Saat ini saya sedang memasang sistem operasi di komputer saya (yang baru – horeee). Dua sistem operasi yang saya pasang, yaitu Windows XP dan Ubuntu. Ternyata setelah instalasi ada banyak aplikasi atau program tambahan yang harus saya pasang, misalnya:
- firefox (untuk windows xp, kalau di ubuntu sudah bawaan),
- plugin untuk firefox (adobe flash, …),
- adobe reader,
- iTunes dan winamp (untuk di windows) [atau kayaknya mau pindah ke songbird saja?],
- anti virus,
- … dan masih banyak lainnya lagi (yang esensial dan gratis).
Untuk memasang ini semua membutuhkan akses internet yang cukup kencang. Saat ini saya masih tertatih-tatih memasangnya. Semuanya tidak selesai dalam satu hari. Kebayang oleh saya jika saya harus melakukan ini (instalasi) di daerah terpencil (rural area) yang internetnya sangat lambat.
Itulah sebabnya layanan broadband merupakan hak asasi manusia Indonesia
he he he
Satu lagi, semuanya harus saya lakukan secara manual dengan mengunduh satu persatu. Asyik juga kalau sudah ada DVD yang isinya semua program gratisan tersebut.


April 28th, 2010 at 12:35 am
Berkunjung dari Indomatters..
Selamat meng install
April 28th, 2010 at 12:56 am
salam kenal mas, beberapa hari lalu website kami http://spreibantalcinta.com hilang dari mesin pencarian google katanya masuk sandbox, padahal itu adalah ladang usaha untuk nambah penghasilan keluarga, tapi selang 5 harian kurang lebih muncul kembali , apa penyebabnya dan bagaimana mencegah terulang kembali. makasih
April 28th, 2010 at 2:36 am
Dulu biasanya di PCMedia lumayan lengkap Pak, atau yang majalah sejenis.
April 28th, 2010 at 7:26 am
Internet Broadband adalah hak asasi manusia
SETUJU
April 28th, 2010 at 8:27 am
Oo, broadband itu masih hak ya, kirain kewajiban
Sama nih Pak, saya juga baru beres install program dan pindah-pindah data ke laptop baru.
Sebenarnya ada cara yang lebih mudah, tanpa install satu per satu. Yaitu dengan menduplikasi harddisk di laptop lama untuk dipasang di laptop baru (copy image).
Cara itu kemarin saya coba tapi gagal, Windows-nya keburu blue screen. Sepertinya karena harddisk drive controller di mobo laptopnya beda, windowsnya ngambek. Boro-boro safe mode, di-repair pun tidak bisa.
Akhirnya pindahannya pakai kabel LAN aja, cepet kok, 1Gbps.
April 28th, 2010 at 9:28 am
Kalau iso dvd nya harus download juga, sama saja repot nya pak
. Ada ide untuk distribusi yang lebih manusiawi?
Ide saya sih di distribusikan dengan pos
April 28th, 2010 at 10:02 am
Kayaknya butuh pemodal besar buat bikin perusahaan ala canonical, tapi nyediain cd /dvd repository. Kalo gak gratis, ya minimal terjangkau lah!
April 28th, 2010 at 10:16 am
Download winpenpack aja pak: http://www.winpenpack.com/en/news.php
April 28th, 2010 at 11:27 am
kalau di tampat saya dibiasakan membuat masternya pak… jadi installer program yang biasa digunakan yang bisa disimpan dimasukkan dalam harddisk… baru setelah itu program yang harus diinstall online atau updatenya…
April 28th, 2010 at 11:59 am
pak AZRL bilang harus meaningful broadband pak
April 28th, 2010 at 12:18 pm
saya sangat setuju dengan hak asasi itu. hidup om budi!
April 28th, 2010 at 3:05 pm
Salam kenal mas..saya ngikut-ngikut aja sama komen yang diatas…
Eko
Universitas Andalas
Fakultas MIPA
Sistem Komputer
April 28th, 2010 at 3:57 pm
ubuntu jenis apa ya yg di pasang?
April 28th, 2010 at 8:25 pm
ada pak yang kumplit, di DVD PCMedia edisi Mei 2010.
April 29th, 2010 at 3:01 pm
Sangat merindukan layanan broadband bisa dinikmati di seluruh nusantara, bahkan di pelosok2 desa….
April 29th, 2010 at 5:16 pm
Kalo semuanya di bundle, ga cukup di DVD pak, mesti pake hard disk portable
April 30th, 2010 at 1:55 am
[...] layanan internet dari Three ini bisa bertahan lebih lama. Karena saya sependapat dengan Pak Budi Rahardjo bahwa layanan internet broadband adalah hak asasi manusia [...]