Apakah kehidupan digital (digital life) masih dianggap tidak penting? Padahal kalau dipikir-pikir, dia bisa saja menjadi kehidupan kita yang utama. Sementara itu dunia nyata (real life) justru yang menjadi sampingan.
Selain dunia nyata dan dunia maya, masih ada banyak dunia lain seperti dunia khayalan
Apakah itu juga tidak penting?
Sesungguhnya berapa persen porsi dari waktu kita yang kita bagi untuk masing-masing dunia itu? Jika kemudian kehidupan digital kita yang lebih dominan, apakah itu sebuah keanehan? Ataukah ini yang justru merupakan norma?
[terlalu banyak pertanyaan...]


Mei 12th, 2010 at 6:07 am
ada lg yg menarik.yaitu dunia cinta pak.
Mei 12th, 2010 at 7:49 am
kalau bapak perhatikan di sekitar bapak termasuk restaurant, ruang tunggu dll…… sungguh sedih melihat kondisi hari ini….. dimana sepasang kekasih bukannya sibuk bekomunikasi intens satu dengan lainnya…. sekarang malah kelihatan sibuk dengan dunianya via gadget mereka masing2….. padahal mereka duduk sebelah2an di ruang tunggu atau berhadap2an di meja restaurant….
sungguh ironis….. dunia maya mendeketkan yang jauh…. tapi menjauhkan yang dekat…………
Mei 12th, 2010 at 7:58 am
bagimana bila terlalu banyak menghayal saja, eh bisa sambilan ngga ya, menjalani dunia maya sambil bersamaan menghayal
Mei 12th, 2010 at 2:16 pm
ikut nambahin pertanyaan: apakah dunia maya tidak mengandung dunia nyata dan sebaliknya? kalau kerja menggunakan internet, apakah dihitung waktu di dunia nyata atau maya?
Mei 12th, 2010 at 3:53 pm
Tergantung kebutuhan perut ! Porsinya bisa seimbang bisa juga njomplang!
Mei 12th, 2010 at 4:32 pm
Betul pak, kita jadi lebih banyak hidup di dunia maya daripada nyata T.T
Mei 12th, 2010 at 10:45 pm
Saya lebih suka mengkhayalkan bagaimana suatu saat Indonesia menjadi sebuah negara yang makmur, dengan hasil yang melimpah.
Suatu saat saya tidak melihat lagi orang-orang tersengat listrik diatas Kereta Api, karena duduk di atas keretanya……
Mei 13th, 2010 at 9:01 am
yang penting: eksis di dunia nyata dan eksis di dunia maya.
Mei 13th, 2010 at 9:32 am
Mau digital life, khayalan life, atau apaan semuanya yang penting bersyukur. Ya tho?
ha ha ha …
Mei 13th, 2010 at 5:44 pm
jadi ingat filmnya the Matrix…. pada tahap kronis.. sudah susah membedakan mana dunia nyata dan mana dunia maya… makin rumit aja nih rasanya…
Mei 14th, 2010 at 3:32 am
saya kalo udah didepan internet bisa lupa dunia yang lain.hehe
Mei 14th, 2010 at 1:41 pm
di TVRI ada dunia dalam berita. Achmad Albar bilang dunia ini panggung sandiwara.