Archive Bulanan: Agustus 2009

Warna dan Hitam-Putih

[Kali ini gambarnya tidak diproses dengan menggunakan software.]


Jajan Pasar

Nggak tahan mau posting … hi hi hi. Mudah-mudahan gambar jajanan pasar ini tidak membuat ngiler dan batal puasa. hi hi hi.


Baca Al-Qur’an

Kemarin teman-teman Arafah51 (seperjalanan haji) ngumpul dan buka puasa bersama di rumah pak Suroto. Ustad Mochtar Chalid datang juga dan memberikan ceramah.

Isi ceramahnya adalah tentang bulan puasa, yang mana salah satunya adalah banyak baca Al-Qur’an. Wah … Hayo kapan terakhir buka Al-Qur’an? Sekedar membuka dulu aja deh. Setelah itu baru meningkat baca. Kata ustad juga, bersihin debu yang ada di Qur’an dulu aja deh. :)

Senangnya kumpul-kumpul bersama ini adalah adanya saling mengingatkan. Makan-makannya juga seru sih. hi hi hi. Foto makan-makannya mau ditampilkan di sini, tapi nanti bikin batal puasa. he he he. Nanti aja ya? [Atau browsingnya hanya boleh setelah buka puasa?]

[foto bersama setelah buka puasa. ayo silahkan di-tag sendiri-sendiri. eh, gak ada tag ya di wordpress. he he he.]


[ketawa-ketawa]


[serius]


[setengah serius]


Sampah

Hari libur menghasilkan banyak sampah. Sebetulnya mungkin jumlah sampahnya sama, tetapi pegawai kebersihannya sedang libur. Setelah hari kerja baru bisa dibersihkan. Sampah numpuk sebentar.

Berikut ini adalah foto (yang difilter jadi painting) sampah di depan perpustakaan ITB. Sampah hasil dari liburan.


Selamat Pagi

Kali ini selamat paginya sudah agak kesiangan. Maklum puasa di weekend. Lho apa hubungannya dengan puasa ya? Ada. Biasanya sih kalau hari kerja tetap bangun pagi, tapi kalau weekend ya boleh lah bangun agak siangan. hi hi hi.

Berikut ini adalah obligatory photo-nya.

Sebetulnya foto ini bukan diambil tadi pagi, tetapi tanggal 22 Agustus kemarin dulu. Maunya sih setiap hari mengambil potret dari tempat yang sama. Kemudian foto-foto tersebut disatukan jadi animasi yang berubah setiap harinya. Seperti yang di-tv itu lho.

Saya sudah mencoba membuatnya tetapi hasilnya kurang bagus karena fotonya tidak pas sama tempat dan sudut-nya. Sehingga hasilnya meloncat-loncat (atau lebih tepatnya seperti bergerak-gerak). Tidak bagus. Yang bagus itu kalau ambil fotonya pakai tripod kali ya? Maaf belum punya sih.

Anyway … selamat pagi. Semoga hari ini membawa keceriaan bagi kita semua. Amin. Bagi yang berpuasa, selamat menjalankan ibadah puasa.


tanpa @

tanpa @
… hidup kita menjadi berbeda
… tak ada alamat email
… tak ada twitter

tanpa  @
… mungkin hidup malah jadi lebih baik?


10 lagu (yang mengubah hidup anda)

Di sebuah milis saya membaca tentang topik “10 songs that changed your world“. Sang penulis mengungkapkan topik ini karena dia baru saja menemukan buku tentang 10 lagu yang mengubah dunia (10 songs that changed the world). Ya, sampai ada bukunya! Terus terbayang oleh sang penulis artikel tersebut tentang 10 lagu yang mengubah atau bermakna bagi kehidupannya.

Hmm … Apa ya 10 lagu yang paling bermakna bagi saya? Kok rasanya banyak sekali. Lagu merupakan jejak kehidupan kita. Biasanya kita suka (atau benci) pada sebuah lagu karena ketika pada saat mendengarkan lagu itu kita mengalami hal yang luar biasa. Jadi mengambil 10 lagu yang bermaksa sebetulnya sama dengan mengidentifikasi 10 kejadian yang bermakna dalam kehidupan kita.

Hmmm… apa ya?


Nambah Bahan Bacaan

Belum selesai membaca disertasi mahasiswa (2 disertasi S3 EL, 2 disertasi S3 UNPAD, 1 thesis S2), tiba-tiba datang lagi mahasiswa dengan disertasi. Kali ini disertasi S3 di UPI. Wah, kapan bacanya ya? Semuanya menarik untuk dibaca euy.

Di luar itu masih ada majalah dan buku lagi yang harus dibaca. Belajar speed reading? Skimming?

Duh, duh, duh …


Kreatif? Inovatif?

Dalam pertemuan kemarin (juri di sebuah kompetisi), kami terlibat dalam perdebatan tentang definisi “kreatif” dan “inovatif“. Awalnya kita ingin memberikan penghargaan kepada orang yang kreatif. Nah, apa ya definisi dari kreatif itu? Apa bukannya inovatif?

Ambil contoh begini. Kalau ada seseorang membuat aplikasi games yang lucu, apa dia kreatif atau inovatif? Kalau orang yang buat lagu nyleneh, apa dia kreatif atau inovatif? Rasanya kita lebih sering menggunakan kata kretif, seperti … “wah, dia kreatif euy“. Apakah sudah tepat penggunaan kata tersebut?

Mengapa kok industrinya disebut “creative industry”? Dan masih segudang pertanyaan lagi.

Tentu saja saya bisa melihat kamus untuk menjawab pertanyaan ini, tetapi saya ingin meminta pendapat umum (folks). Kayaknya lebih seru kalau mendengar pendapat Anda-Anda. Hi hi hi. Sok … mangga. Silahken.


Koneksi Internet?

Koneksi internet di kantor? Pantesan lambat … :) Pake acara pusing dulu. hi hi hi.


Jumlah Akses Menurun

Saya perhatikan jumlah yang mengakses blog saya menjadi turun dibanding sebelum-sebelumnya. Tetapi aksesnya menjadi stabil. Kalau dahulu yang akses berfluktuasi dari 1000 sampai 2000 per harinya. Kalau sekarang stabil, 1000-an. Hari libur pun tetap 1000. Apa artinya ini? Saya tidak tahu, tetapi ini beberapa dugaan saya:

  • Sekarang lebih banyak blog sehingga pengunjung yang dulu sering datang ke sini sudah memiliki “dunia”nya masing-masing. Lebih tersebar dan bervariasi. (Seperti di cerita “long tail” mungkin?) Ini bagus, artinya makin banyak blog dan makin banyak content yang bermutu.
  • Tulisan saya tidak semenarik dan/atau tidak sebanyak dahulu. Memang dahulu saya bisa menuliskan 5 sampai 9 tulisan dalam satu hari. Sekarang waktunya tidak memungkinkan. (Kenapa dulu bisa ya?) Dari segi isi, mungkin tulisan saya juga lebih “lurus”. Saya sendiri kok mengalami kesulitan dalam menuliskan cerita-cerita fiksi. (“Aku tak tahu namamu” juga belum selesai-selesai.)
  • Saya banyak ngeblog di tempat lain. Misalnya, saya sedang gandrung photoblogging sehingga sering menampilkan foto dibandingkan tulisan.
  • Apa lagi ya?

Jadi bagaimana? Ya gak bagaimana-bagaimana. Wong namanya juga menulis untuk kesenangan. Soal isi tulisan, nanti akan muncul ide tulisan baru yang menarik lagi. Siapa tahu cerpen malah menjadi novel :) hi hi hi. Siapa tahu … nggak janji ah.


Ambil Yang Baik

Ambil yang baik, tinggalkan yang buruk …


Desain Materi Presentasi

Semester ini (dan seperti tahun lalu) saya mengajar kuliah Pengantar Teknologi Informasi. Buku teks yang digunakan memberikan materi presentasi dalam bentuk power point, tetapi kualitasnya sangat buruk (menurut saya).

Salah satu yang membuat saya kesal adalah desain dari presentasinya terlalu membingungkan. Ini saya ambil contoh slide aslinya.

Yang menjadi masalah bagi saya adalah terlalu banyak hal yang tidak penting di slide tersebut. Judul buku, “Tomorrow’s technology and you”, semestinya tidak perlu dicantumkan di setiap halaman slide. Cukup di halaman pertama saja. Kemudian di bawahnya terlalu banyak tombol-tombol yang tidak perlu. Ini contoh yang tidak terlalu bruuk. Ada yang lebih buruk lagi.

Karena tidak tahan, akhirnya saya layout ulang slidenya. Ini hasil buatan saya.

Sebenarnya saya masih belum suka dengan hasil akhir ini karena masih terlalu banyak kata-kata dalam satu halaman tersebut. Akibatnya, mahasiswa membaca semua kata-kata yang ada di sana. Semestinya dengan hanya melihat sepintas, kita bisa menangkap isinya.

Ah, nanti saya buat ulang saja :(

Bagaimana menurut Anda?


ambil flickr pro gak ya?

Ternyata kebutuhan storage untuk foto saya semakin besar. Saya lihat ada beberapa orang yang menggunakan flickr pro (berbayar sekitar US$25/tahun). Kelihatannya mereka happy. Yang saya lihat adalah unlimitted storage :)

Nah, apakah memang flickr pro itu sepadan dengan uang segitu?


Membiarkan Gambar Berbicara

Akhir-akhir ini lebih sulit bagi saya untuk menuliskan kata-kata. Lebih mudah bagi saya untuk menampilkan gambar saja. Biarkan gambar yang berbicara. Ini gara-gara photoblogging juga :)

[orat oret di panggung tadi. jadinya malah digunakan untuk permainan ice breaker. jadi, ada lomba mengirimkan pesan. pesannya adalah "konvergensi". ada yang melakukannya dengan berbisik dari satu orang ke orang lain dan ada yang menggunakan sms. ternyata hasilnya yang tercepat adalah (1) tim bisik2 perempuan [sekitar 15 orang], (2) sms pria, (3) sms perempuan, (4) tim bisik2 pria (sekitar 30 orang) … dan salah pula! hi hi hi.]

Menuliskan kata-kata ternyata membutuhkan lebih banyak waktu. Setidaknya, bagi saya. Karena banyak yang ingin disampaikan, jadinya saya sering terburu-buru dalam memilih kata. Terlalu sederhana. Terlalu membosankan. Ah.

Menggunakan gambar juga tidak mudah karena harus mencari gambar yang pas. Dalam hal saya, saya lebih suka menggunakan foto buatan sendiri. Jadi, seringkali justru gambar (atau tepatnya foto) yang mendikte isinya.

Foto yang saya buat dan upload (biasanya) terurut berdasarkan urutan waktu. Sehingga tulisan yang munculpun (biasanya) terurut dalam sekuens waktu hidup saya. Jadinya, yang muncul adalah cerita hidup saya dalam versi gambar. Eh, itu yang ditumblr ding. Yang di sini seharusnya bisa lebih bebas, tapi ya itu tadi … saya kesulitan untuk mencari waktu memilah kata-kata. Ya sudah …


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.