Kemarin, Gus Dur meninggal. Indonesia kehilangan salah seorang putra terbaiknya.
Gus Dur merupakan salah satu tokoh yang saya sukai. One of my heroes
Mungkin karena dia lucu dan tidak terlalu peduli apa kata orang (dalam artian yang baik lho). Like you know who. hi hi hi. Saya masih teringat betapa merahnya muka orang-orang yang dikritik oleh Gus Dur, katanya seperti kanak-kanak. hi hi hi.
Sebagai contoh, panggilan Gus Dur ini saja sudah membuatnya beda. Mana ada mantan presiden yang dipanggil dengan nama kesayangan Gus Dur? Rakyat seperti kita bisa dengan ringan menyebut Gus Dur, seperti dia saudara dekat kita saja. Tentu saja tetap ada rasa hormat di sana. Belum lagi kalau kita bicara soal demokrasi. Top lah.
Kita bisa lihat komentar-komentar di berbagai tempat dari berbagai orang tentang Gus Dur. Semuanya baik dan menunjukkan rasa hormat. Komentar-komentar ini bukan untuk cari muka, tetapi memang Gus Dur layak untuk menerima penghormatan.
Saya tidak ingin bersedih dengan kepergian Gus Dur. Saya ingin tersenyum karena Gus Dur sudah bisa meninggalkan dunia yang fana untuk menuju dunia yang lain yang lebih baik.
Selamat jalan, Gus Dur. Semoga Allah memaafkan segala kesalahan Gus Dur di dunia ini dan menerima semua amal perbuatannya. Kami semua ikut mendoakan. Semoga Gus Dur senang di surga sana. Kami menanti komentar lucunya



