Sudah semalam penuh aku duduk berkutat di depan layar komputer ini. Tulisan yang seharusnya selesai kemarin ternyata belum selesai juga. Sebetulnya tulisan tidak kosong amat. Sudah ada beberapa baris kalimat di sana. Namun argumen-argumen yang ada belum teruntai dalam sebuah rangkaian tertutup, seperti sebuah “kalung”, sehingga belum bisa ditarik kesimpulan.
Pikiran pun mulai tidak sabar duduk di tempat. Dia mulai berjalan-jalan menyusuri jalur yang nampaknya gelap, kosong, hampa. Sampailah dia pada sebuah jalan yang tampak menjanjikan. Bergegas. Mudah-mudahan ide ada di ujung jalan.
Setelah setengah jam menyusuri jalan tersebut barulah dia tersadar bahwa ini sebuah cul de sac. Tidak ada jalan keluar. Mampus kau.
Sebuah SMS kulayangkan; “deadline bisa ditunda sampai besok?”
Menunggu sejenak. Sebuah SMS balasan tiba; “bisa, tapi jangan molor ya!”
Sip. Maka kuraih bantal. Sampai besok, tulisan. (Sementara pikiran masih terjebak di cul de sac. Jemputlah dia sebelum dia kelelahan.)
pertamax?
mantab kali bisa dinego deadlinenya…
nego juga ah =P
Keduax….
Udah lama neh ga liat2 blog ini…
54L4M…K3N4L….
54L4M….4CT10N….
JANGAN LUPA AJAK TEMAN2 ANDA MAEN2 DI BLOG SAYA yg Lain…
http://www.blogspot.com
T3T4P….53M4N64T….
ada dedaline baru ney buat biskom plz…
Sabar, Pak. Kalo stuck emang ngga produktif <– menurut kul Psikologi lho *sok teu*
lsg nyetel cul-de-sac-nya genesis dong pak
jalan molor?
maksudnya jangan molor ya?
Ganti paragraf saja.
pertanyaan yang aneh. bukannya besok itu memang deadlinenya Pak?
bukannya semestinya itu ‘lusa’?
cul de sac?
ini salah satu lagu favorit di album Duke – Genesis