Tidak Tahukah Kau (9)

jek dan sar berjalan menyusuri jalan dari tempat parkir menuju kelas. pagi ini ada kelas tambahan sehingga mereka sudah harus berada di kampus. sinar matahari hangat menyambut pagi membuat suasana menyenangkan.

sar: eh, jek liat tuh yang di depan kita
jek: apaan sih?
sar: itu tuh

di depan mereka berjalan seorang mahasiswa dan mahasiswi sambil bergandengan tangan.

jek: apaan?
sar: itu … gadengan tangan, kayaknya asyik
jek: emang elu belum penah gadengan tangan?

sar menggelengkan kepalanya. hah? jek terheran-heran. yang bener? mereka terdiam.

tiba-tiba jek merasakan tanggannya ada yang menggenggam. ada sengatan listrik di sana. dia membalas genggaman tersebut. ada kehangatan yang tak ingin dilepaskan.

sar mengendurkan genggamannya. jek juga melepaskan genggaman.

sar: oh gitu toh rasanya. [agak serak suaranya]
jek menjawab sekenanya: iya gitu

sar sebenarnya tidak ingin melepaskan genggaman tersebut, tetapi mereka sudah dekat kelas. sesungguhnya mereka berharap kelas mereka masih jauh. yaah … katakanlah di sumedang gitu, sehingga mereka bisa bergandengan lebih lama lagi. sigh …

[Seri tidak tahukah kau: 18, 171615141312, 1110987654321]

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

17 responses to “Tidak Tahukah Kau (9)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.903 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: