Archive Bulanan: Oktober 2009

Ngajar di kuliah Creativity & Innovation

Hari ini saya akan mengajar di kelasnya pak Angger, yaitu kuliah “creativity & innovation”. Materi presentasi sudah saya siapkan, tetapi kok masih kurang kerasa gigitannya.

Maksudnya begini. Saya coba bandingkan materi presentasi yang saya buat saat ini dengan materi presentasi saya yang lalu, kok desainnya kurang greget. Memang materi presentasi hanya merupakan sebuah panduan dari penyampaiannya (delivery), tetapi dia cukup penting juga. Berarti nanti harus lebih bagus lagi sisi penyampaiannya.

Sebagai pemanasan, saya lihat-lihat TED.com dulu :) Untuk menambah inspirasi.


Belajar Ngeblog

Posting sebelum ini (yang berjudul “mau”) sebetulnya saya buat di kelas untuk menunjukkan kepada mahasiswa cara menampilkan gambar di blog. Tadinya saya pikir hal ini merupakan yang trivial, tetapi ternyata banyak mahasiswa pemula yang belum tahu. Hmm…

Kadang sebagai dosen / guru kita harus sabar untuk mengajari siswa. Ada hal yang menurut kita mudah ternyata sulit bagi mahasiswa. Atau … jangan-jangan, mahasiswanya malas belajar saja ya? Mereka minta disuapi? Hmm… (dibuat lebih susah lagi? hi hi hi.)


Mau?

hmmm….


Menyoal Ganesha, Logo ITB

Untuk ke sekian kalinya, terjadi diskusi mengenai logo ITB yang berupa patung Ganesha. Ada yang keberatan dengan penggunaan Ganesha ini karena berbagai alasan, antara lain:

  • Ganesha merupakan dewa di salah satu agama (mohon koreksi) – pro dan kontra muncul.
  • Masyarakat ITB saat ini tidak memahami relevansi antara Ganesha dengan ITB.
  • Dan seterusnya…

Bagaimana menurut Anda? (Saya sendiri masih belum memiliki opini.)

Pak Yusep malah usul bagaimana kalau logonya adalah Cepot bawa laptop. he he he. Aya aya wae … (Cepot adalah tokoh humor wayang Sunda.) Tapi prinsipnya ada keinginan untuk memperbaharui logonya.

Dulu ITB juga sudah memiliki logotype yang berbeda [nanti dipasang setelah saya memiliki image-nya], tetapi banyak juga yang berkomentar negatif. Adalah yang bilang itu gambar nyamuk, oITB, dan seterusnya. hi hi hi.


Mau?


[beef lamian]


Masalah S3: buku disertasi!

Beberapa hari terakhir ini saya banyak berkutat dengan urusan S3 mahasiswa. Salah satu masalah yang ternyata umum di kalangan S3 adalah … ketidak siapan buku disertasi. Bukan masalah ilmunya sendiri, tapi bukunya!

Banyak mahasiswa yang menganggap enteng penulisan buku sehingga melakukan penulisan secara terburu-buru di akhir batas waktu. Akibatnya, bukunya tidak sesuai dengan apa yang dia kerjakan. Bisa jadi penelitiannya bagus sekali tapi bukunya hanya biasa-biasa saja atau bahkan buruk. Akibatnya, dia tidak mendapatkan penghargaan yang semestinya (nilai tinggi, maksudnya).

Dua mahasiswa S3 saya terpaksa tidak jadi wisuda bulan Oktober ini karena … buku disertasinya dianggap belum sesuai! (Ada komisi yang menilai kelengkapan-kelengkapan. Jadi, sebagai pembimbing pun saya tidak bisa apa-apa/) Sekecil kesalahan atau ketidaksesuaian penulisan pustaka saja bisa menjadi pengganjal. Itulah sebabnya saya sering cerewet kepada mahasiswa saya soal penulisan ini, tetapi mereka tidak percaya. Duh. Setelah kejadian, baru mereka percaya. Makanya …


Beda Selera

Kemarin saya ngajak Rully dan Indra makan. Salah satu menunya adalah Xia Lung Bao (gak tahu ejaan yang benarnya seperti apa) di Banquet. Lihat fotonya di bawah ini. Sedap kan? Di dalam setiap bun ini ada daging dan cairan yang enak rasanya (seperti rasa jahe gitu?).

Ternyata Rully tidak suka dan mau muntah makannya. ha ha ha. Sementara saya menyukainya. Selera makan memang ternyata berbeda ya.

Apa yang menentukan perbedaan selera masakan (makanan) ini?

Bagaimana dengan yang ini? Durian … Sukakah Anda?

Di banyak tempat, durian tidak boleh masuk hotel, tidak boleh dibawa ke kendaraan umum. Padahal, rasanya luar biasa enaknya ya?


Posting dari warnet


S i b u k

Sibuk. Alasan klasik untuk tidak melakukan sesuatu. Kali ini saya gunakan juga alasan ini untuk tidak memperbaharui halaman blog ini. hi hi hi. Tapi, ini bukan alasan yang dicari-cari karena memang sesungguhnya saya sibuk.

Mulai dari hari Kamis lalu saya luar biasa sibuknya. Hari Kamis misalnya, dari pagi saya sudah memberikan kuliah kemudian disambung dengan hadir di dua sidang S3 (kebetulan keduanya mahasiswa saya). Masing-masing sidang S3 itu berlangsung 3 jam lebih! (Dan setelah itu disambung diskusi juga.) Pokoknya selesai-selesai sudah menjelang maghrib. Padahal saya harus menyiapkan pakaian untuk ke Singapura.

Jum’atnya juga pagi-pagi sudah harus siap (jam 3 pagi!). Soalnya kami berangkat menggunakan pesawat jam 6 pagi. Jadi sesudah subuh (4.30) kami sudah harus ada di bandara. Terus sampai di Singapura … kebanyakan jalan. Tidak sempat akses internet :)

Begitulah. S i b u k.

Foto-foto dari hasil jalan-jalan akan diupload. Menyusul. Itu juga kalau tidak sibuk. he he he.


MacBook problem: ethernet tidak aktif setelah upgrade ke 10.5.8

Beberapa hari yang lalu (eh, mungkin 1 minggu yang lalu atau malah lebih) saya upgrade OS MacBook saya ke 10.5.8. Setelah update saya pikir tidak ada masalah. Nah, sekarang saya baru sadar bahwa ethernet port saya tidak bekerja. Entah ada hubungannya atau tidak dengan updare OS itu. Saya pikir ada.

Sekarang saya sedang nyari-nyari informasi di Intenet. Kelihatannya ada masalah yang mirip. Duh :( Apakah Anda pernah mengalami masalah yang sama (etherenet port tidur) di Mac OS X?

Tolong …


Buku Baru

Di hadapan saya ada dua buku baru:

  1. Chris Anderson, “Free: the future of a radical price”
  2. Matthew E. May, “In Pursuit of Elegance: why the best ideas have something missing”

Secara sepintas, buku-buku tersebut kayaknya bagus. (Saya lihat dari bintang yang ada di Goodreads atau Shelfari.) Asyiiikkk. Masalahnya, kapan bacanya ya? (Sekarang sedang memeriksa buku thesis S3 mahasiswa saya.) Waduh …

Sudah baca buku-buku itu? Bagus?


My Students

These are the students in my current class (KU1073 – introduction to information technology).

See you in class …


Sibuk

Seharian kemarin sibuknya luar biasa dengan urusan mahasiswa. Ada beberapa mahasiswa S3 yang maju ke sidang-sidang tertutup.

Nah, masalahnya saya harus membaca buku-buku thesis mereka (yang lumayan tebal dan berisi). Sebetulnya topiknya menarik-menarik. Bahkan bukunya pun bagus-bagus isinya. Hanya saja saya tidak sempat membaca setiap kata-katanya. Saya terpaksa hanya membaca dengan sangat cepat (skimming) dan hanya fokus kepada bagian-bagian tertentu.

Buku-buku tersebut sudah saya kembalikan ke mahasiswa yang bersangkutan. Nanti saya minta versi akhirnya saja. Masih ada satu buku lagi yang harus saya koreksi. Hadooh…


SMS lebih reliable?

Memang nampaknya operator saya masih bermasalah dengan layanannya. Setidaknya, bagi saya dia bermasalah. Ada beberapa teman yang mengeluh tidak dapat menghubungi saya. Katanya saya tidak mengangkat teleponnya. Padahal telepon saya hidup. Lantas saya coba menelepon diri saya sendiri. Memang nampaknya demikian … grrr. Ada nada dering tapi telepon saya tidak bunyi. (Tapi herannya kadang dia ditelepon juga nyambung. Jadi angot-angotan gitu. hi hi hi.)

Ternyata SMS malah lebih lancar. Mungkin kalau handphone saya “tidak dapat dihubungi” pada saat itu, SMS akan coba dikirimkan ulang pada selang waktu tertentu?


Data vs Informasi

Apa beda “data” dan “informasi“?

Pertanyaan ini sering muncul dalam diskusi mengenai teknologi informasi, baik dalam lingkungan informal maupun formal (misalnya di sidang tugas akhir mahasiswa). Menurut Anda, apa definisi dari “informasi“?

Hal lain yang mungkin juga bisa membuat kita merenung adalah:

  • teknologi informasi” dan “teknologi data“. Mengapa “teknologi data” tidak terlalu populer (tidak penting?)?
  • Mengapa ada “struktur data (data structure)” tetapi tidak ada “information structure“?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.