Saat ini sedang rame dibahas tentang pemilihan ketua umum Ikatan Alumni Elektro (IAE) ITB. Bahkan besok (hari Kamis, 30 Juli 2009) akan ada hearing di kampus ITB. Saya sendiri tidak dapat hadir di acara tersebut karena harus mengajar.
Ada banyak hal yang ingin saya katakan (tanyakan), tetapi nanti tulisannya menjadi panjang lebar dan membosankan. Satu-satu ya.
Soal cara pemilihan. Saat sedang didiskusikan apakah pemilihan (nyoblos, nyontreng) harus dilakukan secara fisik di tempat pemilihan ataukah boleh lewat media elektronik (internet, sms, dsb.). Sementara ini panitia nampaknya condong ke harus datang secara fisik. Alasannya adalah untuk “maksa” datang sehingga terjadi kumpul-kumpul (silaturahim). Takutnya, nanti kebanyakan akan memilih elektronik (maklum orang elektro – siapa sih yang gak punya akses internet / sms?).
Sisi negatif pemilihan secara fisik ini adalah adanya banyak orang yang tidak dapat ikut pemilihan. Saya salah satunya karena kemungkinan saya berada di luar kota (di luar negeri). Begitu juga bagi alumni yang kebetulan tidak ada di Jakarta & Bandung (tempat pemilu) mereka tidak bisa ikut memilih. Sayang sekali.
Saya termasuk yang mendukung adanya mekanisme pemilihan secara elektronik. Mosok orang elektro *TIDAK MAU* menggunakan mekanisme elektronik (dengan alasan apa pun). Bagaimana dengan orang yang bukan elektro dong? Malu ah.
Yang kedua, IAE kan bukan hanya untuk alumni yang tinggal di Bandung atau Jakarta saja, bukan?
Mudah-mudahan pendapat saya ini mendapat perhatian dari panitia.