Dan pak Ustadz pun tidak didengarkan …

Ini untuk kedua kalinya saya hadir di acara pertemuan yang menghadirkan ustadz untuk sedikit memberikan wejangan dan hadirin sibuk sendiri-sendiri. Yang pertama adalah acara reunian. Karena sudah lama tidak ketemu, para hadirin lebih sibuk bercengkrama dengan kawan lama. Yang kedua adalah acara keluarga yang mana ada banyak tamu dari luar kota. Hasilnya sama, pak ustadz bicara sendiri.

Saya pikir untuk menjaga tata krama, sebaiknya kita mendengarkan ceramahnya yang biasanya juga tidak panjang – paling lama 30 menit. Selain untuk sopan santun, kita juga mendapat ilmunya dan pahala.

Mungkin para hadirin juga tidak salah karena momennya mungkin tidak pas untuk adanya ceramah. Jadi kita salahkan yang membuat acara? he he he…

Ada kasus juga yang agak mirip, tetapi kali ini saya berada di sisi satunya. Pada suatu ketika, kami diminta untuk main band di acara terbuka yang ada lomba-lombanya. Pas kami manggung ada lomba tarik tambang. Mana yang lebih menarik? He he he. Tentu saja tarik tambang lebih seru. Ya hasilnya sama. Penonton lebih tertarik untuk menyoraki teman-temannya yang sedang tarik tambang. Sementara kami tidak digubris. he he he…

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua yang ditulis oleh Budi Rahardjo

12 Tanggapan to “Dan pak Ustadz pun tidak didengarkan …”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 542 pengikut lainnya.