Archive Bulanan: Mei 2010

Main bola lapang besar

Hari Kamis kemarin kami diajak bermain sepak bola di lapangan besar. Sudah lama sekali saya tidak bermain sepak bola di lapangan besar. Beberapa tahun terakhir ini kami bermain futsal saja.

Tadinya, pertandingan persahabatan antara indocisc dan sharing vision ini akan dilangsungkan di Sabuga (Saraga) ITB. Lapangan sudah dibooking 1 bulan yang lalu. Sesampainya di tempat, ternyata lapangan sudah digantikan dengan acara lain. Ternyata oleh pihak pengelola (ITB?) lapangan digunakan untuk acara lain dan mereka berhak menggagalkan acara kami. (hik hik hik … pengelolaan macam apa seperti itu ya?)

Akhirnya kami menemukan lapangan lain, yaitu di PPI di jalan Supratman. Maka rame-ramelah kami pindah ke sana dan bermain di sana.

Pertama kali turun ke lapangan, saya kagok sekali. Lapangan terasa SANGAT BESAR. he he he. Maklum biasanya kan main di lapangan futsal yang kecil. Hal kedua, lapangannya becek. Jadi sepatu bola mengambil (membawa) tanah. Berat sekali larinya.

Yang ketiga, karena sudah lama tidak menendang bola sepak bola maka saya tidak dapat memprediksi pantulannya. he he he. Pokoknya kagok banget.

Babak pertama kami kebobolan tiga goal. 3-0. Yah tidak mengapa. Kami sih santai saja. Maklum main tanpa beban. Sekedar main saja.

Babak kedua, saya sudah mulai tune in dengan lapangannya dan sudah mulai bisa menebak bola. Maka mulai asyik mainnya. Bahkan akhirnya saya bisa menjebol gawang lawan melalui umpan dari Rully yang enak sekali. Kami sempat seri 3-3 setelah ketinggalan 3-0 itu. Hanya pada menit terakhir (perpanjangan waktu? he he he) ada blunder sehingga bola kecolongan pemain lawan dan kami kebobolan. 3-4 untuk kemenangan lawan.

Skor tidak penting. Yang penting … asyik juga main sepak bola setelah lama tidak bermain. Bulan depan main lagi ah…


mau?

kali ini yang di-”mau”-kan bukan makanan, tetapi kegiatan. mau berenang di tempat itu? kayaknya asyik ya tempatnya.


berani nimbang?

Timbangan yang desainnya bagus ini saya temukan di hotel Novotel.

Berani nimbang diri sendiri? Saya nekad menimbang diri. Setelah tahu berat badannya, jadi stress. Kok berat banget???


Digital Life

Apakah kehidupan digital (digital life) masih dianggap tidak penting? Padahal kalau dipikir-pikir, dia bisa saja menjadi kehidupan kita yang utama. Sementara itu dunia nyata (real life) justru yang menjadi sampingan.

Selain dunia nyata dan dunia maya, masih ada banyak dunia lain seperti dunia khayalan :) Apakah itu juga tidak penting?

Sesungguhnya berapa persen porsi dari waktu kita yang kita bagi untuk masing-masing dunia itu? Jika kemudian kehidupan digital kita yang lebih dominan, apakah itu sebuah keanehan? Ataukah ini yang justru merupakan norma?

[terlalu banyak pertanyaan...]


1800 atau 12500

Ada dua ballpoint.
Yang satu harganya Rp. 1.800,-.
Yang satunya lagi harganya Rp. 12.500,-.
Harganya berbeda hampir 10 kali lipat,
tapi memang rasanya beda.

Pilih yang mana ya?


Killer Application Berikutnya?

Killer application adalah program (software) yang demikian populernya sehingga digemari banyak orang. Efek sampingannya adalah penjualan hal-hal yang terkait dengannya menjadi melonjak. Sebagai contoh, visicalc dulunya merupakan killer application yang membuat penjualan personal computer (Apple pada masa itu) meningkat dengan tajam.

Meskipun pada awalnya killer application dikaitkan dengan software yang berjalan di atas komputer, killer application bisa juga digunakan secara umum untuk layanan lain seperti layanan di handphone.

Killer application di Indonesia saat ini adalah facebook. Adanya facebook membuat penjualan handphone (dengan keyboard qwerty) menjadi meningkat dengan tajam. Demikian pula penggunaan jaringan (data) menjadi meningkat juga. Penjual perangkat handphone dan operator diuntungkan dengan adanya killer application facebook ini.

Nah, kira-kira killer application lain di Indonesia apa ya?


Bercabang


Tepat Pas Komputer Mau Ngadat

Ketika tulisan ini saya ketikkan, saya sedang berusaha memindahkan berkas dari komputer lama ke komputer baru. Pekerjaannya ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena saya kerjakan dengan cara dicicil, maka waktunya juga cukup lama yaitu beberapa hari.

Nah hari ini mau saya lanjutkan dengan masih memindahkan berkas. Eh … ndilalah, komputer lama nggak mau diboot. Ada masalah dengan sistem operasinya (seperti ada berkas yang hilang gitu). Nampaknya dia perlu di chkdsk, tapi karena tidak bisa diboot ya gimana lagi.

Untung data sudah sempat saya backup!

Kejadian yang mirip seperti ini sudah beberapa kali saya hadapi. Yang terakhir yaitu ketika saya ingin upate sistem di kampus dengan menggunakan hardisk baru. Mirip juga. Setelah saya pindahkan berkasnya, disk yang lama lantas pensiun! Untung sudah saya pindahkan berkasnya.

Entah feeling yang kuat (bahwa sistem harus diperbaharui) atau justru ketika memindahkan berkas itu dia mengganggu sistem yang sudah jalan :) Makanya, kalau ada sistem yang sudah jalan, jangan diutak atik. he he he.

Kembali ke memindahkan berkas …


Drivers, di manakah kalian?

drivers, di manakah kalian?

Ini bukan cerita tentang sopir, tetapi tentang software driver dari peripheral komputer. Sama-sama driver, beda dunia.

Ceritanya saya sedang memindahkan scanner ke komputer baru. Ternyata scanner ini (UMAX Astra 5600) tidak dikenali di Windows 7 dan Ubuntu 10 LTS. Cari-cari di internet juga belum menemukan yang pas. Entah kenapa kok seri ini tidak ditemukan di situsnya umax.

Ada beberapa tempat di internet yang katanya memiliki drivernya, tetapi ternyata saya harus berlangganan (mendaftarkan diri ke situs itu) untuk mengambil driver tersebut. Saya keberatan. (Maunya gratisan he he he.) Akhirnya sampai sekarang tidak menemukan drivernya.

Ide lain adalah menggunakan driver yang dulu datang bersama dengan perangkat scanner tersebut. Siapa tahu driver untuk versi Windows XP bisa dipakai di Windows 7. Hanya saja, saya lupa di mana CD drivernya disimpan. Hadoh. Masalah menyimpan CD driver ini nampaknya parah. Jadi … saya sekarang sedang ubek-ubek; drivers … di manakah kalian berada?

Untuk yang Ubuntu, kayaknya saya harus baca-baca lagi. Mudah-mudahan tidak perlu merakit (compile) kernel sendiri. Hadoh.


Jagoan Analisis (Politik)

Jagoan analisis (politik)? ah, yang bener …

Menyebalkan sekali membaca di berbagai tempat (khususnya mailing list) orang membahas mengenai didepaknya Sri Mulyani. Saya tidak mengenal bu Sri Mulyani dan (mungkin ini masalahnya) saya tidak terlalu suka politik.

Yang membuat saya sebal adalah semua orang kemudian menjadi jagoan politik dengan analisis-analisisnya. Oke lah. Setiap orang berhak mengeluarkan opininya. Sah. Hanya saja kalau bisa jangan di milis yang umum. Silahkan membuka forum baru, misalnya di forum atau milis yang spesifik membahas politik.

[ramblings=off]


Apa Makanan Yang Enak?

Saya: apa makanan yang enak?
Kawan: minyak!
Saya: maksudnya???

Begitulah kira-kira dialog yang terjadi. Saya tidak mengerti maksud kawan tersebut. Ternyata yang dia maksud adalah ternyata makanan yang digoreng itu enak. Dia mencoba menurunkan berat badan dengan tidak makan masakan yang dimasak dengan menggunakan minyak. Hasilnya luar biasa. Berat badannya turun dengan luar biasa.

Tapi … ternyata makan makanan yang tidak mengandung minyak itu penderitaan karena … gak enak. he he he. Jadi memang benar yang membuat makanan enak itu minyak!


dicari: direktur

Lowongan pekerjan

Dicari: Direktur


electric piano

electricity + piano = electric piano?


Apa yang mau dibuat?

Apa sih yang mau dibuat?

[ditemukan di ITB dekat gedung PLN]


Kelas Hampir Usai

Kelas Hampir Usai

Sebentar lagi kuliah (kelas) hampir usai. Tibalah kita pada … ujian dan menilai ujian. Setelah itu saya harus memberi nilai akhir kepada mahasiswa. Ini bagian yang paling tidak menyenangkan. Bagaimana mengukur kemampuan mahasiswa dan memberikan nilai yang pas.

Boleh tidak ya kalau semua mahasiswa dikasih nilai A? :)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.