Setelah nonton Discus, kami jalan-jalan sejenak. Setelah skedul, kami putuskan untuk keluar dulu dari arena dan akan kembali malamnya setelah makan malam. Ini juga supaya saya beristirahat karena rencananya kami langsung pulang ke Bandung dan saya harus mengemudikan kendaraan.
Keluarlah kami dari tempat acara dengan diberikan dua karcis kembali. Langsung kami ke tempat istirahat dan tidur. Sebetulnya kami berencana akan kembali setelah maghrib, tetapi karena cape dan makan dulu akhirnya kami baru berangkat kembali jam 21 malam. Wah, banyak yang sudah kelewat. Yah sedapatnya aja lah.
Sesampai di tempat, kami langsung menuju stage biru yang berada di dalam. Banyak orang yang mulai keluar. Wah, pasti Gugun sudah selesai.
Yah, gak papa lah. Dapat Jan Akerman juga tidak mengapa.
Di stage dua MC sedang mewawancara Gugun. Wah, lewat deh. Tapi … kok agak aneh. Seperti sedang pasang-pasang alat. Lho? Lho? Lho? Ternyata acaranya ditukar. Jan Akerman duluan baru Gugun. Horeee. Akhirnya bisa juga nonton Gugun.
Tidak berapa lama kemudian Gugun langsung memulai shownya. Gugun & the Blues Shelter terdiri dari tiga orang; Gugun, pemain bass dan pemain drums. Saya tidak tahu nama pemain bass dan pemain drumsnya. hi hi hi. Langsung luar biasa. Semuanya bermain dengan sangat hebat. Pokoknya Gugun luar biasalah. Kata orang, Gugun adalah Stevie Ray Vaughan-nya Indonesia.

[foto-foto dan komentar tambahan menyusul. Baru beberapa foto yang sempat saya upload ke sini: http://picasaweb.google.com/bungbr/GugunAndTheBluesShelter]
Setelah selesai Gugun, acara dilanjutkan dengan jam session. Para gitaris dibawa ke atas dan akan main bersama. Untuk mengisi acara mc mengajak penonton berdialog. Pas ngelihat saya, dia kaget dan ketawa. “malem mas,” katanya. Saya juga sebetulnya agak kaget sang mc bisa mengenali saya di antara kerumunan penonton di depan. “Tepuk tangan untuk doktor budi rahardjo dari ITB” katanya. Mampus dah. Untung tidak ada orang yang mengenali saya sehingga saya cuek aja. “Mau ikut manggung mas?” kata sang mc menggangu saya. Anak saya langsung ngakak. ha ha ha. Kurang ajar. Saya ketawa juga.
Jam session dimulai. [foto menyusul.] Tapi dari semua pemain yang ada, kayaknya memang Gugun yang paling menonjol (dalam hal skill dan performance).
Asyik. Jadi juga akhirnya nonton Gugun.
Secara keseluruhan, saya puas dengan acara Blues Festival ini. Selamat untuk penyelenggara acara. Tahun depan datang lagi ah.