Archive Bulanan: Oktober 2009

indocisc vs terakorp

Hari ini kami bertanding futsal lagi melawan Terakorp dalam liga futsal BHTV. Entah kenapa kok hari ini start-nya lambat sekali sehingga babak pertama kami ketinggalan 4-8. Baru babak kedua kami bangkit sehingga hasilnya adalah 10-9 untuk kemenangan kami. (Tadinya saya kira kami menang 10-8.) Saya sendiri mencetak 3 gol.

Sebetulnya Terakorp bermain sangat bagus. Hanya saja mereka tidak full team sehingga mereka tidak memiliki cadangan. Akibatnya beberapa pemain mereka mengalami kram di akhir pertandingan.

Terakorp:
Eko, 7 gol.
Rio, 1 gol.
Riky, 1 gol.

Indocisc:
Budi Rahardjo, 3 gol dan 2 assist.
Yudhie, 2 gol dan 1 assist.
Bambang, 2 gol dan 1 assist.
Dedi, 2 gol dan 1 assist.
Yan, 1 gol.
Rully, 3 assist.


Server Beres (Sementara)

Tadi pagi saya terpaksa ngoprek mail server di kampus karena sudah dua hari ada masalah. Setelah saya investigasi, ternyata satu dari dua disknya tidak dapat di-mount. Repotnya, yang tidak bisa di-mount tersebut adalah disk direktori /home. Duh.

Penelusuran booting menunjukkan bahwa kadang-kadang disk tidak dikenali pada saat boot. Di BIOS kadang disk (Third IDE Master) terdeteksi dan kadang tidak. Hadoh.

Kayaknya sudah harus ganti hardware. Saya lihat dia dibeli tahun 2003. Wah, umurnya sudah 6 tahun. Nilai bukunya semestinya sudah nol ya? :)

Sekarang server sedang jalan, tetapi saya khawatir kalau nanti listri mati maka dia akan reboot lagi. Nah, yang bikin deg-degan adalah apakah kalau reboot lagi disk terdeteksi? Harus berdoa. Plug and pray.


Mencari Perusahaan Untuk Dibesarkan

Beberapa hari yang lalu saya ditelepon seorang kawan baik saya. Ceritanya dia dihubungi kawannya lagi yang merupakan bagian dari tim investasi perusahaan di Amerika. Mereka sedang mencari perusahaan yang sudah pada growth stage dan ingin dibesarkan.

Perusahaan yang mereka cari adalah perusahaan yang sudah melalui stage start-up dan membutuhkan dana untuk masuk ke liga yang lebih besar lagi. Sebagai gambaran yang dicari adalah perusahaan yang revenue-nya sudah US$ 5 juta (atau lebih) setahunnya.

Ternyata tidak mudah untuk mencari perusahaan sekelas itu di Indonesia. Hadoh. Apa ya? Yang terbayang oleh saya hanya Detik.com. Selebihnya rasanya masih belum. (Meskipun saya melihat ada potensi di perusahaan yang menghasilkan konten kreatif seperti anmasi. Hanya saja mereka belum sampai ke taraf 5 juta US/tahun karena mereka masih baru.) Mereka (para investor tersebut) bisa menemukan perusahaan seperti itu di India, misalnya. Jadi memang harus kita akui bahwa kita masih kelas “warteg” ya? :) hi hi hi.


(being) a dust

a dust
… blown by wind
… pushed away by other dusts

a dust
… is not a star
… that can be identified, even thousand miles away

a dust
… cannot ask for more
… just be glad to take what’s given


Buku Saya Terbit!

Akhirnya setelah menunggu cukup lama, buku saya terbit. Buku ini merupakan koleksi tulisan saya tentang Teknologi Informasi. Ini dia tampilan depannya. Silahkan dicari di toko buku :)

Semoga buku ini bisa bermanfaat.

Catatan dari penerbit:
Kemungkinan sudah ada di toko buku mulai minggu depan dan bisa didapatkan di toko-toko buku berikut.

1. Gramedia,
2. Gunung Agung,
3. Toga Mas,
4. Rumah Buku,
3. Bandung Book Centre,
4. Toko Buku AA,
5. Toko Buku Komara,
6. Toko Buku El-Petra,
7. Toko Buku Dasco,
8. Toko Buku Sekawan,
9. Toko Buku Dunia Bahari
10. Toko Buku Dahlan
11. Toko Buku Merbabu,
12. Toko Buku Indah,
13. Toko Buku Lontar,
14. Toko Buku Raja Murah,
15. dll..

Terima kasih.

OASEMEDIA
Alamat Redaksi: Jalan Karasak Utara 1/1 No. 9 Bandung
Telp. (022) 76630451, Faks. (022) 5203213


Mau?

sebelum dimasak

sesudah dimasak

[dipotret di restoran Layar, Surabaya]


Membaca Tidak Kontribusi

Kadang saya merasa bahwa kalau saya sedang membaca, saya tidak memberikan kontribusi kepada komunitas (umat manusia? hadoh kegedean kali ya?). Kalau menulis, itu memberi kontribusi. Kalau membaca hanya untuk diri sendiri. Jadi ada rasa bersalah gitu kalau sedang menikmati baca. Kaco gak pemikiran seperti ini ya?

Tapi bagaimana bisa menulis (dan memberikan kontribusi) yang baik kalau kita tidak banyak membaca? Wawasan hanya segitu-segitu saja. Ilmu tidak nambah. Nah tuh …

Jadi?


Belok Kiri Tidak Boleh Jalan Terus?

Saya diberitahu bahwa katanya sekarang di jalan, belok kiri tidak boleh jalan terus (langsung). Apakah benar? Bukankah (dahulu) belok kiri boleh langsung kecuali jika ada tanda yang mengharuskan kita mengikuti lampu lalu lintas.

Sekalian pengen ngelempar unek-unek. Meskipun kita boleh langsung belok kiri, sebetulnya hak jalan (right of way) ada dari arah yang lurus. Jadi kita harus bersabar jika ada banyak kendaraan dari sana. Nah, seringkali orang di belakang kita memberi klakson, tidak sabar. Grrr….


Kopi Dan Donat

Tadi pagi melihat mahasiswa bawa tempat plastik yang isinya donat. Mungkin ini pesanan teman-teman sekelasnya dan untuk sarapan pagi bagi yang tidak sempat sarapan di rumah. (Benarkah demikian?)

Memang sangat susah mencari sarapan yang cepat di pagi hari. Kadang saya juga ingin kopi dan makanan sesuatu di kampus, katakanlah jam 6.45 pagi. Franchise kopi (yang itu tuh) belum ada yang buka. Mereka buka jam 8 pagi. Jadi saya mengandalkan pak Parmis (theparmis)  untuk buat kopi atau teh. Hanya donatnya yang gak ada. he he he.

Saya jadi ingat beberapa tahun yang lalu (light years ago, like in 1987), ketika masih mengambil S2 di Kanada. Masih teringat saya harus masuk ke kelas pagi hari. Sampai di kampus, kafetaria sudah buka. Langsung saya sambar kopi dan donat. (Biasanya kami bertiga yang satu kelas – my classmates; Jay and Tawfik – bergantian membelinya.) Lumayan … gula dari donat dan kopi langsung masuk ke darah membuat mata terbelalak menatap rumus matematik di papan tulis. Hi hi hi. Those were the days.


MD5 problems

Tadi mencoba menjalankan program enkripsi yang dilakukan mahasiswa. Salah satu langkahnya adalah menggunakan hash. Langsung saya gunakan “md5sum” di Mac, tetapi ternyata hasilnya kok berbeda dengan MD5 yang lain (seperti yang misalnya online di sini).

Hadoh. Kayaknya harus cari source codenya dan compile sendiri. Oh well.


Membuat Buku Lagu

Saya ingin mengumpulkan lagu-lagu yang saya suka dan dibuat jadi buku (untuk keperluan sendiri saja). Nah, ada usulan format (template)? Apakah sebaiknya saya menggunakan dokumen wordprocessor (word, misalnya) ataukah presentasi (power point dan kawan-kawannya)?

Yang saya butuhkan adalah chord dan lirik. Kalau bisa satu lagu bisa tampil dalam satu (atau maksimal dua) halaman. Tentu saja ada perkecualian untuk lagu yang kompleks, tetapi umumnya seperti di atas.

Saya sudah utak atik kok kurang puas. Masih belum ketemu setelan yang pas; font (jenis, ukuran), desain (apakah dijadikan satu kolom atau dua kolom; portrait atau landscape), dan apakah lirik dan chord disatukan.

Idealnya sih bisa ditampilkan di layar juga, tetapi kalau harus dicetak (diprint) yang juga tidak apa-apa.

Ada saran?


Orang Indonesia Kreatif

Minggu lalu saya ikut menjadi juri di acara Indigo Fellow-nya Telkom. Karena hasilnya sudah diumumkan hari Jum’at kemarin (saya sendiri tidak dapat hadir di acaranya), sekarang saya bisa cerita. :)

Tema dari penjurian adalah mencari tokoh (fellow) yang berkiprah di dunia kreatif digital. Ada tokoh kreator, akademisi, pemerintah, dan entrepreneur (technopreneur).

Ada banyak hal yang membuat saya terkagum-kagum, khususnya adalah kehebatan kreasi orang-orang Indonesia. Saya ambil salah satu contoh saja. Salah satu yang kami interview adalah Christiawan Lie. Anak muda ini adalah founder dari Caravan Studio.

Silahkan lihat situs web-nya. Luar biasa karya komiknya yang bisa masuk ke Marvel Comics. Ada beberapa tokoh (hero, monster, dan seterusnya) di komik Marvel yang merupakan karya mereka. Kemudian ada juga yang dijadikan mainan (toys) oleh Hasbro(?).  Pokoknya luar biasa saja. Salut sekali dengan karya-karyanya. (Ini jadi mengingatkan ketekunan anak saya dalam menggambar. Wah, dia harus dikenalkan dengan Christiawan Lie ini.)

Nampaknya banyak harapan untuk Indonesia …


Buntut Bakar. Mau?

sisanya :) hi hi hi


Liga Futsal Technopreneur BHTV Mulai!

Season 4 Liga Futsal Technopreneur BHTV hari ini mulai …


Tinggalkan DVD?

Kemarin coba pasang DVD lama (berapa lama ya disimpan di lemari?). Ternyata dia tidak bisa jalan. Error. Wah. Ternyata DVD tidak reliable juga :(

Nampaknya sudah saatnya untuk meninggalkan DVD secara fisik dan memindahkan isinya ke harddisk saja. Begitu ya? Sekarang kan sudah banyak pemutar film yang bisa membaca datanya dari harddisk via USB. Siap-siap order disk gede nih. Mari kita mulai dengan 1 TB dulu :)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.