Archive Bulanan: April 2009

1 Milyar Download

Melihat situs Apple, cukup terkejut juga dengan melihat counter yang menunjukkan bahwa sebentar lagi situs toko Apple (mungkin iTunes?) akan mencapai 1 milyar download. Luar biasa.

Jika satu lagu harganya $1, maka toko Apple ini telah menghasilkan US $1 milyar. Wah. Eh, rasanya ada banyak juga yang gratisan di sana (yang bisa didownload via iPhone, misalnya), tetapi tetap saja 1 milyar merupakan angka yang tidak sedikit.

Sementara itu di Indonesia toko musik digital masih tersendat-sendat. Duh.


Internetworking Indonesia Journal (Vol.1/No.1) published

Dear Colleague,

The Inaugural Issue (Vol.1/No.1) of the Internetworking Indonesia Journal (IIJ) has just been published.  You can get free access to the papers (PDF) at the following location:

http://internetworkingindonesia.org/iij-vol1-no1-spring2009.html

Here is the Table of Contents:

The Overhead and Efficiency Analysis on WiMAX’s MAC Management Message
by Ardian Ulvan, Vit Andrlik & Robert Bestak

Loop-back Action Latency Performance of an Industrial Data Communication Protocol on a PLC Ethernet Network
by Endra Joelianto & Hosana

“Wayang Authoring”: A Web-based Authoring Tool to Support Media Literacy for Children
by Wahju Agung Widjajanto, Michael Lund, & Heidi Schelhowe

Studi atas Prilaku Pengguna Layanan Wide Area Network (WAN) BPKP
by Desi Nelvia & Rudy M. Harahap

Issues in Elliptic Curve Cryptography Implementation
by Marisa W. Paryasto, Kuspriyanto, Sarwono Sutikno & Arif Sasongko

Hormat kami.

Thomas Hardjono (MIT Kerberos Consortium)
Budi Rahardjo (ITB)
Kuncoro Wastuwibowo (PT Telkom)


Koleksi CD Nambah

Kemarin mas Ivan mengantarkan beberapa CD yang menjadi tambahan koleksi saya;

  1. Peter Frampton – Frampton Comes Alive! (2 cd)
  2. Marillion – Misplaced Childhood
  3. Peter Gabriel – Us
  4. Peter Gabriel – So

Memang CD tersebut bukan album baru, tetapi mereka merupakan album yang bagus dan penting bagi saya. Frampton Comes Alive!, sebagai contoh, merupakan salah satu album live show yang paling populer. Bahkan menurut saya album itulah yang mengangkat nama Peter Frampton di khasanah musik.

Marillion – Misplaced Childhood merupakan album yang penting bagi saya karena album itu merupakan entry saya ke dunia Marillion. Bahkan satu lagunya pernah saya mainkan dengan band ketika menjadi mahasiswa.

Peter Gabriel? Well, ini vokalis awal Genesis yang sudah tidak bisa diragukan lagi. Albumnya berisi musik yang agak berat (dan mungkin aneh terutama di album Us), tetapi kadang kita bisa menemukan lagu yang asyik seperti Sledgehammer, Red Rain, Don’t Give Up, dan seterusnya. Sebetulnya saya masih mencari album Gabriel yang ada lagu Here Comes the Flood. Mudah-mudahan nanti ketemu.

Anyway, koleksi lagu nambah. Asyiiikkk… (yang tidak asyiknya kantong berkurang isinya hi hi hi).


Menggebrak Liga Futsal BHTV Technopreneur

Hari Sabtu dan Minggu kemarin merupakan awal dari BHTV Futsal League 2009-2010. Ini adalah ketiga kalinya liga futsal dilakukan. Peserta dari liga ini adalah perusahaan atau kelompok yang terkait dengan IT di Bandung. (Lihat situsnya di http://ligafutsal.wordpress.com.)

Tim kami (indocisc) memulai pertandingan pada hari Minggu pagi jam 7 dengan melawan tim Malaka 9. Sayangnya tim Malaka 9 tidak hadir dengan lengkap sehingga ketika jam sudah melewati 7:40 maka pertandingan dimulai dengan pemain apa adanya. Memang pada akhirnya kami menang telak 40-5. (Seperti pertandingan tenis? hi hi hi.)

Saya sendiri menyarangkan 9 gol pada hari itu. hi hi hi. Langsung menjadi top scorer di daftar pencetak gol untuk minggu ini. Padahal posisi saya adalah pemain sayap yang seharusnya memberi umpan. Tetapi karena bola yang sampai ke saya berupa umpan yang sangat menarik (“lauk” kata orang Sunda mah, he he he), sehingga tinggal saya teruskan ke gawang lawan saja. Babak pertama saya hanya membuat 2 gol dan tadinya saya pikir hanya itu saja gol saya hari itu. Ternyata di babak kedua nambah 7 gol lagi. hi hi hi.

Pikir-pikir lucu juga. Di liga pertama, saya hanya membuat 11 gol. Itu total. Tapi perlu dimaklumi bahwa pada waktu itu setengah putaran saya bermain sebagai kiper. Setelah cedera, baru saya bermain sebagai pemain depan. Di liga kedua, saya membuat 19 gol dan berada di posisi 22 top scorer. Saya sendiri cukup kaget karena saya bukan tipe top scorer. Jadi minggu lalu saya cukup terkejut menjadi top scorer karena saya pikir yang lainlah yang lebih banyak menghasilkan gol. Yah lumayanlah. Baru sekali main sudah 1/2 dari gol putaran liga kemarin. hi hi hi. Alhamdulillah.


Kuliah pak Buntoro: Entrepreneurship

Kuliah dari pak Buntoro (di kuliah Elektronika Industri) jadi dilakukan tadi siang di Aula Barat ITB. Acara agak sedikit terlambat karena ruangan belum ditata dan mahasiswa ada yang baru pindah dari kuliah di kelas lain.

Setelah saya memperkenalkan secara singkat tentang pak Buntoro, pak Buntoro mulai memberikan presentasinya. Intinya adalah tentang entrepreneurship. Berikut ini beberapa catatan yang saya ingat. (Maklum saya hanya mengandalkan ingatan karena tidak sempat mencatat.)

Yang pertama adalah ada perbedaan antara wirausaha dan entrepreneur. Contoh yang paling mengena buat saya adalah tukang bakso (contoh wirausaha) dangan Bakmi GM (contoh entrepreneur). Saya juga cukup kaget bahwa perputaran uang tukang bakso bisa Rp 100 juta/tahun. Tentunya Bakmi GM 1000 kalinya dari itu.

Presentasinya informal dan kadang saya menimpali dari sisi sebelah kiri, ala dagelan.


Pak Buntoro memberikan buku biografinya kepada ketua kelas, Sabrina. Janjinya Sabrina membaca (atau mahasiswa lain membaca) dan memberikan komentar ke pak Buntoro.

Pak Buntoro menjawab pertanyaan. Ada beberapa pertanyaan dari mahasiswa. Saya lupa pertanyaannya apa saja. Ini yang teringat.


Apakah bapak pernah gagal? Bagaimana kiatnya mengatasi itu?

Tentu saja saya pernah gagal. Banyak entrepreneur yang sukses yang tidak menceritakan masa kelamnya. Sebagai contoh, saya dulu memiliki usaha membuat bemper mobil ketika mobil masih menggunakan karoseri. Pada suatu saat mobil berubah (cbu?) dan tidak membutuhkan bemper dari karesori lagi. Perusahaan kami mati mendadak. Sudden death.

Untuk itu sekarang kami tidak ingin mati mendadak dan menerapkan aji rawe rontek. Kami memiliki banyak produk alternatif. Mati satu tumbuh lagi.


Pak, saya kok tidak merasa terpanggil menjadi entrepreneur. Bagaimana ini?

Jawaban pak Buntoro adalah pada prinsipnya ini adalah masalah tak kenal maka tak sayang. Bagi yang belum merasakan nikmatnya menjadi entrepreneur akan susah memahami karena menjadi entrepreneur yang sukses itu tidak mudah. Kegagalan untuk menjadai entrepreneur adalah 99,9%. Suksesnya hanya 0,1%. Jadi harus dicoba dahulu agar bisa mengenal. Nanti setelah mengenal mungkin suka.

Nah, mumpung menjadi mahasiswa silahkan dicoba untuk memulai, misalnya dengan usaha jual pulsa telepon. Kalau saya dulu memulai dengan kerja membobok dinding dan memasang kabel listrik. Kalau sekarang mungkin lebih mudah. Ya dengan jualan pulsa telepon dulu. Mungkin suatu saat bisa membeli


Sebetulnya seberapa penting keberadaan entrepreneur itu?

Pak Buntoro menjawab dengan mengambil kutipan dari pak Ciputra, bahwa di Indonesia dibutuhkan sekitar 4 juta entrepreneur (yaitu 2% dari populasi Indonesia). Saat ini baru ada sekitar 400 ribu orang.

Mengapa penting? Karena keberadaan mereka membuat lapangan pekerjaan dan memberantas kemiskinan di Indonesia. Ini yang mestinya dipahami oleh pemerintah.  Bayangkan apabila seorang entrepreneur bisa mempekerjakan 1 orang, atau 2 orang, atau 3 orang. Apalagi bila lebih.

Inilah pentingnya keberadaan entrepreneurs di Indonesia. Dan mumpung kalian masih muda, harus dimulai dari sekarang.

.

Bagaimana pendapat bapak mengenai biopreneur?

Satu lagi adalah tentang masalah pendanaan atau modal. Bagaimana mendapatkan modal bagi kami yang baru memulai?

Biopreneur harus dikaji lebih teliti. Masalahnya adalah kita memiliki keterbatasan lahan. Seberapa banyak lahan yang bisa kita tanami dengan kelapa sawit atau padi, misalnya. Sementara itu untuk industri, pemanfaatan lahan bisa dbuat seefisien mungkin.

Untuk permodalan, jika Anda berkeinginan untuk meminjam dari bank, maka Anda harus memiliki track record. Mulai dari menabung sehingga ada sejarahnya. Bank akan memberikan pinjaman jika Anda mempunya catatan yang baik. Bayangkan jika Anda yang menjadi bank dan tiba-tiba ada seseorang yang mungkin IPnya 3 koma sekian ingin meminjam uang karena dia memiliki ide yang bagus. Anda belum tentu memberi pinjaman jika orang ini tidak memiliki track record yang bagus bukan?

Begitulah sesi tanya jawab yang saya ingat.


Pada bagian akhir, saya menyerahkan kenang-kenangan berupa buku saya.

Terima kasih pak Buntoro. Jangan kapok ya.


Kuliah Tamu: Entrepreneurship

Hari ini, kuliah saya (Elektronika Industri) akan mendapat tamu. Pak Buntoro akan menjadi pembicara dengan topik seputar industri. Saya kira ini cocok karena kelas saya mahasiswanya dari jurusan Teknik Industri, bukan jurusan Elektro.

Pak Buntoro sendiri adalah seorang entrepreneur, yang bahkan merupakan finalis entrepreneur of the year 2007, Ernst & Young award. Coba lihat blognya. Dan yang menarik juga adalah Buntoro for president. :D (Yang terakhir ini nampaknya sudah lama tidak diupdate.)

Nanti saya rangkumkan isi kuliahnya.

Selamat pagi…


Software Lebih Mudah?

Latar belakang saya adalah hardware. Maklum saya berasal dari lab elektronika dan dahulu memang saya hobi ngoprek elektronik sampai ikutan ORARI segala. Pada jaman itu (awal tahun 80-an), memang komputer belum populer dan masih mahal. Maka belum banyak yang ngoprek software.

Sekarang nampaknya jaman sudah terbalik. Lebih banyak orang yang ngoprek software daripada hardware. Saya lihat di lab kami juga begitu. Lebih banyak mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir atau penelitian dalam bentuk software dibandingkan hardware.

Pernah sekali saya tanyakan kepada seorang mahasiswa dari jurusan elektronika, mengapa dia mengerjaan tugas akhir dalam bentuk software bukan hardware. Jawabannya adalah lebih mudah. Hah? Saya kira ini adalah pandangan umum; bahwa membuat software lebih mudah dibandingkan hardware.

Saya katakan kepada mahasiswa yang bersangkutan bahwa kalau memang softwarenya hanya main-main atau asal-asalan, ya memang “mudah”. Kalau ingin membuat software yang “sungguhan”, maka dia tidak mudah. Tanpa ilmu yang benar, software kita bisa jalan tetapi mungkin dia tidak efisien (tidak bisa digunakan untuk data yang jumlahnya besar) atau mengandung bugs.

Dulu, ketika saya belum belajar ilmu komputer, saya memang bisa memprogram (dengan belajar sendiri). Ketika saya membuat simulator, sebuah program yang menghasilkan test pattern untuk rangkaian digital, ternyata program saya hanya bisa jalan untuk beberapa puluh transistor. Saya tidak yakin program saya bisa jalan dengan jumlah transistor yang ratusan. Padahal rangkaian sesungguhnya saat ini mungkin memiliki jutaan transistor. ha ha ha. Ternyata saya mengalami masalah dengan kompleksitas.

Setelah mempelajari ilmu komputer (teori-teorinya), barulah saya sadar bahwa membuat software ternyata tidak mudah. :) Bayangkan, untuk mengurutkan (sorting) saja ada banyak algoritmanya. Belum lagi urusan pemilihan struktur data yang paling tepat untuk sebuah problem tertentu. Ternyata ruwet juga.


Komik Jadul

Berikut ini beberapa hasil scan sampul muka beberapa komik jaman dahulu yang berhasil saya peroleh tadi pagi ketika jalan-jalan ke Parijs van Java.

Yang pertama adalah “Dagelan Petruk Gareng“. Komik ini berisi lawakan Petruk, Gareng, dan kadang-kadang ada Bagong. Setiap halaman berisi satu cerita singkat. Gambarnya sederhana tetapi lucunya luar biasa. Mungkin guyonannya agak “kasar”, slapstick?, fisik, seperti film kartun Tom and Jerry kali ya? Hi hi hi.

Komik ini rasanya sudah ada sejak jaman 1970-an (atau mungkin malah tahun 60-an?). Nah, pada masa itu ejaannya masih menggunakan ejaan lama. Sementara komik yang saya beli ini sudah menggunakan ejaan baru meskipun uangnya masih menggunakan uang lama. Misalnya, makan hanya Rp. 20,-. Hi hi hi.

Saya lihat ada tiga buku yang berbeda. Saya hanya membeli dua dulu saja. Sampul bukunya berupa sampul jilid biasa. Mungkin sampul aslinya sudah rusak? Entahlah. Yang penting saya punya bukunya.

Komik kedua yang menarik perhatian saya adalah komik Godam dari Wid NS. Yang ini ternyata paket yang berisi dua komik (di dalam plastik). Ketika beli saya tidak tahu apakah ceritanya adalah cerita yang lama atau cerita baru. Nanti setelah saya baca baru bisa saya ceritakan. Atau, Anda beli sendiri gih. hi hi hi.

Bagi Anda yang masih muda (hi hi hi), Godam adalah tokoh superhero Indonesia yang mungkin seperti Superman.

Komik ketiga, ternyata temannya Godam yaitu Gundala putera petir. Wah lengkaplah. (Tadi ngintip isi cerita Godam itu, di sana ada Gundala dan Aquanus. Waaa… para superhero Indonesia berkumpul.)

Gundala adalah superhero yang bisa berlari dengan cepat dan bisa mengeluarkan petir. Mungkin seperti Flash ya? Tapi Gundala lebih bagus karena lebih lucu ceritanya. hi hi hi. Hasmi, sang pengarangnya, sering membuat humor kecil-kecilan di dalam komiknya. Lihat saja nama musuh Gundala adalah Ghazul. hi hi hi. Entah kenapa, lucu aja bagi saya.

Sama seperti komik Godam, saya tidak tahu apakah ceritanya baru atau lama. Dugaan saya ini cerita lama.

Beberapa waktu yang lalu saya juga membeli komik Gundala yang “baru”, dalam artian yang ceritanya baru, gambarnya baru, dan diterbitkan baru. Penerbitnya lain. Jadi asumsi saya yang ini berbeda dengan yang baru itu.

Wah jadi flashback ke jaman dahulu.


Mengunjungi Blitzmegaplex

Sabtu ini saya sempatkan untuk mengunjungi Blitzmegaplex di Parijs van Java Bandung. Sebetulnya saya ke sana ingin menengok toko (digital beat store) yang sedang saya benahi. (ceritanya panjang dan saya simpan dulu ya.) Saya juga sedang mencari ide untuk presentasi saya tentang teknologi dan cinema.

Sampai di PVJ saya jalan-jalan dulu dan karena kelaparan, makan di Qua-li. (Cerita dan foto menyusul.) Setelah itu ternyata menemukan toko komik yang menjual komik lama. Wah, langsung beli beberapa. (Cerita dan foto menyusul. Halah. Jadi placeholder gini semua.) Setelah itu baru saya ke Blitzmegaplex.

Sampai di sana saya apply blitzcard dulu karena blitzcard saya yang lama tidak tahu dimana (rasanya saya berikan ke Rois). Jadi saya apply lagi saja. Kemudian saya ngopi di situ sambil ngobrol dengan store managernya.

Sebetulnya ingin nonton juga tetapi tidak sempat. Ada beberapa film yang menarik perhatian. Lain kali harus cari waktu yang lebih panjang supaya bisa nonton. Sementara ini saya duduk-duduk saja sambil memikirkan ide untuk materi presentasi minggu depan.


Selamat Pagi … (jilid 2)


Selamat Pagi …


[dipotret beberapa menit lalu di depan rumah]

Selamat pagi …

Pagi ini cuaca di Bandung cerah, meski cukup dingin (setidaknya di tempat saya masih dingin).

Apa acara weekend Anda?


Tinta Pemilu

Bagi yang nyoblos nyontreng pada Pemilu 2009 kemarin jarinya dicelupkan kepada tinta. Tujuannya adalah agar seseorang yang sudah memilih tidak memilih (di TPS lain). Di dalam dunia security, aspek ini dikenal dengan nama non-repudiation.

Beberapa tahun yang lalu, ketika penggunaan tinta ini pertama kali digunakan, ada keributan. Pasalnya, tinta yang digunakan seharusnya memiliki karakteristik susah dihapuskan untuk beberapa hari. Akhirnya tinta tersebut harus diimpor (dari India?). Bahkan ada keributan mengenai apakah tinta yang bertahan beberapa hari itu membuat wudhu tidak sah? Pokoknya ramelah.

Nah, sekarang saya perhatikan tidak ada keributan seperti itu lagi. Kita sudah dapat menerima penggunaan tinta ini, meskipun kelihatannya tinta yang digunakan sekarang adalah tinta biasa yang bisa dicuci. Bekas tinta di jari kelingking saya sudah hilang :)

Nampaknya kita sudah dapat menerima tinta ini sebagai tanda bukti tidak bisa menyangkal (non-repudiation) meskipun teknologi yang digunakan tidak secanggih sebelumnya (dalam artian spesifikasinya tidak seperti sebelumnya). Mungkin ini hal yang bagus ya? Setidaknya, dia lebih murah (mestinya). Yang penting faktor pencegahan (untuk melakukan pemilihan lebih dari satu kali) sudah tercapai.


Libur Artinya Akses Blog Menurun

Berdasarkan pengamatan statistik blog in, pengunjung kebanyakan mengakses pada hari kerja. Artinya mereka mengakses dari kantor atau sekolah. Alasan lain, pada hari libur (weekend - bukan hari kerja) mungkin orang punya kegiatan lain (jalan-jalan, acara keluarga, tidur, dan seterusnya) sehingga tidak mengakses internet.

Nah, sekarang ada libur empat (4) hari. Jadi trafik ke blog akan menurun. Nanti kita buktikan hipotesa ini.

Ada beberapa pemikiran:

  • generate traffic dengan banyak menulis di hari libur ini (tetapi artinya mengambil waktu libur kita) untuk menarik pengunjung blog yang justru aksesnya dari rumah (dan lagi bete karena kelamaan libur – hi hi hi);
  • jangan menulis yang bagus-bagus karena toh tidak terbaca, pembaca baru kembali hari Senin – yang bagus buat nanti saja;
  • mungkin untuk kali ini dunia blog masih ramai karena semua orang ingin menyampaikan ceritanya tentang pemilu 2009 (yang tidak ramai menurut saya – gak ada cerita yang menarik);
  • … apa lagi ya?

Sekedar pemikiran melompat-lompat di hari libur…

Selamat berlibur.


Frekuensi TV Analog Untuk Digital

Di Amerika TV analog sudah ditutup. Nah, spektrum frekuensi yang tadinya digunakan untuk TV analog bisa digunakan untuk perangkat wireless (digital).

Bagaimana di Indonesia?


Pemilu 2009

Berangkat ke tempat TPS… TPS 37 ini hanya beberapa langkah dari rumah. Di dinding pagar dan tempat memilih dipajang daftar caleg yang bisa dipilih. Tidak ada yang kenal!

Melihat ada 4 kotak suara… Wah, mulai bingung…

Panitia sibuk bekerja. Entah sampai jam berapa mereka nantinya bekerja.

Tempat mendaftar…

Suasananya sebenarnya asyik juga.

Setelah selesai memilih, kelingking bertinta… Untung yang dipakai tanda adalah jari kelingking. Coba saya pakai jari tengah. Hi hi hi. Nanti dipotretnya bagaimana? Hi hi hi.

Setelah ini apa ya?


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.