Pertanyaan untuk Anda. Apabila Anda dihadapkan kepada dua pilihan produk; yang satu adalah buatan Indonesia tetapi harganya mahal sekali, yang satunya lagi buatan luar negeri dengan harga yang jauh lebih murah. Mana yang Anda pilih?
Produk yang dimaksud di sini bisa berbagai jenis, mulai dari baju sampai ke alat elektronik. Ada banyak contohnya, tetapi yang paling menarik adalah produk telekomunikasi. Lihat saja handphone kita. Bagian mana yang buatan dalam negeri? Kita hanya menjadi pasar. Kapan kita bisa menjadi produsen ya?
Masalahnya kalau kita selalu memilih produk buatan luar negeri, maka produk dalam negeri tidak ada yang membeli dan tidak mencapai critical mass untuk harga murah. Akibatnya kita selalu impor. Uang kita ke luar negeri semua. Lantas devisa kita dari apa ya?
Sementara itu kita juga tidak punya uang (terlalu banyak) untuk membayar lebih mahal untuk sebuah produk. Kalau harganya tidak jauh berbeda, tentu saja kita membeli produk buatan Indonesia. Masalahnya kalau harganya jauh lebih mahal sementara kualitasnya sama. Bagaimana ya?
Dukung produk Indonesia!
Saya kira dalam kondisi sebenarnya, harga2 barang yg dibandingkan itu, tidak akan ekstrim jauh. Liat komentar saya juga di facebook.
Dukung produk Indonesia!
Trims.
bukannya sudah ada merek handphone dari indonesia, pak?
ya, dilematis juga sih. sudah semestinya pemerintah menyokong produk dalam negeri. banyak caranya. bisa dengan subsidi, pemberian kemudahan2, insentif, dsb.
Kalau kendalanya di biaya produksi, produknya bikin di China saja, pak. Kan biaya produksinya lebih murah. Bisa 3 kali lipat lho. Merek eropa, amerika, kanada, jepang, korea juga banyak yang dibikin di China.
Kalau kendalanya di pemasaran, pakai taktik yang berbeda untuk membidik segmen pasar Indonesia yang sensitif sama harga.
Gitu aja pak biar ga kepanjangan.
sebagian produk kita membanggakan juga lho pak. tas bagteria, poligon, essenza, batu ABC dll
sukses di luar negeri. tp sayang cuma segelintir.. penetrasi produk impor lebih banyak ya pak..
eh.. kalo mo cari hp baru + harga hp mampir blogku ya.. trims
Kalau masih kalah di kuantitas dan kualitas, rasanya bagus juga kalau kita fokus juga ke perbaikan komoditas unggulan Indonesia, seperti karya seni dan budaya, lalu menggunakannya dalam mengompori rasa nasionalisme masyarakat untuk lebih memilih produk dalam negeri.
Contoh sederhana, fakta tentang musik pop Indonesia yang begitu populer di Malaysia bisa membangkitkan rasa bangga, sehingga orang lebih memilih produk lokal ketimbang dari negara tersebut. Fakta tentang batik cetak dari China yang inferior menyadarkan bahwa batik tulis adalah aset berharga Indonesia. dsb, dsb.
@Farijs: Handphone lokal bukannya cuma rebranding produk China?
bukannya harga yg dari luar negeri yg mahal yakz?
hehehe
klo pilihannya antara dua itu sih biasanya orang bakal milih yang bikinan luar negri dengan harga lebih murah. bukan karna kualitas barang dari indonesia lebih buruk, tapi kalo emg harganya lebih mahal ya org bakal pilih yang lebih murah, aplg ibu2 buat milih kebutuhan sehari2. hehe..
kalau ndukung JK-WIN aku pilih produk indonesia
sayang aku lagi mikir perlu milih mereka ga ya…..
kalau dulu pahlawan membayar nasionalisme dengan nyawa mereka tapi sekarang apa kita juga kudu membayar nasionalisme dengan demikian kayaknya koq naif. nyang jelas hukum pasar dan hukum konsumen harus berlaku. ana rega ana rupamahal kalau kualitas jelek ya tinggalin aja.
Produksi dan pemasaran adalah proses berkesinambungan agar sebuah produk sukses di pasaran. Jikalau produk kita lebih mahal dari produk2 China dan kualitasnya sama, sementara produk2
selundupanChina lebih murah, dan pada akhirnya lebih dibeli masyarakat, ya jangan menyalahkan masyarakat yang mempunyai income rendah.Bagaimana solusinya?? Jika produk kita memang bagus, tetapi kurang diterima karena mahal, ya kenapa tidak berusaha untuk ‘mencuri’ pasar luar negeri minimal pasar negara-negara tetangga yang notabene lebih makmur. Kita harus mampu juga dong memasarkannya jangan cuma bisa mampu memproduksinya, karena kesuksesan sebuah produk adalah proses berkesinambungan dari memproduksi hingga memasarkannya.
Jadi, untuk rakyat Indonesia dihimbau untuk cintailah produk dalam negeri. Bagi produsen Indonesia, jangan cengeng! Rebutlah pasar seluas2nya baik di dalam maupun di luar negeri.
kayaknya kalo ada produk asli indonesia banyak dari kita yang akan bangga memakainya…
karena sekarang jaman sudah berubah, dulu mungkin banyak orang malu pakai buatan dalam negeri sampai ibaratnya peniti aja harus diberi merek made in japan.
Tapi sekarang, distro aja bisa menjamur dengan suksesnya, ini membuktikan pola pikir konsumen yang foreign minded sudah banyak bergeser.
harusnya industri indonesia sudah mulai pede untuk merambah ke bidang elektronik. karena banyak sarjana-sarjana lulusan teknik yang masih nganggur ataupun kerja di bidang yang jauh dari disiplin ilmunya… coba yang kayak gitu dipergunakan…
beberapa tahun lalu malah tim robot kita menang robocon internasional, itu kan berarti kita gak kalah ama bangsa2 lain di asia termasuk jepang, korea dan china..
pak budi pasti lebih tau kemampuan kita dlm bidang teknik… iya gak pak?
NASIONALISME DAN DEMOKRASI SAMA2 SAMPAH YANG BUSUK BUATAN MANUSIA SEDANG KALAU MAU PRODUK YANG UNGGUL TIDAK ADA YANG LAIN KECIALI ISLAM
HANYA ORANG2 BODOH YANG MENAWARKAN NASIONALISME ATAU DEMOKRASI ORANG PINTER PASTI PILIH PRODUK YANG AGUNG YAITU ISLAM
@ caberawit: saya secara umum setuju dengan saudara, tapi akan lebih baik kalo menyampaikan sesuatu, apalagi kebenaran dengan cara yang ahsan… trims
Mas, rasa nasionalisme ga diukur dari mbeli barang dong.
Anggota DPR kita yg korup apa punya rasa nasionalisme?
Devisa kita cukup sebetulnya kalau ga digerogoti dari tingkat atas, menengah maupun bawah.
Para TKW kita punya andil besar dalam soal devisa, tapi apa yang mereka terima…? Laut kita cukup kaya, tapi sejauh apa perlindungan thd kelautan diterima (banyak nelayan asing) sementara patroli laut kesulitan dg peralatannya yg ketinggalan? Hutan kita cukup punya devisa tapi kemana larinya? Sumber alam kita apalagi, mas. Jadi serba ribet kan?
Kalau soal beli barang produk dlm negeri ya tergantung kualitas dan harganya dong.
Salam Indonesia!
semua itu dikembalikan lagi kepribadinya masing-masing apakah sudah mempunyai jiwa nasionalisme? kalo menurut pandangan saya pribadi kebanyakan produk-produk yang memakai nama lokal (branding lokal) pada umumnya bahan bakunya masih impor dari luar negeri. dimana semua produk impor berpatokan pada kurs dolar bila dolar naik harga jualnya pun akan ikut naik. Padahal Indonesia kaya akan SDA, apakah tidak bisa untuk memproduksi semua bahan baku agar nilai jual suatu produk akan lebih murah? padahal banyak orang pintar di Indonesia. bukan begitu pak budi?
salam, nibrung aaah (tapi jangan dituntut pencemaran ya … heee kacian…)
masalahnya bukan pada harga dan nasionalisme dech kayaknya…. tapi pada mental pemerintah yang penguasa dan pengusaha ….
kalau serius, semacam politik swadeshi (salah tulis gak?) mesti bisa…. juga ada banyak produk yang jelas lebih murah daripada produk impor lho… misal, tiwul,gemblong, tempe, mendoan,wedang jahe, wedang bandrek, sayang gak ada yang membuat instan ya….
Ya milih produk Lokal dunK….!!! byar perekonomian Qt kuat…!! “Walo HP saya juga bukan produk lokal….heheheh…”
Usul 1 lagi Pak Bud,
“NgeBloh dalam Bahasa Indonesia” Agar Lebih Bermanfaat Bagi Anak Bangsa….
Pilih yang murah dan buatan Indonesia, btw ada yang tau beli sepatu JK collections di mana?
wehhhh lha ini yang baru saya alami….
bisa menjawab nasionalisme VS prinsip ekonomi ga ya???
coba baca sini:
http://ekojuli.wordpress.com/2009/06/27/nasionalisme-vs-prinsip-ekonomi/
Kalau saya sih terus terang milih buatan indonesia Pak Bud. Tapi sya keseringan gak terus terang, jadi kebanyakan punya produk luar yang murah. Mungkin yang salah PeeLeN kali ya? Sehingga saya sering kurang terus terang.