Archive Bulanan: Juni 2010

Lokasi Jualan Bapau

Ini tentang makan lagi. Tepatnya tempat jualan makanan. hi hi hi. Setelah kemarin bertanya-tanya tentang jualan martabak, kali ini tentang bapau.

Saya lihat-lihat, jualan bapau itu biasanya tempatnya di depan apotik atau dokter. Apa benar pengamatan saya? Kalau iya, kenapa ya? Belum pernah saya melihat jualan bapau di pasar, misalnya.

Bagaimana obeservasi Anda?


Handphone jalan-jalan di atas mobil

Kemarin bawaan saya ke kampus banyak bener (setumpuk tugas-tugas mahasiswa dalam bentuk makalah, gitar untuk latihan, dan seterusnya) sehingga ketika memasukkan barang-barang tersebut ke mobil saya harus melakukannya satu persatu. Saya simpan handphone di atas mobile dan gitar di belakang mobil. Karena takut lupa gitar ketinggalan, saya ambil dulu dan saya masukkan ke mobil. Kemudian saya buru-buru jalan.

Ketika mobil saya berada di belokan jalan Taman Sari dan Siliwangi, ada bus di belakang saya yang memberikan lampu berkali-kali. Ah, mungkin dia meminta agar saya bergegas (nyodok gitu?). Karena jalan macet (ada perbaikan gorong-gorong sehingga jalan tinggal 1 jalur), maka jalannya mobil hanya bisa merayap.

Tiba-tiba ada seorang di samping jendela saya dan sambil tersenyum dia bilang, “pak ini handphonenya?”

Haahhh??? Saya kaget! Kok handphone saya bisa di tangan dia?

Baru saya ingat bahwa handphone tadi saya simpan di atas mobil dan nampaknya dari tadi handphone itu masih ada di sana. Handphone jalan-jalan di atas mobil. Ternyata kenek dari bus di belakang turun dari busnya dan mengambilkan handphone itu ke saya. Hadoh! Terima kasih mas! Semoga amalnya dibalas dengan yang lebih baik lagi. Amin.

Saya jadi ingat lawakan Mr. Bean, yang dia melepaskan sepatu dan dia simpan di atas mobil orang terus mobilnya jalan … Ya seperti itulah. he he he.


Diwawancara (lagi)

Baru saja selesai diwawancara via telepon. Ya, lagi :-)   hi hi hi. Masih dengan topik yang sama, pemanfaatan dan penyalahgunaan teknologi informasi. Nah, ada cuplikan yang menurut saya agak lucu (dari kacamata saya). he he he.

Pewawancara: Menurut mas pelaku video itu asli atau bukan?
Saya: wah saya tidak tahu karena saya tidak menonton video itu.

Memang saya tidak menonton video-video itu karena merasa tidak ada gunanya dan tidak tertarik. Untung bisa jadi alasan untuk ngeles karena sesungguhnya saya males deh ngurusi yang kayak gitu. he he he.

Kalau yang berikut ini adalah wawancara rekayasa.

Pewawancara: Kalau mas Budi sudah melihat videonya, bisa tahu asli atau bukan?
Saya: Kalau melihat videonya pun kayaknya saya bakalan tidak tahu asli atau bukan.
Pewawancara: Lho, kenapa?
Saya: Karena … (sambil malu-malu)  Luna Maya itu yang mana ya? (Kayak apa ya?)

Ha ha ha. Tapi ini sebenarnya bisa terjadi beneran karena memang sesungguhnya saya tidak tahu nama-nama yang disebutkan itu. Saya tidak bisa membedakan Luna Maya dengan artis-artis lainnya. Sungguh. This is not a joke. Ya, memang saya agak kuper untuk urusan perartisan.

Mungkin situasinya sama dengan kalau saya menunjukkan foto Steve Jobs (founder Apple) ke para artis. he he he. Mereka mungkin tidak bisa membedakan Steve Jobs dengan Bill Gates. he he he. Apalagi kalau saya tampilkan foto Linus Torvalds atau Richard Stallman. he he he. Bengong deh.

Atau kalau urusan musik progrock, mungkin kalau saya tampilkan foto Roine Stolt (gitaris dari The Flower Kings atau Transatlantic), banyak yang gak tahu. Jangankan Stolt, kalau saya tampilkan John Petrucci (Dream Theater) saja mungkin banyak yang gak tahu kali. he he he.

Beda domain…

Anyway … kembali ke urusan menilai tugas mahasiswa dulu ah …


Twit dipantau

Baru saja saya nge-twit (di twitter.com) tentang lagu Girl-nya Beatles. Eh, langsung “The Beatles (Beatles Twit)” followed. Itu account twitter yang isinya tentang Beatles. Hah? Jadi seperti itu ya caranya? Langsung ditambahkan.

Pernah juga saya cerita tentang arti dari sebuah lagu (songmeaning), langsung juga ada yang followed dari songmeaning. Jadi kelihatannya ada program yang memperhatikan konten dari twitter (yang memiliki kata-kata tertentu) kemudian menambahkan orang tersebut ke dalam daftar yang kita ikuti (follow). Ada yang tahu programmnya?

Tapi pikir-pikir mereka akan cape sendiri ngikutin twit saya karena isi twit-nya tidak tentang Beatles atau lagu, tapi bervariasi. Dalam bahasa Indonesia pula. hi hi hi. Biarin deh. Biar mereka puyeng sendiri. Salah sendiri nge-follow. he he he.


Adem ayem worldcup

Entah kenapa kok saya kurang excited dengan worldcup sekarang ya? Padahal kelihatannya seru dan saya juga sebetulnya suka sepak bola. Ini saya malah asyik internetan dan nggak ngecek situs yang ada hubungannya dengan worldcup. Atau mungkin karena kalau nonton, nontonnya sendiri? Mesti rame-rame kali ya?

Sekarang sih hanya lihat beritanya saja. Mungkin nunggu semi final dan seterusnya aja? he he he.


Martabak di siang hari?

Pulang dari futsal tadi kok jadi pengen makan martabak manis dan martabak asin. Di sini sering disebutnya martabak Bangka? Ternyata saya lihat tempat mangkal yang jualan martabak ini (yang biasanya pakai gerobak dorongan) masih kosong.

Pikir-pikir biasanya martabak ini jualannya mulai dari sore hingga malam hari ya? Hmm… apa memang begitu? Memangnya gak ada orang yang makan martabak siang hari ya?

[Tentu saja ada yang tetap berjualan di siang hari, seperti martabak San Francisco yang uenak itu. Maksud saya ini martabak yang lainnya, gitu loh.]


Blogger dari ipb.ac.id?

Entah kenapa saya perhatikan banyak komentator di blog ini yang datang dari domain ipb.ac.id. Komentarnya juga singkat-singkat. Bukan sekali dua kali, tapi banyak. Ada apa di sana? Apakah di sana sedang digencar-gencarkannya program blogging? Atau sedang ada pelatihan internet? Atau … apa ya?

Tentu saja saya senang kalau blog saya dikunjungi dan diberi komentar, hanya saja saya heran. Gitu saja.

Kalau di blog rekan-rekan yang lain apa sama? Hanya ingin tahu saja.


(sarapan) cakue dan odading – mau?

Pagi ini, sebelum futsal, sarapan dulu. Sarapan apa ya? Hmm … Ada cakue dan odading. Sikaaattt … Semoga cukup untuk energi main futsal pagi ini. Ini fotonya. Mau?

nyam nyam nyam …

yuk mari …


gadgets

Berikut ini adalah obyek-obyek (gadgets) yang ada di atas meja ketika saya bekerja. Lumayan berantakannya ya?


b o o t s

[Dipotret di aula Poltek Telkom. Seharusnya saya buka sepatu karena yang lain buka sepatu. Mungkin karena saya tamu, maka saya boleh tetap mengenakan boots saya?]


Ke mana setelah lulus?

Demikianlah pertanyaan yang saya coba jawab kemarin di acara talk show di Poltek Telkom, Dayeuh Kolot, Bandung. Jawabannya adalah ada banyak jalan;

  • jalan yang lurus, tetapi mendung (cloudy) dan akan hujan deras di tengah jalan atau di ujungnya;
  • jalan yang berkelok-kelok (dan tidak nampak ujungnya), tetapi di kiri kanan jalan ada pemandangan yang indah;

Mau jadi (IT) professional, technopreneur, atau apa pun sah-sah saja. Pilihan ada di kita. Yang penting adalah ketika kita menjalaninya, kita menyukainya. Do what you love. Do it with passion. Pesan semacam ini banyak sekali ya? Yang terakhir, ini juga pesan yang ditampilkan di film “3 idiots” (sudah nonton? harus ditonton).

Mari kita lalui perjalanan ini dengan gembira ria …

the point of a journey is not to arrive” [rush - time stand still]

[update...]

Setelah selesai acara, ada beberapa mahasiswa yang datang untuk bertanya (karena waktu tanya jawab tadi terbatas). Salah satunya bertanya, “pak, jadi, apakah saya perlu drop out untuk mengejar mimpi saya?” Jawaban saya adalah … tidak! Karena, kita masih perlu ilmu dari perguruan tinggi. (Dan dengan sedih saya katakan karena gelar/ijasah masih dibutuhkan juga.) Nah, sekarang tinggal bagaimana Anda mengatur waktu antara kuliah dan mengejar mimpi (jika mimpi kita berbeda dengan yang diajarkan di kuliah). Susah memang, tetapi itu merupakan salah satu pelajaran juga.


Kemarin Tidak Menulis

Kemarin saya tidak berhasil menulis di blog. Padahal target saya masih tetap, yaitu menulis setiap hari. Alasan tidak berhasil adalah karena sibuk. Wah, itu sih alasan klasik ya? In my defence, berikut ini adalah situasinya.

Jam 4 pagi sudah harus bangun. Setelah shalat subuh mesti menyiapkan ini dan itu. Terus sekitar jam 6 pagi saya harus sudah nyopir mobil menuju Jakarta. Kebetulan bawa mobil sendirian sehingga gak bisa nulis blog. he he he.

Sesampainya di Jakarta, saya dihadang oleh lalu lintas yang padat. (Ini sih bukan berita. Ini Jakarta, bung! he he he.) Sehingga sampai di tempat klien ngepas betul waktunya. Langsung di tempat klien kami rapat membahas laporan pekerjaan. Ya mana sempat blogging. Lucu juga kalau sedang serius-seriusnya diskusi, saya bilang … “bentar pak, saya posting ini dulu”. he he he.

Selesai meeting sudah jam 6 petang. Oh ya, siang ada waktu break sejenak, tetapi waktu itu digunakan untuk makan, shalat, dan menyelesaikan pekerjaan. Maklum ini sedang mengejar deadline, which is today :-) Singkat kata, sibuk.

Lepas dari tempat klien ke kantor dulu dan dari sana kami rame-rame makan malam. Nyate dulu dong. Setelah itu kembali ke kantor dan mengerjakan pekerjaan rumah dari klien. Saya sendiri sudah kecapekan sehingga tidur-tiduran di kursi. Sebenarnya saya sudah buka wordpress mau menulis, tapi kok gak ketulis.

Akhirnya saya putuskan untuk kembali ke Bandung saja. Maka, saya membawa mobil kembali ke Bandung (setelah menjemput Udien). Sesampainya di Bandung sudah jam 12 malam. Tepat tengah malam. Setelah beres-beres, saya lihat jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Artinya saya sudah up dari jam 4 pagi ke jam 1 pagi, 23 jam. hi hi hi. Mau nulis blog dulu? I don’t think so. Tidur dulu ah … karena jam 4 pagi sudah harus bangun lagi.

Jadi itulah ceritanya kenapa saya tidak sempat menulis kemarin. Nah, kalau hari ini … memang baru sekarang sempatnya karena seharian sibuk banget. Ceritanya menyusul ya.


Pengen Kursi Ergonomik

Lagi banyak kerja di depan komputer, tapi kok rasanya kurang nyaman ya. Kayaknya salah satu alasannya adalah kursi yang saya pakai kerja (dan mungkin juga mejanya) tidak ergonomik. [Alesan.] Jadinya, saya cepat cape. (Sebetulnya mungkin mata yang lebih capek duluan ya? Nah kalau ini sih urusannya dengan layar komputer.)

Nah, apakah kursi yang Anda pakai kerja juga tergolong ergonomik? Berapa jam dalam seharinya Anda duduk di kursi tersebut? Atau, berapa banyak orang yang sebetulnya kerja dengan kursi yang pas untuk bekerja?

Apakah ada saran jenis kursi yang murah meriah tapi enak dipakai untuk kerja lama di depan komputer? Kalau perlu, sebutkan mereknya deh. Sekalian. Belum tentu dibeli juga sih. Hanya pengen tahu aja. he he he.


Tentang Video Luna Maya Itu

[setelah menuliskan panjang lebar dan menekan "update" ternyata tulisan saya tidak tampil alias hilang. grrr. baiklah, saya tulis ulang (sambil geram)]

Setelah dua wawancara di radio, saya pikir sudah cukup saya berkomentar tentang video yang sedang heboh ini. Saya cape. Kasihan juga Ariel, Luna Maya, dan orang-orang yang ada di video itu. Pasti mereka sudah cape dan kesal. Wah, jangankan mereka, saya saja cape dengernya. Cukup ah.

Waktu dan atensi kita yang kita buang untuk hal ini bisa kita gunakan untuk hal yang lebih produktif lagi. Saya sendiri harus membaca 3 dokumen (tidak hanya membaca tetapi juga mengomentari, mengoreksi, dan memperbaiki), membuat 1 materi presentasi, dan memeriksa setumpuk makalah tugas mahasiswa (ada sekitar 30-an lagi). Saya sendiri tidak terlalu peduli dengan urusan ini kalau tidak ditugasi oleh kantor untuk memberikan opini.

Ah, menuliskan ini saja sudah menghabiskan waktu saya. Grrr…


Pemanfaatan Teknologi Informasi

Baru saja saya selesai diwawancara Radio Trijaya FM via telepon. Topik awalnya sih tadinya soal video negatif yang banyak beredar, tetapi kemudia diskusi menjadi ke arah pemanfaatan teknologi informasi. Pertanyaan awalnya adalah mengapa teknologi informasi banyak dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif?

Menurut saya sebetulnya lebih banyak pemanfaatan positif dari teknologi informasi. Hanya saja yang muncul di pemberitaan, atau setidaknya adalah yang ramai didiskusikan, adalah yang negatif. Padahal jauh lebih banyak pemanfaatan yang positifnya. Hanya saja memang berita positif tidak terlalu menarik ya? hi hi hi.

Saya banyak ngoceh soal ide-ide pemanfaatan teknologi informasi untuk edukasi dan entertainment. Pokoknya banyak ide deh.

Nah, ketika ditanyakan soal filtering, apakah pemerintah perlu melakukan filtering seperti yang dilakukan oleh pemerintah Cina saya mengatakan tidak setuju. Biaya terlalu banyak dan tidak efektif. Contoh paling mudah adalah kalau orang bertukar informasinya dengan data yang encrypted gimana monitornya? :-)   Lebih baik uang dan tenaga digunakan untuk membuat content yang bagus dan juga untuk edukasi.

Apa lagi ya … Hmmm… lupa :-)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.