Bagi yang nyoblos nyontreng pada Pemilu 2009 kemarin jarinya dicelupkan kepada tinta. Tujuannya adalah agar seseorang yang sudah memilih tidak memilih (di TPS lain). Di dalam dunia security, aspek ini dikenal dengan nama non-repudiation.
Beberapa tahun yang lalu, ketika penggunaan tinta ini pertama kali digunakan, ada keributan. Pasalnya, tinta yang digunakan seharusnya memiliki karakteristik susah dihapuskan untuk beberapa hari. Akhirnya tinta tersebut harus diimpor (dari India?). Bahkan ada keributan mengenai apakah tinta yang bertahan beberapa hari itu membuat wudhu tidak sah? Pokoknya ramelah.
Nah, sekarang saya perhatikan tidak ada keributan seperti itu lagi. Kita sudah dapat menerima penggunaan tinta ini, meskipun kelihatannya tinta yang digunakan sekarang adalah tinta biasa yang bisa dicuci. Bekas tinta di jari kelingking saya sudah hilang
Nampaknya kita sudah dapat menerima tinta ini sebagai tanda bukti tidak bisa menyangkal (non-repudiation) meskipun teknologi yang digunakan tidak secanggih sebelumnya (dalam artian spesifikasinya tidak seperti sebelumnya). Mungkin ini hal yang bagus ya? Setidaknya, dia lebih murah (mestinya). Yang penting faktor pencegahan (untuk melakukan pemilihan lebih dari satu kali) sudah tercapai.


April 10th, 2009 at 7:25 pm
Selain tujuannya agar dia tidak bisa memilih ditempat lain, bekas tinta pemilu kemaren juga bisa ditukar dengan secangkir kopi di starbuck hehehee. (Walaupun saya hanya sebagai anggota partai Golput)
April 10th, 2009 at 7:41 pm
wah, tinta pemilu kamrin jelek, dicuci udah bisa ilang sebagian. Gak sampe’ satu hari udah ilang semua….
nggak seperti tahun 2004, sampe tahan 2 hari…
April 10th, 2009 at 8:05 pm
Wah, kok tinta ditangan saya belum hilang ya? Sepertinya saya terlalu dalam menyelupkan jari saya. Atau jangan2 saya mandinya gak bersih.
April 10th, 2009 at 9:09 pm
Masih ada dikit lagi nih di kuku..hihihi, kayaknya sama kayak om Audi, kurang bersih mandinya
April 11th, 2009 at 12:19 am
Potong aja jari kelingking sebagai tanda uda nyontreng, wakakak. org indonesia suka bikin susah niih. tp ada ide lain gak ya selain tinta?
April 11th, 2009 at 2:50 am
untung bukan jari tengah ya yang dikasih tinta
April 11th, 2009 at 12:59 pm
langsung ilang saia

soalny sehabis nyontreng langsung nyuci baju
http://reatheryan.co.cc
April 11th, 2009 at 12:59 pm
untung saya ndak kebagian tintanya, lawong saya ndak dapat undangan juga hik, RI telah memaksaku untuk golput lagi
April 11th, 2009 at 9:19 pm
tinta di jari saya blm ilang nih, pak. padahal udah saya gosok2 pake sabun ampe jari saya terasa baal.
April 12th, 2009 at 8:32 am
inilah indonesia… yang kecil di jadikan besar yang besar dijadikan kecil
April 13th, 2009 at 12:14 pm
agak percuma pakai celup2an…. pada saat daftar gak dilihat sudah ada tinta belom dijarinya….. kalo memang niat harusnya bisa nyonteng lagi tuh….. walaupun perlu extra pede yang tinggi dan muka tembok…..
April 13th, 2009 at 6:36 pm
sebenarnya dengan pemakaian tinta untuk menjadi tanda bukti bawha telah memberikan hak pilih terbilang mubazir dan kurang bermanfaat
April 15th, 2009 at 11:46 am
Uenakan ngomong “nyoblos” daripada “nyontreng”…
Tinta di jari lama kok hilangnya.
Jadi mending yg dicelupin kukunya aja biar hilangnya lama
April 15th, 2009 at 11:47 am
enakan ngomong “nyoblos” daripd “nyontreng”
tinta di kukuku belum ilang kok…