“Aku tak pandai menulis”, kataku dalam hati. Aku ingin bisa menulis seperti halnya penulis-penulis yang bukunya memenuhi rak ruang kerjaku. Bagaimana mereka bisa menulis dengan demikian baiknya? Sementara tulisanku demikian kaku bagaikan angka-angka statistik yang menjemukan.
Aku bukannya tidak berusaha. Sudah banyak buku cara menulis yang kubeli dan tentunya kubaca. Sudah banyak kertas yang kugunakan untuk untuk mencoba menulis. Sudah banyak berkas di komputer yang tak kunjung selesai. Semuanya tetap berkata, “kau tak pandai menulis!”
“Aku tak bisa menulis”, aku berteriak dalam hati. Setidaknya itu yang kukira, tetapi ternyata aku meneriakkannya keras-keras sehingga mata orang-orang di ruang baca ini tertuju kepadaku. Memvonis diriku, “dia sudah tidak bisa menulis, gila pula”. Ya sudahlah. Toh mereka sudah tahu fakta itu. Biarlah semuanya sekarang menjadi terbuka.
Aku tertunduk lesu memandangi kertas yang masih kosong. Corat coret. Doodling. Menyerah? Kapan aku boleh menyerah?
Hmm… terlalu seriusnya aku memandangi kertas ini sampai tidak sadar ada seseorang yang berdiri di depan mejakku. Ketika aku menengadah, sebuah wajah tersenyum. Aku kecut. Silahkan tumpahkan ejekanmu. Aku siap.
“Tapi kamu bisa bercerita”, demikian kau berkata. Tersenyum dan berlalu.
Aku masih terdiam. Mencoba mencerna. Sebuah lampu menyala di otakku. Ya, ya, ya … aku bisa bercerita. Aku sering berdiri di depan dan menceritakan sesuatu sehingga orang tertawa dan mengerti konsep yang sukar sekalipun. Beri aku panggung, akan kusihir kalian dengan ceritaku. Story teller, that’s who I am.
Terima kasih kepada engkau, siapa pun namamu.
dari dulu pengen bisa nulis kek Pak Budi malah tp tampaknya . tiap org punya cara masing2 dalam menulis kali yah. tulisanku kok kaku mulu..
Mas, tak pandai menulis apa? tulisan soal tak pandai menulisnya bagus.
Itu pertanda bahwa Pak Budi sudah mahir menulis
Sehingga objek benchmarking-nya pun meningkat (dan malah merasa tidak bisa apa-apa ^_^).
ini mau nulis blog apa puisi pak? :p
gak pandai tapi tulisannya bisa panjang gitu
gmn klo pandai? ^_^
tinggal tunggu sekitar 500jam lagi kayaknya lewat treshold dan langsung jadi penulis bestseller?
Inilah sesuatu yg indah dan bertenaga dari tulisan jelek Anda
Saya tau ini bukan cerita tentang pak Budi, tapi orang lain yang merasa tidak bisa menulis tapi pandai bercerita padahal sama saja, tinggal menuangkan apa yang ingin anda ceritakan..
mantap tulisannya
karakter menulis terpengaruh dari buku yang sering kita baca juga kan pak?
wuih, curhatan yang mantap, Pak!
aku tak pandai berkomentar, sudah banyak blog yang kucoba komentari tetap saja komentarnya tidak menarik..
hehehe.. *plagiat mode*
btw, banyak juga yang pandai menulis tapi canggung kalo disuruh bercerita..
hi..hi..hi… Bapak secara tidak langsung sebenarnya sudah menunjukkan kemampuan menulis yang sangat baik karena tulisan bapak tentang tidak pandai menulis isinya menarik kok pak.
kalo boleh jujur ya pak, salah satu pemotivasi saya membuat blog adalah blog bapak lho.
Setelah saya amat-amati sekilas, ternyata blog itu ngga melulu hanya curhat melankolis seperti pada blog umumnya.
Tetapi juga bisa tutorial, orientasi objek, dan liputan. Sehingga, dalam menulis blog pun, saya ikut gaya menulis blog bapak.
Terimakasih pak