Hari Kamis kemarin kami diajak bermain sepak bola di lapangan besar. Sudah lama sekali saya tidak bermain sepak bola di lapangan besar. Beberapa tahun terakhir ini kami bermain futsal saja.
Tadinya, pertandingan persahabatan antara indocisc dan sharing vision ini akan dilangsungkan di Sabuga (Saraga) ITB. Lapangan sudah dibooking 1 bulan yang lalu. Sesampainya di tempat, ternyata lapangan sudah digantikan dengan acara lain. Ternyata oleh pihak pengelola (ITB?) lapangan digunakan untuk acara lain dan mereka berhak menggagalkan acara kami. (hik hik hik … pengelolaan macam apa seperti itu ya?)
Akhirnya kami menemukan lapangan lain, yaitu di PPI di jalan Supratman. Maka rame-ramelah kami pindah ke sana dan bermain di sana.
Pertama kali turun ke lapangan, saya kagok sekali. Lapangan terasa SANGAT BESAR. he he he. Maklum biasanya kan main di lapangan futsal yang kecil. Hal kedua, lapangannya becek. Jadi sepatu bola mengambil (membawa) tanah. Berat sekali larinya.
Yang ketiga, karena sudah lama tidak menendang bola sepak bola maka saya tidak dapat memprediksi pantulannya. he he he. Pokoknya kagok banget.
Babak pertama kami kebobolan tiga goal. 3-0. Yah tidak mengapa. Kami sih santai saja. Maklum main tanpa beban. Sekedar main saja.
Babak kedua, saya sudah mulai tune in dengan lapangannya dan sudah mulai bisa menebak bola. Maka mulai asyik mainnya. Bahkan akhirnya saya bisa menjebol gawang lawan melalui umpan dari Rully yang enak sekali. Kami sempat seri 3-3 setelah ketinggalan 3-0 itu. Hanya pada menit terakhir (perpanjangan waktu? he he he) ada blunder sehingga bola kecolongan pemain lawan dan kami kebobolan. 3-4 untuk kemenangan lawan.
Skor tidak penting. Yang penting … asyik juga main sepak bola setelah lama tidak bermain. Bulan depan main lagi ah…



