Archive Bulanan: Desember 2009

Selamat Jalan Gus Dur

Kemarin, Gus Dur meninggal. Indonesia kehilangan salah seorang putra terbaiknya.

Gus Dur merupakan salah satu tokoh yang saya sukai. One of my heroes :) Mungkin karena dia lucu dan tidak terlalu peduli apa kata orang (dalam artian yang baik lho). Like you know who. hi hi hi. Saya masih teringat betapa merahnya muka orang-orang yang dikritik oleh Gus Dur, katanya seperti kanak-kanak. hi hi hi.

Sebagai contoh, panggilan Gus Dur ini saja sudah membuatnya beda. Mana ada mantan presiden yang dipanggil dengan nama kesayangan Gus Dur? Rakyat seperti kita bisa dengan ringan menyebut Gus Dur, seperti dia saudara dekat kita saja. Tentu saja tetap ada rasa hormat di sana. Belum lagi kalau kita bicara soal demokrasi. Top lah.

Kita bisa lihat komentar-komentar di berbagai tempat dari berbagai orang tentang Gus Dur. Semuanya baik dan menunjukkan rasa hormat. Komentar-komentar ini bukan untuk cari muka, tetapi memang Gus Dur layak untuk menerima penghormatan.

Saya tidak ingin bersedih dengan kepergian Gus Dur. Saya ingin tersenyum karena Gus Dur sudah bisa meninggalkan dunia yang fana untuk menuju dunia yang lain yang lebih baik.

Selamat jalan, Gus Dur. Semoga Allah memaafkan segala kesalahan Gus Dur di dunia ini dan menerima semua amal perbuatannya. Kami semua ikut mendoakan. Semoga Gus Dur senang di surga sana. Kami menanti komentar lucunya :)


Gak Ada Ide

Kemarin saya tidak menuliskan apa-apa di blog ini. Padahal, target saya adalah menulis setiap hari. Kemarin saya tidak punya ide untuk dituliskan :(

Sebetulnya ada beberapa ide, tetapi ide-ide tersebut tidak dapat dituliskan secara cepat. Mereka adalah ide yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menuliskannya. Tidak bisa hanya beberapa menit saja. Saya harus menuliskannya dengan runut dan logis. Nah, ini tidak mudah.

Walhasil, saya tidak menulis. Hik hik hik.


Hujan Petir

Hampir seharian ini Bandung diguyur hujan. Tepat siang hari mulainya dan sampai sekarang (menjelang maghrib) masih hujan meskipun ukurannya sudah kecil. Kalau tadi, wuih … deras banget. Dan … dan … dan … yang paling menyeramkan adalah thunder and lightning!

Kalau sudah begini, rasanya kecil sekali diri ini. Saya berasa seperti lagu Tiger in the rain-nya Michael Franks.

He’s a tiger in the rain
It’s the thunder and lightnin’
He can’t explain
A tiger in the rain
Who’s frightened

Setelah itu … seperti biasanya, listrik mati. Duh, mau baca buku atau kerja jadi tidak bisa. (Sekarang sudah hidup lagi. Itulah sebabnya saya bisa posting ini.)


Good Morning

Selamat pagi …

[photo taken yesterday, with handphone :) ]

dan sarapan pagi ini adalah …

blueberry cheesecake!

hadoh. betapa sehatnya ya? he he he


Tidak Menghabiskan Makanan

Salah satu hal yang sangat tidak saya sukai adalah melihat orang tidak menghabiskan makanan. Ada orang yang mengambil makanan banyak, kemudian tidak dihabiskan. Di piring makanan bersisa banyak dan dia seakan tidak peduli. Ya, mungkin karena dia sudah merasa membayar maka bisa seenaknya demikian? Atau di acara kondangan saya lihat juga banyak piring yang masih berisi makanan sisa. Aduh :(

Apakah karena dia tadi takut kehabisan jadi mengambil banyak dan ternyata dia tidak sanggup menghabiskannya. Kalau seperti ini, mengapa tidak mengira-ngira dahulu? Toh kita sudah tahu kebiasaan makan kita.

Mungkin karena saya dibesarkan dari keluarga pas-pasan, sehingga perasaan sayang terhadap makanan tertanam. Ketika kecil memang saya sering dicekoki dengan perkataan seperti “nasinya nanti nangis kalau nggak dihabisin”. (Jeleknya, saya sering menghabiskan sisa makanan karena kasihan. Jadinya berat badan naik :) )

Mosok tidak terbanyak oleh orang-orang itu betapa banyaknya orang yang tidak bisa makan karena tidak punya uang. Sementara kita dengan mudahnya membuang makanan! Aduh.

Ketika pergi haji dahulu ada seorang kawan yang sedang makan apel. Ternyata ada anak dengan pakaian kumuh yang memperhatikan dia makan apel (sambil ngiler). Kawan saya ini tidak tega. Diulurkannya apel yang sudah dia makan dan disambut anak tadi. Haduh. Langsung kawan ini mengumpulkan makanan di tenda dan diberikan ke anak tersebut. (Inilah empati!)


Alphard dan non-Alphard

Beberapa hari yang lalu saya terlibat di sebuah pembicaraan mengenai segregasi di anak-anak TK (or what is pre-schooler), dimana orang tua membuat kelompok Alphard dan non-Alphard. Saya masih belum mengerti terminologi ini. Apakah maksudnya kelompok the-have dan yang gak punya gitu?

Terus terang saya belum mengerti facination orang terhadap Alphard. Apa hebatnya sih Alphard? Perasaan saya sih dia seperti GranMax atau Luxio saja, but on steroids. (Ha ha ha. Gak sopan! Sok lah kalau mau ngambek.)

Seriously. Apa hebatnya sih Alphard? Apa hebatnya dibandingkan dengan Elf yang dipakai Cititrans, misalnya. hi hi hi. (Ngaco lagi perbandingannya.) Kan dua-duanya sama mahalnya. Tapi betulan saya tidak mengerti. Serena pun sudah cukup bagus.

Saya bisa mengerti kalau yang dielu-elukan adalah mobil mewah seperti BMW, Mercy, Jaguar. But, Alphard? I just don’t get it. Can somebody shed some lights?


Tabrakan Beruntun

Tadi pagi, kami berangkat ke Jakarta dengan menggunakan mobil. Perjalanan cukup lancar karena kami berangkat agak siangan (jam 7:30 pagi mulai berangkatnya). Singkat cerita, perjalanan lancar sampai di tol Cikampek. Ternyata ada tabarakan beruntun. Berikut ini beberapa snapshot yang saya ambil ketika kami melintasi kejadian yang nampaknya baru saja berlangsung.

Itu adalah kendaraan yang masih berada di tengah jalan (di sisi kanan). Sementara itu di sisi kiri ternyata sudah ada kendaraan yang disingkirkan.

Jadi berapa sebenarnya kendaraan yang terlibat dalam tabrakan beruntun ini?

Lucunya (kalau bisa dibilang lucu), tidak jauh dari tempat kejadian tersebut, di jalan sisi satunya (arah yang berlawanan) ternyata ada kecelakaan juga. Kemungkinan juga beruntun. Berikut ini satu foto yang berhasil saya peroleh:

Duh … makanya kita harus berhati-hati dalam mengemudikan kendaraan kita. Jangan terlalu nempel dengan kendaraan di depan kita. Terlebih lagi pada kecepatan tinggi. Semoga kejadian seperti tidak terulang.


Kerja Setelah Libur

Setelah libur panjang, saatnya kita  mulai bekerja kembali. Mood-nya sebenarnya masih liburan. hi hi hi. Ya kerja dianggap sebagai liburan saja ah :)

Eh, pasti banyak juga yang ambil cuti dan libur ya? Anda kerja atau libur?

Semangat, semangat, semangat!


Ganti Simcard

Minggu lalu saya mencoba mengaktifkan m-banking, tetapi ternyata tidak bisa. Setelah saya ke bank yang bersangkutan, saya diberitahu bahwa mungkin saya harus menghubungi operator telepon seluler saya karena simcard-nya tidak mendukung. Akhirnya saya ke pergi ke layanan XL dan ternyata memang benar.

Simcard saya ternyata memang masih jaman jebot :) he he he … masih jaman pro-xl itu. Langsung simcard saya diganti, tetapi saya harus menunggu 2 jam sampai aktif. Jadi selama 2 jam handphone saya tidak aktif. Gakpapa karena gak ada juga yang nelepon atau sms. hi hi hi.

Sekarang sudah dengan simcard yang baru. Layanan mbanking sudah ada di menu, tetapi belum bisa jalan. Masalahnya gak tahu dimana. Sudah saya aktivasi. Cek saldo saja gak keluar apa-apa. Tidak tahu berhasil atau gagal, atau salah pin, atau apa lah. Sunyi senyap saja.

Oh well… Layanan mbanking memang nampaknya harus diperbaiki.


Good Morning

Kopi dan buku di Minggu pagi …

Selamat pagi …


Buku Elegan Yang Kurang Elegan

Sudah beberapa waktu ini saya mencoba menyelesaikan membaca buku ini; In Pursuit of Elegance karangan Matthew E. May. Sampai sekarang belum selesai juga.

Buku ini membahas tentang “elegance“. Apa sih elegance itu? Apa yang membuat sebuah solusi bisa disebut elegan?

Ada banyak pelajaran yang bisa diperoleh dari buku itu. Salah satunya ternyata simetri itu membuat sesuatu menjadi elegan. Hilangnya sesuatu (lack of) juga dapat membuat sesuatu menjadi elegan. (Bingung gak?)

Isi dari buku ini bagus. Hanya saja, saya kurang sreg dengan cara penyampaiannya. Menurut saya, penyampaiannya terlalu bertele-tele sehingga justru tidak elegan. Betapa ironisnya ya? Atau … mungkin bukan tidak elegan tetapi saya saja yang tidak cocok dnegan gaya bahasa dia?

Nah, haruskah saya memaksa diri membaca sampai akhir? Saya tahu buku ini bagus, tetapi saya sudah tertatih-tatih mencoba menyelesaikannya dan lambat sekali kemajuannya. Buku ini saya bawa kemana-mana. Ada terus dalam ransel saya, tetapi setiap membaca saya hanya sanggup membaca satu atau dua halaman saja. Berhenti membaca buku ini (dan membaca buku lainnya saja)? Teruskan? Atau …

Jika saya beri nilai saat ini, mungkin nilainya adalah 2,5/5. Atau maksimum 3/5 lah.


Mau?

[dipotret @ 90 gourmet, bandung]


Selamat pagi

[dipotret sambil jogging pagi ini]


Saran Stereo Set Untuk Mobil

Stereo set (sound system) di mobil saya nampaknya perlu diupgrade. Sekarang dia hanya bisa digunakan untuk memutar kaset dan CD audio saja. Hadoh. Ketinggalan jaman banget ya?

Saya ingin perangkat yang bisa memutar MP3 dan terlebih lagi bisa membaca data langsung dari USB. Apakah ada jenis yang disarankan? Budget maksimum Rp 1,5 juta.

Sekalian, saran juga tempat yang bagus untuk beli dan pasang stereo di Bandung ya.

Repotnya … speakernya nampaknya juga perlu diganti :( hik hik hik.

CD player di mobil kijang saya (yang sudah dijual) dulu cukup bagus suaranya. Player dan speakers-nya merek Pioneer. Sayangnya dia tidak bisa terima USB langsung ;)

Atau … buat sendiri saja ya? rakit komputer kecil pake motherboard yang mini?


Arbitrase Internet: Penyelesaian Pencemaran Nama Baik via Internet

Belakangan ini banyak kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan dengan menggunakan UU ITE. Hadoh. Kenapa sih?

Saya punya usul. Bagaimana jika penyelesaian kasus semacam ini diselesaikan oleh sebuah Badan Arbitrase Internet. Tujuannya adalah agar:

  • proses penyelesaian berlangsung cepat (1 minggu maksimum);
  • hukuman juga sesuai dengan domain internet (tidak terlalu berat, seperti misalnya … dilarang menggunakan internet / sms selama 1 minggu :) atau posting permohonan maaf di permohonan-maaf.com atau sejenisnya ).

Dengan demikian masalah / kasus-kasus seperti ini tidak membuat kita terlalu heboh dan malah tidak produktif. (He he he. Emangnya apa yang produktif?)

update: ada wawancara dengan saya di detikinet tentang hal ini :)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.