Archive Bulanan: April 2010

Benci Posting OOT di Milis

Sebel sekali kalau membaca kiriman email (posting) yang out of topic (OOT) di mailing list. Misalnya, milis yang dibuat untuk mendiskusikan pendidikan malah ada yang senang melemparkan tulisan tentang politik. Atau sebaliknya. Ada juga yang sering mengirimkan pengumuman tentang seminar ini dan itu yang tidak ada hubungannya dengan mayoritas pembaca. Mungkin dipikirnya semuanya sama seperti dia ya?

If you are a hammer, everything look like nails

Mau ngasih tahu juga cape. Dibiarkan juga kesel sendiri. Jadi gimana ya?


Konfigurasi handphone yang membingungkan

Saya baru membeli handphone buatan China yang murah meriah itu. Mereknya adalah Maxtron dan desainnya seperti Blackberry. he he he. Alasan saya membeli handphone ini adalah agar bisa menggunakan 2 kartu GSM dan bisa wifi.

Nah sayangnya konfigurasinya sangat membingungkan. Sebagai contoh sekarang saya masih bingung dengan akses internetnya. Opera Mini sudah jalan dengan menggunakan kartu IM3. Artinya aksesnya sudah jalan. Hanya aplikasi lainnya kok belum jalan. Kemungkinannya adalah konfigurasinya, tapi bingung di mana konfigurasinya. Apakah kesalahan ada di konfigurasi si aplikasinya atau konfigurasi Java-nya (karena aplikasinya berbasis Java)?

Saya pernah mengalami hal yang serupa waktu dulu membeli handphone buatan China juga. Hanya saja saya lupa apa yang saya lakukan sehingga jalan. he he he. Seingat saya memang ini masalah konfigurasi saja. Oh ya, Java-nya pas distart ada logo JBlend (kalau itu penting).

Nah, ada yang bisa kasih pencerahan bagian mana yang harus saya oprek?


Terlalu Banyak *mart

Di jalan menuju rumah saya baru dibangun sebuah ruko. Beberapa hari yang lalu saya sudah melihat papan nama salah satu toko pengisinya, yaitu {xyz}mart. (Nama asli tidak perlu disebutkan kan?) Yang membuat saya heran adalah 10 meter dari toko itu sudah ada mart lainnya.

Apakah tidak ada aturan mengenai keberadaan toko *mart ini?

Jika tidak ada aturannya, apakah tidak ada hitungan bisnisnya? Seingat saya dulu saya pernah mendengarkan paparan salah satu *mart (ketika beberapa rekan ingin investasi di sana) dan salah satu kriterianya adalah tidak ada *mart sejenis dalam radius yang cukup jauh (saya lupa tepatnya – 2km mungkin?). Lokasi dari toko kita harus “ngantong” (melingkup sebuah area yang mana kita berada di mulut kantong tersebut). Dan beberapa pertimbangan lainnya…

Hal ini untuk memastikan bahwa investasi kita balik modal sesuai dengan prediksi. Kalau sekarang, mungkin hitungan bisnisnya agak nekad ya?

Selain masalah hitungan bisnis semata, keberadaan dan terlalu banyaknya *mart ini membunuh toko tradisional. Hadoh.

Bagaimana menurut Anda?


Terlalu Banyak Program Tambahan

Saat ini saya sedang memasang sistem operasi di komputer saya (yang baru – horeee). Dua sistem operasi yang saya pasang, yaitu Windows XP dan Ubuntu. Ternyata setelah instalasi ada banyak aplikasi atau program tambahan yang harus saya pasang, misalnya:

  • firefox (untuk windows xp, kalau di ubuntu sudah bawaan),
  • plugin untuk firefox (adobe flash, …),
  • adobe reader,
  • iTunes dan winamp (untuk di windows) [atau kayaknya mau pindah ke songbird saja?],
  • anti virus,
  • … dan masih banyak lainnya lagi (yang esensial dan gratis).

Untuk memasang ini semua membutuhkan akses internet yang cukup kencang. Saat ini saya masih tertatih-tatih memasangnya. Semuanya tidak selesai dalam satu hari. Kebayang oleh saya jika saya harus melakukan ini (instalasi) di daerah terpencil (rural area) yang internetnya sangat lambat.

Itulah sebabnya layanan broadband merupakan hak asasi manusia Indonesia :) he he he

Satu lagi, semuanya harus saya lakukan secara manual dengan mengunduh satu persatu. Asyik juga kalau sudah ada DVD yang isinya semua program gratisan tersebut.


Dicari: Buku Panduan Bahasa Indonesia

Baru-baru ini saya mendapat email, yang potongannya seperti ini:

Ada kendala yang saya hadapi, dulu waktu Kuliah Bahasa Indonesia, saya dapat C itupun setelah ulangan. Saya punya kelemahan terutama dalam hal huruf kapital, tanda baca dan lainnnya. Untuk itu Pak saya mohon dibantu dimana saya bisa pelajari…

Saya tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Apakah rekan-rekan punya saran buku (atau referensi apa-pun, online juga boleh) yang dapat kita gunakan untuk belajar Bahasa Indonesia yang baik dan benar? Panduan yang dibutuhkan adalah untuk orang dewasa yang ingin memperbaiki Bahasa Indonesianya.

Mohon masukannya …


Porak Poranda

Setelah beberapa lama tidak hujan dan suasana pengap di Bandung, akhirnya kemarin sore hujan juga. Ternyata hujannya deras meski singkat. Akibatnya pun banyak jalan yang macet karena air meluap dari selokan. (Kapan ya Bandung bisa bebenah diri untuk urusan yang ini.)

Di rumah juga ternyata hujan ini mengakibatkan dahan pohon mangga patah dan menimpa atap fibre di belakang rumah saya. Porak poranda sudah. Hadoh.


Good Morning …


Sarasehan ITB 2020

Kemarin, Sabtu 24 April 2010, diadakan sarasehan ITB 2020 di Aula Barat ITB. Acara ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan untuk mendefinisikan ITB di tahun 2020. Mau ke mana ITB? Acaranya mulai dari pagi sampai sore. Sayang sekali pagi itu saya harus tanding futsal dulu sehingga datang terlambat.

Tergopoh-gopoh saya sampai di kampus jam 11. Acara sudah berlangsung cukup lama. Di panggung tampak beberapa tokoh membicarakan visi mereka terhadap ITB. Saya sempatkan untuk mengambil foto di sana sini.

Tempat yang di sediakan penuh sesak sehingga banyak yang berdiri di belakang. Artinya, acara ini sangat diminati oleh banyak orang. Saya perhatikan yang hadirpun bukan orang sembarangan. Maksudnya banyak tokoh-tokoh, yang memang kebanyakan alumni ITB juga, yang sengaja datang untuk acara ini dari luar kota. Artinya, mereka peduli terhadap ITB.

[Saya tidak punya daftar acaranya sehingga tidak tahu siapa saja yang datang.]

Saya sebenarnya ingin duduk mendengarkan pendapat-pendapat mereka tetapi saya harus ke belakang panggung karena Band Dosen (BanDos) mau manggung :) Jadi saya harus mempersiapkan peralatan musik saya. Jreng! pas makan siang.

Manggung selesai dan jam 13 acara dilanjutkan lagi. Sambil makan saya menyimak pembicara-pembicara. Asyik juga. Saya sendiri banyak berdiam diri, tidak menyampaikan opini. Suatu saat akan saya sampaikan visi saya. Sementara ini  biarkan saya merenung dahulu.

Menurut Anda, ITB 2020 harus bagaimana?


privasi, anonim, pengecut

Beberapa waktu yang lalu ada seseorang yang mengadu kepada saya bahwa teman dari teman dari temannya (rekursif? :) ) diteror oleh seseorang di facebook. Nah, bagaimana mencari tahu siapa yang menteror ini?

Mencoba menghubungi penyedia layanan tidak berhasil karena ada alasan privasi. Kapan privasi perlu dilindungi dan kapan tidak?

Ada kalanya dibutuhkan layanan anonim pada kondisi tertentu. Sebagai contoh ketika sebuah negara dikuasai oleh seorang diktator yang kejam, maka mekanisme umpan balik yang anonim sangat dibutuhkan. Demikian pula kadang untuk memperbaiki kinerja dari sebuah organisasi dibutuhkan umpan balik, yang sayangnya harus dilakukan secara anonim untuk menjamin keselamatan yang memberikan masukan tersebut.

Sayangan mekanisme ini juga menimbulkan pengecut yang berkedok di balik itu semua. Menyedihkan bukan?

Nah, salah satu tugas kuliah saya minggu lalu (dan minggu ini adalah)

Diberikan sebuah “identitas seseorang” di facebook, bagaimana mencari tahu siapa sebetulnya orang itu? Atau setidaknya, apa yang bisa ketahui dari orang tersebut? Berikan ide-ide Anda.

Dalam kasus yang terpisah, ada kawan juga yang mengadukan kepada saya tentang surat kaleng yang datang dari account gmail. Dia juga ingin mengetahui siapa yang menyebarkan surat kaleng tersebut. Nah, bagaimana ide untuk mencari tahu orang ini karena setahu saya header email dari gmail sudah direkayasa oleh gmail sehingga menghilangkan informasi mengenai pengguna.


Penggunaan Istilah Asing

Tadi di kelas sepintas saya lemparkan pertanyaan-pertanyaan tentang penggunaan istilah asing, khususnya untuk dunia teknologi yang kami geluti. Apakah sebaiknya kita menggunakan kata buatan sendiri? atau menggunakan kata serapan? atau menggunakan kata aslinya?

Menurut Anda, istilah apa yang pas untuk:

  1. window
  2. mouse
  3. plug and play
  4. file

Ada beberapa pertimbangan dalam memilih istilah ini.

Nama. Nama kadang bisa diterjemahkan dan kadang tidak. Sebagai contoh ada nama benda yang namanya “table” dan diterjemahkan sebagai “meja”. Nah, window itu sebetulnya juga nama sebuah benda yang semestinya bisa diterjemahkan juga ya? Tetapi ada nama, misalnya nama orang, yang tidak bisa diterjemahkan. Mosok “budi” mau diterjemahkan. “Bank” juga tidak kita terjemahkan :) Nah bagaimana dengan “window”? Kan dia juga bukan “jendela”.

Hilangnya atau berubahnya makna. Plug and play merupakan salah satu contoh (seperti sudah ada di bagian komentar :) )


Hari Minggu Yang Panjang

Hari Minggu kemarin cukup panjang juga bagi saya. Tadinya saya pikir saya bisa rileks sambil mau kerja ini dan itu, tapi ternyata acara berubah.

Pagi hari saya mengantar anak saya ke hotel Golden Flower untuk check sound. Dia ikut kelompok yang memeriahkan sebuah acara musik. Oke lah, paling-paling checksound kan 30 menit sampai 1 jam. Setelah itu bisa pulang.

Sesampainya di sana, jam 9 pagi, saya baru tahu bahwa acara besarnya adalah Festival Electone Yamaha 2010. Kelompok anak saya menjadi bagian dari tim yang ikut pertandingan di kategori rame-rame (kelompok). Di sana sudah ada anak-anak yang mencoba electone. Tadinya saya pikir mereka mau melakukan checksound, tetapi ternyata mereka melakukan rehersal (gladiresik). Jadi lamanya luar biasa.

Tadinya katanya anak saya harus hadir jam 9 tetapi akhirnya baru berhasil checksound (rehersal) jam 1 siang! Hadoh. Itupun tanpa pemberitahuan. Jadi nunggung-nunggu dan nunggu. Tadinya katanya jam 11. Kalau dari jam 9 pulang lagi terus kembali lagi habis waktu di jalan. Jadi kami putuskan untuk menunggu. Tapi ternyata nantinya ada tunggu menunggu lagi, karena kelompok anak saya mendapat giliran terakhir.

Setelah gladiresik yang mungkin hanya sekitar 10 menit, kami diberitahu untuk datang kembali jam 3. Hadoh. Waktunya tanggung juga. Gak mungkin pulang dulu. Terus, nanti kelompok anak saya mainnya terakhir. Nunggu lagi. Wadaw.

Singkat kata … [panjang ceritanya] kami sampai di rumah jam 9 malam. Jadi seharian kami berada di acara itu. Yang tadinya hanya mau checksound ternyata berlanjut sampai ke acaranya. Yang seperti ini memang tidak bisa diprediksi. Hanya sayang saja saya jadi gak produktif hari Minggu itu. Tidak apa-apa lah.


peralatan ngajar

Ini adalah foto suasana meja ketika saya mengajar di kelas. These are my teaching gears. Ya, saya membawa semua peralatan tersebut, termasuk speakersnya.

[foto diambil sebelum kuliah II-3062, keamanan informasi - security]

Memang tidak setiap hari saya membawa kesemuanya, tetapi ini saya lakukan beberapa kali. Sebetulnya inginnya sih setup-nya seperti ini setiap ngajar, tapi cape banget bawa barang-barang itu. Untung kalau kelas dekat dengan tempat parkir. Jadi, saya bisa mondar-mandir bawain alat (atau dibantu oleh pak Parmis).


banyak ulet

Di tempat saya – di rumah dan di kampus – banyak sekali ulet (alias ulat bulu). Mereka menghabiskan pohon alpukat. Jadi takut kalau jalan di bawah pohonnya.

Tadinya mau saya pasang fotonya di sini, tapi … hiii… merinding lihatnya. Apalagi kalau ditampilkan di web ini, nanti banyak yang gak mau datang karena serem lihatnya. hi…


Inovasi di blog ini?

Seperti di tulisan sebelumnya, saya mengatakan harus ada inovasi di produk atau layanan agar pelanggan selalu tertarik. Nah, saya harus menerapkan hal yang sama di blog ini. Inovasi apa saja yang mungkin dilakukan di blog ini? Minta saran…

Yang paling mudah adalah mengubah theme. Sudah lama saya tidak mengubah theme dari blog ini. Apakah memang sebaiknya saya ubah? Memang salah satu lawan dari inovasi adalah kemapanan. Malas dan takut berubah. Toh sudah ada steady stream of users. Kita jadi terlena. Nah, jadi ada usulan tema?

Terus apa lagi ya?


(Kurang) Inovasi

Membaca-baca proposal bisnis untuk sebuah lomba, saya melihat satu hal yang tidak muncul dari proposal tersebut: inovasi yang berkelanjutan. Kebanyakan melihat bahwa produk atau layanan yang mereka berikan saat ini akan bertahan (sampai dengan 3 atau 5 tahun). Padahal pada kenyataannya akan muncul kompetitor dan perubahan lingkungan yang menyebabkan mereka harus berubah.

Inovasi dihasilkan oleh proses riset dan pengembangan (R&D), atau setidaknya oleh riset. Jadi harus selalu ada orang (unit) yang memikirkan pengembangan produk atau layanan berikutnya.

Dalam dunia teknologi informasi (internet?) ada istilah “dog(?) years”, yaitu 3 bulan. Inovasi, kebaharuan, harus terjadi setiap tiga bulan atau pelanggan akan pindah ke tempat lain. Layanan facebook yang sekarang menggebu-gebu populernya akan mati kalau mereka tidak berubah setiap 3 bulan. Begitu singkatnya.

Jadi … jangan lupa adanya inovasi dan juga perlunya R&D.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.