Beberapa hari yang lalu saya terikut dalam sebuah rapat yang mana salah satu hal yang dibahas adalah masalah klasifikasi dokumen. Ceritanya ada banyak berkas materi pelajaran dari berbagai sumber yang masuk ke sebuah digital library. Masalahnya adalah bagaimana mengklasifikasikan dokumen tersebut?
Apakah klasifikasi dilakukan oleh seorang (atau beberapa) pustakawan/wati?
Masalahnya adalah mungkin mereka tidak paham isi dari dokumen tersebut. Apakah sebaiknya sebuah makalah yang membahas tentang bisnis musik digital diketegorikan ke dalam daerah bisnis? atau seni? atau teknologi? Ini hanya contoh sederhana.
Salah satu usulan yang ada adalah melibatkan dosen atau pakar bidang untuk menentukan hal itu. Saya sendiri mengusulkan agar orang banyak (folk) dilibatkan saja. Namun nampaknya usulan ini belum bisa disetujui.
Bagaimana menurut Anda? (dan bagaimana secara teori?)


Agustus 15th, 2009 at 8:07 am
Bagaimana kalau dibuat sebuah klasifikasi rujukan (seperti DDC), kemudian setiap pembuat dokumen disarankan memberi tanda pada dokumen yg dibuatnya masuk dalam klasifikasi yang mana.
Agustus 15th, 2009 at 8:30 am
Saya pikir kedua metoda ini bisa digunakan bersama. Taksonomi berguna untuk membantu “document management system” dan folksonomi berguna untuk membantu cross-tagging (seperti contoh bisnis musik digital tersebut.)
Untuk taksonomi, saya tidak tahu apakah IEEE dan/atau ACM punya klasifikasi yang bisa digunakan.
Agustus 15th, 2009 at 2:56 pm
bukunya dikasih tag ya pak
Agustus 15th, 2009 at 9:17 pm
Mungkin bisa niru sistem dmoz.org
Agustus 18th, 2009 at 10:41 pm
Hmm.. saya tidak begitu mengerti tentang teorinya.
Tapi di WordPress, kategori bisa dipilih lebih dari satu. Dan juga menggunakan tag. Sehingga untuk satu dokument, bisa memiliki lebih dari satu kagetori.
Agustus 19th, 2009 at 1:39 pm
Apa beda antara taksonomi, folksonomi, dan klasifikasi?
Agustus 19th, 2009 at 2:22 pm
@galihsatria
Taxonomy: Klasifikasi yang ada root dan tree-nya. Jadi seperti / di Linux Atau Desktop kalau buka Explorer di Windows.
Folksonomy: Sistem klasifikasi kolaborasi seperti menambahkan tag.
Berarti sekarang aku tau teorinya. WordPress pake Folksonomy.