Digital Life

Apakah kehidupan digital (digital life) masih dianggap tidak penting? Padahal kalau dipikir-pikir, dia bisa saja menjadi kehidupan kita yang utama. Sementara itu dunia nyata (real life) justru yang menjadi sampingan.

Selain dunia nyata dan dunia maya, masih ada banyak dunia lain seperti dunia khayalan :) Apakah itu juga tidak penting?

Sesungguhnya berapa persen porsi dari waktu kita yang kita bagi untuk masing-masing dunia itu? Jika kemudian kehidupan digital kita yang lebih dominan, apakah itu sebuah keanehan? Ataukah ini yang justru merupakan norma?

[terlalu banyak pertanyaan...]

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua yang ditulis oleh Budi Rahardjo

12 Tanggapan to “Digital Life”

  • Jacobian

    ada lg yg menarik.yaitu dunia cinta pak. :-)

  • F4T80Y5

    kalau bapak perhatikan di sekitar bapak termasuk restaurant, ruang tunggu dll…… sungguh sedih melihat kondisi hari ini….. dimana sepasang kekasih bukannya sibuk bekomunikasi intens satu dengan lainnya…. sekarang malah kelihatan sibuk dengan dunianya via gadget mereka masing2….. padahal mereka duduk sebelah2an di ruang tunggu atau berhadap2an di meja restaurant….

    sungguh ironis….. dunia maya mendeketkan yang jauh…. tapi menjauhkan yang dekat………… :(

  • jarwadi

    bagimana bila terlalu banyak menghayal saja, eh bisa sambilan ngga ya, menjalani dunia maya sambil bersamaan menghayal :D

  • yuti

    ikut nambahin pertanyaan: apakah dunia maya tidak mengandung dunia nyata dan sebaliknya? kalau kerja menggunakan internet, apakah dihitung waktu di dunia nyata atau maya?

  • nuansa pena

    Tergantung kebutuhan perut ! Porsinya bisa seimbang bisa juga njomplang!

  • Miftahgeek

    Betul pak, kita jadi lebih banyak hidup di dunia maya daripada nyata T.T

  • Ded

    Saya lebih suka mengkhayalkan bagaimana suatu saat Indonesia menjadi sebuah negara yang makmur, dengan hasil yang melimpah.
    Suatu saat saya tidak melihat lagi orang-orang tersengat listrik diatas Kereta Api, karena duduk di atas keretanya……

  • Nur Ali Muchtar

    yang penting: eksis di dunia nyata dan eksis di dunia maya. :P

  • rakhmad

    Mau digital life, khayalan life, atau apaan semuanya yang penting bersyukur. Ya tho?

    ha ha ha …

  • resha

    jadi ingat filmnya the Matrix…. pada tahap kronis.. sudah susah membedakan mana dunia nyata dan mana dunia maya… makin rumit aja nih rasanya…

  • TUKANG COLONG

    saya kalo udah didepan internet bisa lupa dunia yang lain.hehe

  • nugroho

    di TVRI ada dunia dalam berita. Achmad Albar bilang dunia ini panggung sandiwara.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 542 pengikut lainnya.