Archive Bulanan: Januari 2010

Dapat Door Prize

Di acara ramah tamah dengan rektor baru dan lama kemarin ternyata ada door prize. Sebelum acara dimulai, saya mendaftarkan diri di pintu masuk. Ternyata dapat nomor untuk door prize. Secara guyon saya katakan hadiahnya pintu ya? Soalnya kan door prize. he he he.

Door prize dibagikan di sela-sela acara. Ada yang dapat kompor gas dan seterusnya. Saya sih asyik nge-band di panggung. Di bagian akhir acara masih ada door prize dan terus dilakukan pembagian. Ada banyak yang sudah pulang sehingga banyak nomor yang disebut tetapi tidak diklaim pemilik nomor tersebut.

Nah, tiba-tiba nomor saya disebut, 026. Hah? Saya bilang (dari panggung) … adaaa. Langsung gitar saya simpan dan saya meloncat dari panggung. Hadiahnya adalah DVD player Polytron. Asyiiik. Yang memberikan adalah pak Akhmaloka, rektor baru ITB. Dan sayapun berteriak YES! hi hi hi.

Sayangnya saya gak punya buktinya karena gak bisa memotret diri sendiri kan? Ada juru potret yang memotret tetapi saya tidak tahu apakah saya bakal dapat fotonya atau gak.

Baru kali ini dapat door prize. Lucunya, saya lagi manggung. hi hi hi.


Duh …

sedihnya …
Berapa (milyar?) tahun yang dibutuhkan untuk menghancurkan plastik ini?

Kadang kalau membeli sesuatu, saya menolak untuk dimasukkan ke tas plastik. Penjual kadang bingung. Padahal maksud saya untuk mengurangi penggunaan satu (1) tas plastik. Ya, memang hanya satu, tetapi jika kita lakukan berkali-kali dan banyak orang yang melakukannya, maka bisa jadi 100, 1000, 10.000, … dan seterusnya. Kebayang gak ya 100.000 tas plastik?


Manggung di Kampus Lagi

Seharian kemarin acara saya super padat. Pagi hari sudah dimulai dengan latihan futsal. Kebetulan liga sedang istirahat 2 minggu, jadi kami bisa berlatih.

Setelah futsal saya harus buru-buru pergi ke tempat latihan BanDos (band dosen) karena malamnya akan manggung. Ada beberapa dosen yang mau nyanyi sehingga harus latihan dulu. Waktunya bener-bener mepet. Jadi setelah selesai futsal langsung saya mandi di sana saja (untung ada tempat mandi air panas dengan bayar Rp 4000,- saja).

Sampai di tempat latihan rekan-rekan yang lain sudah mulai. Mungkin mereka sudah mulai 40 menitan duluan. Langsung saya pasang gitar dan ikutan. Selesai latihan sudah jam 12-an (atau jam 1 siang?). Langsung pulang untuk makan dan sebagainya. Lumayanlah sempat istirahat 1 jam. Ngantuk dan cape. Soalnya semalam juga meeting di tempat kami baru berakhir jam 11 malam!

Jam 3 sudah harus siap-siap lagi. Setelah ashar langsung lari ke Aula Barat tempat manggungnya karena harus check sound. Sampai di sana langsung check sound. Karena yang mau manggung (nyanyi) banyak maka kami harus mengiringi yang nyoba nyanyi sampai maghrib. Setelah itu buru-buru saya ngabur dan maghriban dulu.

Mungkin jam 7:15-an (atau 7:30-an) acara baru dimulai. Acaranya adalah Ramah Tamah dengan Rektor Lama dan Rektor Baru ITB. Acaranya santai. Nah, BanDos menjadi home band dengan penyanyi kami sendiri dan juga mengiringi dosen-dosen. Pokoknya asyik juga mainnya. Acara baru berhenti lebih dari jam 10-an. Kalau gak disetop kayaknya bisa sampai pagi. hi hi hi.


[penyanyi BanDos]


[(part of me) on stage]

Ini gig (manggung) pertama saya tahun ini. Mungkin tahun ini akan banyak gig lagi. Akankah banyak seperti di tahun 2007 (lebih dari 30 kali manggung!)? Kita  lihat saja.

Sekarang mau ngaso bentar [kemarin sampe gak sempat posting]


Kuliah

Beginilah suasana kelas kuliah security saya kemarin.

Saya sedang menjelaskan kepada mahasiswa bahwa teknologi semakin maju dan membuat perangkat menjadi semakin kecil sehingga semakin susah dikendalikan. Di sini saya menunjukkan bahwa saya bisa menggunakan handphone untuk memotret pembicaraan. Ceritanya saya sedang menyodorkan uang (harusnya dompet, tapi saya menyodorkan disk eksternal hi hi hi) dan saya potret.

Kelas ini lumayan besar, 80-an mahasiswa! Edun. Tadinya berharap banyak yang ngedrop. Eeee maah tambah. Hadoh biyung … Nanti masalah waktu memeriksa tugas mahasiswa. Dipikirkan nanti saja deh.


Ujian Remedial

Sekarang sedang berlangsung ujian remedial (perbaikan) untuk salah satu kuliah saya. Ada sembilan orang mahasiswa yang ikut remdial ini. Nilai akhir mereka sementara ini bervariasi dari 40 s/d 56, sementara batas kelulusan adalah 50.

Saya menduga dua orang akan gagal (tidak lulus) karena saya perhatikan nilai ujian tengah semester dan akhir semesternya tidak begitu bagus. Mereka tertolong oleh praktikum (yang juga nilainya pas-pasan). Sedih juga. Padahal saya merasa mata kuliah ini cukup mudah.

Soal remedial saya buat dengan sangat sederhana (simpel). Maksudnya kalau mahasiswanya mengerti ya akan terasa gampang sekali, tetapi kalau tidak mengerti ya akan terasa susah sekali. Membuat soal seperti ini tidak mudah, tetapi menilainya gampang. Hanya saja hasilnya adalah berhasil atau gagal, tidak ada di antaranya. Ada lagi soal yang memang dibuat agak abu-abu, yaitu mahasiswa selalu bisa mendapatkan poin di soal ini. Tapi saya kurang suka dengan soal ini karena dia tidak menekankan kepada prinsip-prinsipnya.

Kita tunggu hasilnya …

Kalau ada yang gagal, apa dikasih ujian lagi atau sudahlah … kasih nilai tidak lulus saja? (Toh sudah diberikan ujian perbaikan juga.) Bagaimana?


Mau?


Bongkar UPS

Sudah ada beberapa (banyak) UPS yang rusak di rumah. Biasanya setelah satu tahun batrenya ngadat. Nah, semalam iseng ingin tahu isinya UPS itu seperti apa. Ada satu UPS yang sudah rusak. Saya buka tutupnya dan lihat isinya. Ini dia fotonya:

Yang kotak hitam itu di kiri bawah itu adalah batrenya. Kalau beli batrenya apa bisa lebih murah ya? Dimana di Bandung yang jual batre untuk UPS seperti ini? Atau memang lebih murah beli satu set lagi? Hadoh …


Organisasi Security di Perusahaan

Keamanan dari informasi sudah menjadi faktor penting di perusahaan / institusi / instansi / organisasi. Kebocoran informasi, pencurian informasi, fraud, dan pengrusakan informasi merupakan masalah riil yang dihadapi perusahaan. Penanganan masalah ini umumnya dilakukan secara ad hoc.

Adanya unit yang menangani security di perusahaan sudah menjadi kebutuhan. Permasalahannya adalah bentuk yang pas (cocok) untuk perusahaan itu seperti apa? Apakah unit ini berada di bawah divisi teknologi informasi atau di bawah internal audit (kepatuhan) atau malah langsung di bawah CEO? Seberapa besar unit ini? SDM seperti apa yang dibutuhkan? Bentuk atau strukturnya seperti apa? Budgetnya seberapa besar (persentase dari budget IT)? Ini merupakan contoh-contoh pertanyaan yang muncul.

Tim saya sedang merencanakan untuk membuat sebuah acara diskusi mengenai hal ini. Mungkin akan dilaksanakan dalam 2 minggu ke depan. Mudah-mudahan ada hasil yang baik dari acara tersebut.


Minute Maid Pulpy Orange

Entah pengamatan saya ini benar atau hanya ilusi, tapi saya merasa bahwa minuman Pulpy Orange dari Minute Maid kok makin ngetop saja ya? Saya sendiri makin menyukainya dan selalu ada di mana-mana. Bener gak sih? Atau mungkin distribusinya yang makin bagus saja?

Dulu saya suka beli Nu green tea atau Orange Water, tetapi kadang-kadang tempat jualan (warung) tidak punya stoknya. Akhirnya saya beli Pulpy Orange. Lama kelamaan kok makin suka.

Kembali ke pertanyaan saya, apa memang dia makin terkenal? Atau hanya sekedar makan banyak tempat penjualannya saja?


Penggunaan Chip di Kartu ATM

Riuh rendah pemberitaan dan diskusi tentang kasus pembobolan rekening melalui ATM yang terjadi akhir-akhir ini. Salah satu solusi yang juga sempat mencuat adalah penggunaan chip di kartu ATM. Sebetulnya topik ini pernah muncul dalam kaitan dengan peningkatan keamanan kartu kredit, yang juga mengalami masalah yang mirip dengan kartu ATM.

Ada banyak hal yang menyebabkan implementasi chip di kartu ATM atau kartu kredit belum terlaksana sampai sekarang, antara lain:

  • apakah benar ada penambahan keamanan yang signifikan dengan penggunaan chip tesebut?;
  • standar apa yang akan digunakan? EMV? (apakah nanti Indonesia tidak bergantung kepada standar luar negeri tersebut? bisakah kita membuat standar sendiri yang dapat membantu meningkatkan industri elektronika dalam negeri? ataukah kita hanya pasar saja – seperti yang sudah-sudah);
  • siapa yang menanggung biaya implementasinya (mengingat semua mesin ATM dan EDC harus diganti dengan alat yang mampu membaca chip)? berapa triliyun rupiah yang akan diinvestasikan di sini?

Ada banyak implikasi dari sekedar menggunakan chip di kartu ATM.

[to be continued ...]


Kelas Besar

Tadi adalah pertemuan kelas security saya. Ternyata peserta di kelasnya cukup banyak, yaitu 83 orang! Hadoh. Padahal tadinya kelas ini didesain untuk 40-an saja. Terlebih lagi tadi saya mengumpulkan mahasiswa yang ngambil kuliah S2 security juga. Yang ini kemungkinan ada 40 orang lagi. Jadi … total ada 120-an mahasiswa. Edun pisan euy.

Nampaknya kelas yang S2 harus dipisah dengan yang S1. Itu akan saya lakukan, tetapi masih ada 83 mahasiswa S1. Itupun bisa nambah (dan bisa berkurang sih) sampai batas waktu perubahan rencana studi. Ada yang usul, ditakut-takuti saja pak dengan informasi bahwa tugasnya akan banyak sehingga akan banyak yang ngedrop kuliahnya. hi hi hi.

Sementara ini sih saya akan tetap jalankan kuliah kelas besar itu. Untungnya saya dapat akses ke kelas yang besar sehingga cukup untuk jumlah mahasiswa segitu. Mudah-mudahan lancar ah kuliahnya.


Memulai Semester Baru

Hari ini, Senin 25 Januari 2010, resmi perkuliahan di kampus ITB dimulai. Tadinya saya mengajar lebih dari 13 SKS. Edun pisan. Setelah protes dan diatur-atur, akhirnya saya mengajar 2 kelas saja. Phew…

Selamat pagi …


Umur Kaos

Barusan saya perhatikan kaos saya. Ternyata ada lubangnya di lengan sebelah kanan. Wah, sayang juga, tetapi kaos ini sebenarnya sudah cukup usia. Kaos ini saya peroleh di tahun 2000, karena ada logo yang mengingatkan saya tentang booming dotcom di tahun 2000. (Logo nama perusahaan dengan akhiran 2000 di namanya.)

Wow. Kaos ini sudah berusia 10 tahun!

Tinggal tunggu waktu dia berubah jabatan jadi kain pel. he he he.

usia kaos = f(waktu, frekuensi dipakai, bahan)


Backup

Pagi-pagi ini saya sempatkan untuk melaukan sebagian proses backup. Berkas-berkas (lagu-lagu dan terutama foto-foto) saya kategorikan di disk komputer dan di disk eksternal. Ternyata repot sekali.

Memilah berkas mana yang mau di-backup dan dibuang ternyata susah. Sebagai contoh, ada foto seperti ini. Apa perlu disimpan atau tidak?

Keputusannya adalah … simpan :) Padahal tidak jelas keperluannya. Saya sendiri mengambil foto  ini untuk belajar memotret.

Belum lagi ada satu obyek yang difoto dari beberapa sudut pandang. Meskipun hanya satu yang dipasang di blog, ada lima (5) foto lain yang tidak terpakai. Nah, bagaimana dengan yang lima ini? Tentu saja sayang kalau dibuang. Akibatnya … banyak berkas yang saya simpan meskipun kemungkinan kecil mereka akan digunakan kembali.

Wah … hoarding? Apakah ini termasuk penyakin OCD? hi hi hi.

Akibat dari ini semua proses backup menjadi lambat dan complicated. Dan sebelnya ini terjadi berulang kali. Setiap kali mau mem-backup pasti pusing seperti ini lagi.

Bagaimana dengan Anda?


Cape Bank Century

Terus terang saya sudah cape mendengar pemberitaan dan diskusi tentang Bank Century. Saya belum pernah menemukan orang yang saya kenal yang punya account di Bank Century. Memangnya ada yang punya account di sana? Bahkan sebelum muncul kasusnya, saya tidak pernah tahu ada yang namanya Bank Century.

Udah ah …

Wah, jangan-jangan postingan ini malah menambah sampah diskusi tentang Bank Century.

Delete delete delete


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.