, dengan banyak komentar kan traffic kita bertambah iya gak???
April 1st, 2009 at 3:38 am
ya,,kalo aku sih,sip2 aja ,,mau komentar pedes, manis, asem ,asin,, gak papa, malah itu bagis, buat nambahin traffic kita, betul gak coy??
April 1st, 2009 at 11:19 am
capek akh nanggepin komen miring…kan itu cuma opini per orang…buat apa diambil pusing. Bukan harga mati kan??
April 1st, 2009 at 11:55 am
komentar miring itu menambah kesabaran
April 1st, 2009 at 2:34 pm
karena saia orangnya baik banget *wuis*
ya saia sejajarkan dengan komen yang lain
emank semiring apa sih? kalo miring ya ditegakin aja
http://reatheryan.co.cc
April 1st, 2009 at 3:33 pm
sesekali juga tidak apa2 dikomen “miring” cz untuk mengetahui seberapa menerikkah postingan kita…
tapi kalau beneran dikomentarin kayak gitu…
ya marah tetap ada tapi, setidaknya dihargailah…
April 1st, 2009 at 6:33 pm
saya juga merasa sering memperhatikan kata-kata yg saya keluarkan dalam blog,
takut malah menyakitkan orang lain,,
terkadang saya sering membuat hal yang sebenarnya saya kesal tapi dalam bentuk yang tersirat dalam penulisannya,,
April 1st, 2009 at 7:17 pm
Komentar miring atau lurus… tetap sebuah komentar. Terima saja sebagai malam dan siang, Yin dan Yang, kanan dan kiri.
Seharusnya kita justru berterimakasih masih ada orang yang mau meluangkan waktu untuk berkomentar miring ataupun lurus. Waktu itu mahal dan tak terbeli.
Just open your mind
April 1st, 2009 at 8:17 pm
galihsatria
“Jadi ceritanya blogger ini takut menulis karena khawatir ada yang berkomentar pedas terhadap tulisannya. Wah, menurut Anda harusnya bagaimana?
Kalau saya sih, biarkan saja. ”
Are you sure Pak BR? Bagaimana dengan komentar2 pak adinoto beberapa waktu yang lalu? Anda sampai buat satu postingan khusus untuknya
wakakakaka.. ga tahan lihat koment ini…
April 5th, 2009 at 5:18 am
Kalau ini bukan hanya dapat komentar miring saja, malah sampai mencapat ancaman : http://www.techcrunch.com/2009/01/28/some-things-need-to-change/
April 6th, 2009 at 11:20 am
[...] loh … banyak ide .. tapi bertabrakan saat akan dituturkan dalam bentuk tulisan .. Belum lagi bentrokan batiniah .. alias negative thinking duluan .. bahwa tulisan itu nantinya akan mendapat komentar miring.. [...]
April 7th, 2009 at 6:55 am
Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di Bumi.
Jumlah penduduk Indonesia yang beragama Islam adalah kurang lebih 80%.
Jadi permasalahan Kemiskinan, Kerawanan Sosial, Pengangguran, Kriminal, Kesehatan, Pendidikan, SDM dan lainnya yang terjadi di Indonesia adalah orang yang beragama Islam.
Bicara tentang pemimpin, dalam arti pemimpin masyarakat heterogen, Agama Islam mensyaratkan bahwa pemimpin haruslah yang Islam.
Islam Rahmatan Lil ‘Alamin.
Islam adalah universal.
Islam mengurusi banyak hal kehidupan manusia
Baik hubungan dengan Alloh, dengan manusia, dengan lingkungan sekitar kita, dengan alam semesta hingga kehidupan setelah manusia meninggal.
Oleh sebab itu, pemimpin harus bertanggung jawab memastikan perkara agama dan akhlak untuk keselamatan bersama di dunia dan akhirat.
Setiap pemimpin di akhirat kelak akan ditanya oleh Alloh Ta’ala setiap orang di bawah pimpinannya, tidak terkecuali pemimpin besar atau kecil, umum atau khusus.
Mereka tidak boleh memikirkan bidangnya saja.
Dalam ajaran Islam, masalah agama terutama di sudut fardhu ain mesti diketahui, dihayati dan diamalkan oleh setiap mukallaf (muslim, baligh, berakal yang telah dapat dikenai hukum).
Insya Alloh, 09 April 2009, bangsa Indonesia akan mengadakan Pemilihan Umum untuk memilih pemimpin bangsa sekaligus wakil rakyat, yaitu:
1. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPRD tingkat 2 (Kabupaten atau Kota Madya)
2. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPRD tingkat 1 (Provinsi)
3. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPR RI (Pusat)
4. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPD
Sebenarnya mereka dipilih rakyat Indonesia untuk menjadi wakil rakyat di pemerintahan Indonesia.
Jangan terlupakan, yaitu :
Pengalaman ketika RUU Sisdiknas tanggal 30 Maret 2003.
Kontraversi yang diangkat oleh beberapa anggota DPR RI adalah RUU Sisdiknas pasal 12 yang berbunyi,
“Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama”.
Apa yang salah tentang pasal 12 ini?
Tidak ada yang dirugikan, tapi lagi-lagi beberapa wakil rakyat yang ada di DPR RI tidak setuju yaitu dengan beraneka alasan dan argumentasi untuk menolaknya.
Alhamdulillah, dengan perjuangan, persatuan dan kekuatan umat Islam, UNDANG-UNDANG Nomor 20 Tahun 2003.
Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL pada tanggal 8 Juli 2003 disyahkan oleh DPR RI dan ditandatangani oleh Presiden.
Pengalaman ketka RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang bertujuan menata dan mengatur kegiatan pronografi dan moral manusia selalu terhambat menjadi Undang-undang oleh beberapa anggota wakil Rakyat di DPR RI.
Dan masih banyak lagi Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang mendorong bangsa Indonesia menuju kebaikan terhambat oleh ulah beberapa wakil rakyat di DPR RI.
Oleh sebab itu, sebagai warga negara Indonesia yang baik, Jika kita sudah mempunyai KTP, apalagi KTP-nya tertulis beragama Islam maka kita berkewajiban untuk mengikuti Pemilihan Umum yang akan memilih wakil rakyat Indonesia.
Silahkan memilih partai yang sesuai dengan pilihannya.
Partai boleh beda, tapi calon pemimpin yang akan di contreng harus seiman atau se-aqidah Islam.
Jangan pilih partainya saja, karena nantinya pemilih tidak tahu siapa yang akan menjadi pemimpin.
Tapi pilihlah partai yang diinginkan (sehati) dan orang yang akan dipilih menjadi pemimpin.
Jangan GOLPUT. Karena akan mengakibatkan pemimpin kita tidak jelas.
TIP CONTRENG PEMIMPIN (Khusus yang KTP nya beragama Islam):
1. Pilihlah (Contreng) Calon Pemimpin yang beragama ISLAM dan Amanah.
2. Pilihlah (Contreng) Calon Pemimpin yang beragama Islam.
3. Yang lebih aman adalah pilih partai yang berazaskan Islam.
Bila belum tahu calon pemimpin yang akan dipilih (contreng) maka :
1. Cari daftar nama calon pemimpin yang-ber-inisial (nama panggilan) Islam
(Misal: Muhammad, Ahmad, Akbar dll)
2. Tanyakan ke orang lain / tetangga, Siapa calon pemimpin yang beragama Islam?
Semoga bermanfaat.
Sampaikanlah email ini kepada teman, saudara, orang tua yang sudah mempunyai KTP, khususnya KTP yang tertulis beragama Islam.
Kita harus memilih pemimpin yang beragama Islam.
Yaitu sesuai dengan aqidah kita.
Partainya silahkan berbeda sesuai yang diinginkan.
Tapi nama calon pemimpin yang di contreng adalah orang yang se-aqidah.
Sehingga negara Indonesia mempunyai undang-undang dan peraturan pemerintah sesuai dengan penduduk Indonesia yang beragama 80% Islam.
Sekali lagi ” Islam Rahmatan Lil ‘Alamin”
April 8th, 2009 at 8:33 am
peduli amat deh ama komentar..
klo berani sini face to face..
nulis ya nulis aja seenak hati.. klo emang ada rasa kecewa mending diutarakan daripada dipendem gaberes akhirnya..
April 11th, 2009 at 9:06 pm
PERHATIAN ATAS IZIN TINGGAL TANAH-TANAH DAN
RUMAH-RUMAH ATAS NAMA ALM. HJ. M. MINTARTININGSIH
_________________________________________________
Saya selaku anak dari Almarhumah M. Mintartingsih
yang bernama Ir. Wahono Cahyadi bertempat tinggal
saat ini di Griya Telaga Permai F3/8 Depok, dengan
ini mengumumkan kepada khalayak ramai/semua bahwa
berkaitan dengan PEMBERITAHUAN tanggal 3 Januari
2009 di Harian Pos Kota, atas rumah yang tercatat
atas nama M. Mintartiningsih yang terletak di Desa
/Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede,
Kabupaten Bekasi, Provinsi Jabar dan Desa/Kelurahan
Pondok Kelapa, Kecamatan Duren sawit, Kotamadya
Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Saat ini ter-
hadap bidang-bidang tanah dan rumah-rumah tersebut
sedang dilakukan proses pembagian warisnya.
Oleh karena itu saya (Ir.Wahono Cahyadi) sebagai
pihak yang berkepentingan atas tanah-tanah dan ru-
mah-rumah tersebut dengan itikad baik mengingatkan
kepada khalayak ramai/semua untuk memperhatikan
adanya proses pembagian waris yang sedang berjalan
agar tidak timbul permasalahan di kemudian hari de-
ngan tanah-tanah dan rumah-rumah tersebut.
Disamping itu, diberitahukan pula bahwasanya saya
Ir. Wahono Cahyadi tidak pernah menjual/ menandata-
ngani penjualan tanah sepeninggal ibu saya HJ. M.
Mintartiningsih yang tercatat hari kematiannya pada
tanggal 6 Agustus 2000.
9 April 2009
Ir. Wahono cahyadi
Griya Telaga Permai f3/8 Depok, Jabar. Indonesia.
Denah lokasi adalah di:6’15’14.77″S/106’56’07.43″E
dan 6’15’14.69″S/106’56’06.65″E dan 6’15’10.35″S/
106’56’08.45″E
Gambar lokasi dapat dilihat dengan Google Earth:
Gambar dapat di akses di situs:www.mail.yahoo.com
dengan nama: rumahaulia@yahoo.co.id pass:30102008