Hari ini merupakan lanjutan dari Training OpenSPARC, yang dilaksanakan dua hari di kampus ITB. Acara ini juga dibroadcast melalui jaringan komputer ke UGM. Bahkan presentasi pertama pagi tadi dilakukan secara jarak jauh dari markas Sun Microsystems di Silicon Valley, California.
Jika kemarin isi materinya lebih fokus kepada aspek perangkat kerasnya (hardware), maka hari ini fokusnya adalah kepada software (openSolaris, compiler, dan seterusnya). Kemarin diceritakan mengenai sejarah prosesor SPARC dan juga trend ke depannya.
Trend prosesor ke depan adalah multithread dan multicore (yang mana setiap core bisa melakukan multithread). Dijelaskan manfaat dari ini semua. Saya sempat menanyakan cost dari keberadaan multicore dan multithread ini. Maksudnya, kalau saya ingin membuat prosesor yang paling murah, apakah memang signifikan jika core-nya saya kurangi dan thread-nya dikuraing (semuanya dibuat satu saja)? Jawabannya kurang jelas bagi saya. Seakan-akan mereka mengatakan bahwa area yang digunakan menjustifikasi kecepatan yang diperoleh. (Mungkin perlu sebuah kajian mengenai hal ini.)
Untuk mengelola multicore dan multithread dikembangkan sebuah mekanisme yang disebut hypervisor. Keberadaan hypervisor ini digunakan untuk mengelola yang disebut Local Domains (Ldoms?) yang bisa dimanfaatkan menjadi virtual machine!
Nah, desain prosesor SPARC (dalam hal ini yang digunakan untuk OpenSPARC T2) memiliki multicore dan multithread. Keberadaan mereka akan percuma jika tidak dimanfaatkan oleh software. Hari kedua ini membahas tentang pemanfaatan multi(thread, stands) dengan menggunakan Sun Studio (compiler suite dari Sun Microsystems).
Di akhir acara, partisipan berpotret bersama.

Begitu laporan singkatnya. Sebetulnya ada banyak hal-hal kecil yang ingin saya tuliskan tetapi belum sempat.