Tidak Tahukah Kau (8)

jek sedang sibuk mencorat-coret tugasnya ketika sar datang dan langsung duduk di hadapannya. jek mendongak sedikit dan kemudian melanjutkan kerjaannya. kantin belum terlalu ramai sehingga jek bisa menggunakan meja untuk menebarkan beberapa kertas.

sar: ngerjain apa?
jek: tugas harus masuk paling lambat sore ini. lupa ...
sar: laper
jek: laper juga tapi ini nih … deadline [sambil terus menulis]

sar melihat-lihat menu makanan kantin yang terpampang di dinding dari jarak jauh. menimbang-nimbang mau makan apa. pilihan jatuh ke yamien atau nasi uduk. ah, nanti diputuskan pas di depan sana saja.

sar merogoh-rogoh tasnya mencari dompet. lho, kok tidak ada. semestinya ada. hmm… tadi ada kejadian apa ya yang harus mengeluarkan dompet. ah, ingat! tadi dia meletakkan dompet di atas meja. wah, kayaknya lupa dimasukkan kembali ke tas.

sar melihat dompet jek di atas meja, di atas tumpukan kertas-kertas. langsung disambarnya dompet itu. jek terkesiap. sebetulnya dia tidak terlalu mempermasalahkan sar mengambil dompetnya. hanya saja, dia baru saja melakukan sesuatu terhadap dompetnya. hadoh.

sar menghitung-hitung uang yang ada di dalam dompet itu. ada 3 lembar uang 50 ribuan. cukuplah kalau dia pinjam 1 lembar. ketika dia ingin mengambil uang itu, terlihat adanya sebuah foto. apa ini? nggak biasanya si jek pasang foto.

sambil tersenyum ingin menggangu jek, diambilnya foto itu. hah??? terkejut sar melihat foto itu. rona mukanya berubah.

sar: apa maksudnya nyimpen foto gua?
jek (agak salah tingkah dikit; kagok …): daripada gua pasang foto britney spears, mendingan gua pasang foto lu. lumayan untuk nakut-nakutin tikus.
sar: monyong!

mereka tertawa. sebetulnya sar mau komentar, kenapa kalau untuk nakut-nakutin tikus kok disimpannya di dalam selipan yang tidak terlihat, tapi dia tak sanggup mengatakannya.

jek: lu jangan ge er ah …
sar: lu yang kurang ajar. foto cantik gini untuk nakut-nakutin tikus.

mereka tertawa. kaku.

sar: kenapa gak sekalian aja foto kita berdua
sar agak menyesal mengatakan itu, tapi sudah terlanjur.
jek: yuk. kapan kita foto bersama?
sar: ntar dikira kita pacaran. ha ha ha.

mereka tertawa … sar kemudian berjalan memesan makanan.

[mestikah ini menjadi bahan tertawaan?]

[Seri tidak tahukah kau: 18, 171615141312, 1110987654321]

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

21 responses to “Tidak Tahukah Kau (8)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.825 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: