Archive Bulanan: Maret 2010

Memilih Topik Penelitian

Bagaimana memilih topik penelitian yang pas, khususnya untuk Indonesia? Apakah sebaiknya topik penelitian harus aplikatif? Atau masih bolehkah kita meneliti hal yang bersifat pencarian (for the sake of pure science)?

Kebetulan topik ini muncul di sebuah milis (mailing list) dan juga menjadi pertanyaan di newsletter IEEE (the institute) yang saya baca. Permasalahannya sebetulnya terletak pada terbatasnya dana yang tersedia sehingga kita hanya dapat mendanai sebagian penelitian saja. Nah, yang mana yang harus didanai?

Saya juga pernah menjadi reviewer dari berbagai proposal penelitian. Sulit juga menentukan mana yang harus didanai dan mana yang belum tepat waktunya.

Di luar negeri ada penelitian yang melibatkan sebuah fasilitas yang disebut the Large Hadron Collider (LHC). LHC ini dibuat untuk menabrakkan proton dalam upaya untuk mencari partikel baru (dan juga menjawab asal muasalnya alam semesta). LHC ini membutuhkan dana US $10 milyar. Ada orang yang mengatakan bahwa biaya sebesar itu sangat sayang hanya untuk membuat LHC. Waste of time and money. Belum lagi katanya upaya ini bakalan sia-sia. Nah, pertanyaannya juga sama; apakah topik penelitian seperti ini perlu didanai?


Indonesia Kurang Kreatif

Pembicaraan tadi pagi antara saya dan beberapa kawan menyimpang ke arah film. Mengapa film India dan Korea sekarang bagus-bagus? (Saya sendiri tidak mengetahui hal ini, tetapi percaya saja.) Apa yang salah dari dunia film Indonesia?

Kesimpulan sementara, Indonesia kurang kreatif. Duh … :( (

Saya kemudian melamun. Lihat saja blog ini. Sering saya iri melihat blog orang yang tulisannya bagus-bagus. Saya merasa blog saya ini jauh dari bagus. Herannya blog ini bisa masuk nominasi di berbagai award. Apakah memang hanya segini kualitas blog Indonesia? :( ( Sedih juga. Ini semakin meyakinkan saya Indonesia memang kurang kreatif. Hik hik hik.

[belajar untuk meningkatkan kualitas ...]


Membersihkan Komputer

Baru saja saya selesai membersihkan komputer. Awalnya sih hanya ingin memindahkan hardisk dari satu komputer ke komputer lainnya, tetapi kelihatan dalamnya komputer sangat banyak debunya. Jadi sekalian dibersihkan (disedot pakai penyedot debu dan dilap).

Kemudian terlihat keyboard yang sudah dekil. Mungkin keyboard ini sudah lebih dari 5 tahun belum pernah dibersihkan. Sekalian sang keyboard dibersihkan juga (pakai lap basah dan busa pembersih). Setiap kunci dilap dan digosok. Hadoh.

Mikir … beli keyboard baru mungkin harganya hanya Rp 50 ribu. Sementara mengerjakannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Kalau misalnya dihitung honornya, mungkin lebih baik beli keyboard baru daripada dibersihkan sendiri ya? he he he. Tapi, karena tidak keberatan (dan bahkan asyik juga) maka saya kerjakan juga. Lumayan, menghemat 50rebu :)

Seberapa sering Anda membersihkan komputer Anda?

Sejenak makan mie aceh dulu … Komputer dioprek di ruang terbuka :)


Foto Ujian Online

Berikut ini foto dari suasana ujian online yang saya ceritakan di tulisan terdahulu. Ini hanya foto satu dari tiga kelas yang kami gunakan untuk ujian. Foto kelas yang lain tidak ada. Mahasiswanya terlihat happy ya? :D


Guitar Gears

Inilah peralatan manggung saya. Difoto ketika latihan BanDos.

Efek: behringer overdrive + boss chorus. Gitar: epiphany. Itu saja …


Chelsea menghajar Aston Villa: 7-1

Setelah earth hour, nonton tv. Kebetulan acaranya adalah Chelsea vs. Aston Villa. Hasilnya luar biasa; Chelsea (7) dan Aston Villa (1). Yang hebat lagi adalah Frank Lampard menghasilkan 4 goal! Dua goal dari tendangan penalti. Magnificent.

H o r e e e . . . no 8 memang hebat :) he he he.


Ikutan Earth Hour

Sebetulnya saya baru tahu ada acara earth hour tadi di iklan TV. Kita diminta untuk mematikan listrik dan melakukan hal-hal lain yang dapat menghemat energi. Demikian pula saya mendapat email bahwa lampu penerangan di beberapa tempat di kampus ITB akan dimatikan jam 20:30 sampai 21:30. Langsung saya sampaikan acara ini ke penghuni rumah. Semuanya setuju untuk ikut.

Maka, pukul 20:30, hampir semua listrik di rumah kami matikan. Komputer mati, bahkan UPS-nya pun saya cabut. Anak saya berhenti bermain games dengan suka rela. (Bagi yang punya anak dan suka main games, maka Anda bisa merasakan pengorbanan ini :) . Lampu-lampu semua kami matikan. Termasuk kulkaspun kami matikan. Pokoknya semua mati. Kami hanya menggunakan tiga atau empat buah lilin untuk menerangi rumah.

Mungkin apa yang kami lakukan terdengar silly (aneh, lucu, tidak masuk akal) tetapi bagi kami ini adalah pernyataan (statement) bahwa kami masih ingin ikut menjaga dunia.

Ada yang ikutan juga?


Minggatnya Google = Kesempatan Bagi China

Kabar burung terakhir, Google akan minggat dari China. Menurut saya ini merupakan kesalahan besar bagi Google dan kesempatan emas bagi China. Mengapa saya berpendapat demikian?

Yang pertama, sejarah. Kalau dibaca sejarah munculnya Wipro di India (biografinya Azim Premji), kemunculannya disebabkan oleh minggatnya IBM dari India. Hampir mirip, India memaksa IBM untuk memenuhi beberapa syarat yang mana IBM tidak bisa dan kemudian memilih untuk ngabur. Karena tidak ada yang mendukung, terpaksa perusahaan lokal mengisi kekosongan itu. Maka muncullan Wipro dan berbagai perusahaan software di India.

Yang kedua, Google terlalu menganggap remeh kemampuan SDM China dan kemampuan infrastruktur komputasi yang mereka miliki. Karena terpaksa, maka akan muncul tim yang menggembangkan search engine dari China. Pasar (pengguna) sudah ada dalam jumlah besar. Pemerintah akan menggelontorkan dana demi menjaga kedaulatan dan harga diri China.

Necesity is the mother of invention. Keterpaksaan yang menjadi kuncinya.

Kita tunggu menyesalnya Google …


Kemana PT Pos Menuju?

Kemarin saya berdiskusi secara internal di sebuah perusahaan. Salah satu yang menjadi topik adalah apa yang terjadi dengan PT Pos? Sebagai orang luar kami hanya bisa meraba-raba. Ini yang menjadi masalah:

  • Wesel. Apakah ada yang masih menggunakan wesel untuk mengirim uang? Rasanya ATM sudah ada di mana-mana.
  • Surat. Apakah ada di antara kita yang masih mengirim surat pribadi, bukan surat dinas? Rasanya email sudah menggantikan fungsi ini.
  • Kartu pos (dan kartu ucapan lainnya). Kapan ya terakhir kirim kartu pos? SMS sudah menggantikan fungsi ini.
  • Paket. Saat ini banyak orang yang menggunakan jasa pengiriman paket seperti Tiki, atau bahkan untuk Bandung Jakarta bisa menggunakna jasa travel (trans-trans yang berangkat setiap jam). Mengapa ini bisa terjadi? Padahal PT Pos memiliki infrastruktur dan SDM yang bagus untuk layanan ini.

Selain menyewakan gedung kantor Pos, apa lagi ya bisnis PT Pos? Atau lebih jauh lagi, ke mana PT Pos menuju?


Tidur di kendaraan != istirahat?

Kemarin waktu saya habis di kendaraan (kereta api dan travel). Waktu saya itu kebanyakan saya habiskan untuk … tidur. he he he. Tapi entah kenapa kok setelah sampai tujuan dan juga rumah, tetap saja ngantuk dan cape. Sepertinya tidur di kendaraan dalam perjalanan itu tidak sama dengan istirahat ya? … Hmmm….


Pengalaman Ujian Online

Baru saja ujian online kelas saya selesai. Di tulisan terdahulu saya mengatakan bahwa UTS kelas security saya akan dilakukan secara online dengan menggunakan sistem moodle, yang dikenal dengan nama blended learning.

Berikut ini catatan beberapa hal yang kami alami.

Yang pertama, karena jumlah mahasiswa saya sangat besar (110 orang) maka kelas harus dipecah di tiga (3) lab komputer. Repotnya lab komputernya terpecah di dua lantai. Jadi, ketika awal-awal mulai UTS saya harus melakukan kordinasi di ketiga lab tersebut. Artinya saya harus naik turun tangga berkali-kali! Pegel linu rek.

Mungkin di kemudian hari peserta ujian tidak harus secara fisik berada di ruang yang sama. Selama mereka bisa mengakses situs ujian seharusnya sudah cukup. Masalahnya memang daftar hadir masih harus diisi secara manual. (Kapan daftar hadir online bisa dianggap sebagai hal yang resmi ya?)

Yang kedua, dan yang paling penting, ternyata server yang digunakan untuk ujian tidak sanggup melayani jumlah mahasiswa yang banyak. Belum apa-apa, baru mahasiswa login, server sudah terkapar. Nampaknya web servernya yang tewas. (Mungkin Arif bisa komentar lebih banyak soal ini?) Selain web servernya (apache), databasenya juga sempat kacau. (Error message di layar menunjukkan bahwa databasenya bermasalah.)

Selama proses ujian server berkali-kali tidak dapat diakses. (Berkali-kali ini maksudnya banyaaakkk … mungkin belasan kali?) Untungnya dari awal sudah saya tekankan bahwa ini adalah eksperimen dan mahasiswa nampaknya juga sedang dalam mood untuk coba-coba. Kalau tidak demikian, pasti mahasiswa sudah bete menunggu server up kembali. Pas mau submit jawaban, server tidak bisa diakses! Hadoh.

Jadi, ujian yang seharusnya bisa dilaksanakan hanya belasan menit (atau maksimal 30 menit) menjadi lebih dari 1 jam. Ini harus diperhitungkan ketika kita memberikan ujian online.

Kapasitas jaringan tidak menjadi masalah di kampus ini karena backbone kami sudah menggunakan fiber optic. Namun faktor jaringan harus diperhatikan jika mahasiswa diperkenankan akses melalui jarak jauh. Tadi pagi, sebelum ujian dimulai, saya ingin melakukan update terhadap soal tetapi tidak bisa mengakses server dari rumah. Server bisa diakses tetapi lamaaa sekali. Satu tampilan mungkin membutuhkan waktu lebih dari 5 menit. Ini akan menjadi masalah kalau ujian benar-benar dilakukan secara jarak jauh.

Berikutnya adalah urusan ujiannya itu sendiri. Tadinya ujian mau saya batasi hanya boleh dilakukan satu kali. Ada setingan untuk mengubah “attempt” untuk ujian. Nah, kalau saya batasi hanya satu kali dan kemudian server loyo (sehingga koneksi terputus dan mahasiswa harus mengulangi kembali), maka mampuslah mahasiswa karena dia tidak bisa mengulang ujian. Untungnya saya set attempt boleh dilakukan tanpa batas (unlimited).

Diijinkannya mahasiswa untuk mencoba mengulangi ujian ternyata membawa dampak. Setelah mereka mencoba yang pertama, maka akan ada hasil (nilai) secara langsung. Mahasiswa kemudian bisa mengulang dan diberitahu mana jawaban yang salah sehingga mereka bisa melakukan koreksi. Memang ada setingan agar nilai atau tanda mana yang salah dan benar tidak ditampilkan sehingga ketika mereka mencoba kembali mereka masih harus memikirkan jawaban mereka.

Untuk kasus ujian, idelanya mereka hanya boleh mencoba satu kali. [Bravo untuk Anda yang hanya mencoba satu kali.] Untuk belajar (mungkin quiz) mereka memang diperkenankan untuk mencoba berkali-kali dan diberitahu mana yang salah sehingga mereka bisa mengetahui jawaban yang benarnya. Mereka menjadi belajar. Bukankah itu tujuannya?

Diperkenankannya mencoba ujian beberapa kali merepotkan penilaian. Sementara ini memang saya mengambil nilai yang paling besar saja. Mungkin di kemudian hari, jika masih diperkenankan lebih dari satu kali, harus dicari algoritma penilaian yang lebih baik.

Ujian ini semestinya adalah ujian tertutup. Mereka hanya diperkenankan akses ke situs blended learning. Masalahnya, saya tidak membatasi mereka secara teknis. Kalau mau, bisa saja mereka menggunakan Google untuk mencari jawabannya. Namun ada masalah lain, yaitu bahan kuliah saya juga tersedia di situs blended learning. Artinya mereka bisa juga melihat materi kuliah secara online. Yang ini lebih susah dibatasi lagi karena hostnya sama dengan host tempat ujiannya :)

Ya semuanya memang berpulang kepada mahasiswanya. Saya senang banyak mahasiswa saya yang masih punya idealisme. Ini harus tetap dipupuk dan juga didukung.

Yang terakhir dan yang sangat spesifik ke sistem yang kami gunakan (dan situasi yang dihadapi) adalah soal setingan ujian (quiz). Mahasiswa bisa melakukan “submit” untuk setiap jawaban yang sudah dipilih, tetapi kalau ini dilakukan maka proses submit akan menghubungkan browser ke web server dan kemudian melangkah ke pertanyaan berikutnya. Masalahnya, ini akan membebani server. Jadi saya menyarankan kepada mahasiswa untuk menjawab soal semua baru submit sekalian satu halaman sekaligus. (Ini pun masih bermasalah dengan beban server. hi hi hi.)

Demikian pengalaman ujian online yang baru saja kami lalui. Secara umum masih ada banyak kendala untuk melakukan ujian online. Nampaknya saya masih harus memberikan UTS/quiz tambahan :) Mungkin konvensional saja? booo… Ah pakai versi online lagi saja ah.


Sulitnya Membuat Soal Ujian

Ternyata … membuat soal ujian tidak mudah! Maksudnya begini. Saya ingin membuat soal yang bisa mengukur pemahaman mahasiswa. Misalnya si fulan mengerti soal nomor 1 sekitar 50%, si foo mengertinya sekitar 75%, dan si bar hanya 25%. Sementara ini soal yang saya buat hanya bisa mengukur black (0%) and white (100%); ngerti atau tidak.

Membuat soal yang jawabannya agak mirip juga ternyata tidak mudah. Puyeng … Apalagi yang menjawab soal ya? Lebih puyeng lagi kayaknya. ha ha ha.


Arus Lalu Lintas (Live)

Baru tahu bahwa arus lalu lintas di beberapa tempat bisa dilihat secara live dari internet. Coba cek di sini:

http://www.jasamargalive.com/

Pantesan tadi pagi saya perhatikan ada banyak kamera di jalan tol Cipularang yang dilengkapi dengan antena wifi. Tadinya saya pikir untuk internal Jasa Marga saja. Ternyata mereka bisa dilihat secara online. Asyiiik.

Versi handphone (dan BB?) bisa dilihat di sini:

http://m.jasamargalive.com

bravo …


Naaahhh kalau ini baru Minggu

Setelah ngaco mengingat hari beberapa hari yang lalu, baru hari ini bener. Sekarang ini baru bener hari Minggu. he he he.

Tapi tetap saja nggak sempat nonton Hannah Montana :p dan kawan-kawan. Belum sempat nonton tv karena tadi harus bolak balik Jakarta – Bandung.

Nah, sekarang lagi berencana untuk membereskan urusan kerjaan (materi kuliah, ujian, dokumen-dokumen report, dan seterusnya). Sebetulnya ingin membaca banyak buku dan majalah yang belum tersentuh dua bulan terakhir ini. (Membaca wawancara dengan saya yang muncul di majalah saja belum sempat!).

Setelah membaca, saya ingin memperbaharui tulisan-tulisan saya. Saya ingin lebih memperdalam tulisan tentang hash function dan tulisan tentang classic rock. (Jauh sekali topiknya ya? he he he)

Karena ini hari Minggu, ngaso dulu ah … he he he. (Lantas kapan kerjanya?)


SMS Penipuan

Kemarin saya mendapatkan SMS penipuan. Isinya begini:

Dari prof. carmadi (ITB) diberitahukan Kepada Yth. budi rahardjo diminta menghubungi Koord Kopertis Wil 4 bandung Prof. dr. ir. H. abdul hakim halim di no 0813xxxxxxxx. Perihal: Undangan Seminar Nasional Dikti.

Saya ketawa membaca SMS ini karena sudah dengar sebelumnya tentang kasus penipuan seperti ini. Nanti dia meminta kita untuk mengirim uang (transfer) via ATM ke rekening tertentu. Atau dia berpura-pura minta nomor rekening kita untuk dikirimi uang, katanya.

Tak lama kemudian dia telepon. Nekad banget ini orang.

penipu: pak, saya Carmadi dari ITB. Sudah terima SMS saya pak?
saya [ketawa karena kebetulan saya kenal suara pak Carmadi - mari kita eksplorasi lebih lanjut ah ...]: SMS yang mana?
penipu: yang soal seminar dikti
saya: ooo … sms yang palsu nipu itu? sambil ketawa …
penipu [langsung menutup telepon]

Saya coba telepon balik nomornya, 0817745907. Ternyata sibuk. Coba lagi … sibuk. Kita tracking aja?

Baru saja saya membuka milis dosen ITB. Ternyata ada beberapa orang yang dihubungi juga pada jam yang sama (sekitar Sabtu siang jam 14-an). Artinya … sang penipu punya database nomor handphone dosen ITB. Hmm…


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.