Sudah semalam penuh aku duduk berkutat di depan layar komputer ini. Tulisan yang seharusnya selesai kemarin ternyata belum selesai juga. Sebetulnya tulisan tidak kosong amat. Sudah ada beberapa baris kalimat di sana. Namun argumen-argumen yang ada belum teruntai dalam sebuah rangkaian tertutup, seperti sebuah “kalung”, sehingga belum bisa ditarik kesimpulan.
Pikiran pun mulai tidak sabar duduk di tempat. Dia mulai berjalan-jalan menyusuri jalur yang nampaknya gelap, kosong, hampa. Sampailah dia pada sebuah jalan yang tampak menjanjikan. Bergegas. Mudah-mudahan ide ada di ujung jalan.
Setelah setengah jam menyusuri jalan tersebut barulah dia tersadar bahwa ini sebuah cul de sac. Tidak ada jalan keluar. Mampus kau.
Sebuah SMS kulayangkan; “deadline bisa ditunda sampai besok?”
Menunggu sejenak. Sebuah SMS balasan tiba; “bisa, tapi jangan molor ya!”
Sip. Maka kuraih bantal. Sampai besok, tulisan. (Sementara pikiran masih terjebak di cul de sac. Jemputlah dia sebelum dia kelelahan.)




