Archive Bulanan: Juli 2010

Kutu Kucing

Beberapa hari ini (minggu?) ada kucing-kucing liar mondar mandir di rumah, seakan ini rumah mereka. he he he. Ada yang sering tidur di kursi di beranda depan. Bahkan ada satu yang melahirkan anaknya di atap. Hadoh.

Nah, beberapa hari ini kaki ini gatal-gatal yang kelihatannya seperti digigit kutu kucing. Bagaimana mengatasi kutu kucing ini?


Sensor Internet Indonesia?

Duh topik itu lagi … Cape deh …

Apa gak ada topik lain yang lebih menarik? Semisalnya, bagaimana membuat internet lebih menjangkau daerah-daerah di Indonesia, bagaimana agar kualitasnya lebih baik (lebih cepat) dan handal (reliable), bagaimana agar harganya bisa lebih murah, bagaimana agar lebih banyak content yang bagus-bagus, … Ah, topik-topik ini kurang menarik. Setidaknya, kurang populis kali ya?


On the road

[boots on the road]


Mencari Topik Tulisan

Salah satu kesulitan untuk memperbaharui blog adalah mencari topik tulisan. Hari pertama nge-blog mungkin masih banyak topiknya. Hari kedua, mulai berkurang. Hari ketiga, mulai macet. he he he. Hari keempat, berhenti ngeblog.

Sebetulnya topik tulisan itu banyak sekali. Masalahnya adalah mencari topik tulisan yang menarik dan juga kita sukai. Itu kan? Nah, yang ini katanya bisa dilatih. Ini sebetulnya merupakan salah satu alasan saya melakukan update blog tiap hari adalah untuk melatih kreatif, melatih untuk menemukan topik tulisan. Nampaknya sekarang sudah lumayan.

Oh ya, untuk memancing topik tulisan, ada situs plinky.com yang memberikan ide topik setiap harinya. Mungkin ada yang mau buat layanan yang mirip? Setiap kita kunjungi, situs memberikan ide topik tulisan. Idenya seperti motd (message of the day), tapi bukan message melainkan topik. Ayo…


Kesulitan Membuat Materi Presentasi

Saya sering diminta untuk memberikan presentasi di sana-sini. (Mungkin kata “sering” harus diganti dengan “sering sekali”, hi hi hi.) Biasanya permintaan ini tidak langsung saya iya-kan. Masalahnya saya harus memastikan waktunya tidak bentrok dengan kegiatan lain, dan saya punya cukup waktu untuk membuat materi presentasinya.

Banyak orang yang mengira bahwa membuat materi presentasi hanya sekedar menuliskan kata-kata dan mencomot gambar dari sana sini. Mungkin ada benarnya, kalau hanya *sekedar* membuat materi presentasi saja, tetapi untuk membuat materi presentasi yang bagus membutuhkan waktu yang banyak. Harus mikir dulu apa yang mau disampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya.

Saya sendiri sudah memiliki banyak materi presentasi, karena sudah sering memberikan presentasi, tetapi masih selalu sulit untuk membuat materi presentasi yang sempurna. Untuk mencomot dan menggabungkan dari berbagai materi presentasi saja masih pusing. Mungkin karena kebanyakan mikir, sehingga waktu yang saya gunakan untuk menuliskannya ke dalam materi presentasi sering tidak cukup. Apalagi kalau mau ditambahkan dengan penampilan yang menarik (dan bukan sekedar menambahkan clip art yang tidak nyambung)? Wah, gak bakalan siap untuk presentasi.

Wal hasil, seringkali saya merasa tidak puas dengan materi presentasi saya. Biar bagaimanapun, the show must go on. Jadi begitulah … lebih baik menghasilkan (deliver) 80% tepat waktu daripada berusaha mencapatkan 100% tetapi tidak bisa deliver tepat waktu.


Indonesia nomor 2 di facebook

Barusan lihat statistik pengguna facebook di sini: www.facebakers.com/countries-with-facebook/ Hasilnya menunjukkan bahwa Indonesia menempati ranking nomor 2 dunia dalam hal jumlah pengguna. Hadoh.

No Negara Jumlah Pengguna
1 Amerika Serikat 123.478.340
2 Indonesia 25.793.480
3 Inggris 25.740.920
4 Turki 21.524.920
5 Perancis 18.506.860


Sejauh mana teknologi dapat membantu?

Saya sedang terlibat dalam diskusi mengenai peranan teknologi dalam pendidikan. Sudah banyak diskusi tentang e-learning dan mobile learning, tapi sampai sekarang saya masih belum melihat hasilnya yang konsisten dan signifikan. Sejauh manakah teknologi, khususnya teknologi informasi, dapat membantu pendidikan?

Yang saya maksudkan dengan membantu bisa diartikan sebagai peningkatan kualitas, pelebaran jangkauan, atau bahkan sekedar mengurangi beban pengajar. Jadi ada banyak ukuran yang bisa kita gunakan. Secara teori semestinya kesemuanya bisa ditingkatkan, tetapi pada kenyataannya kita masih tertatih-tatih. Apa yang ada sebagian besar masih berupa gembar gembor yang belum teruji, terutama dari aspek konsistensi.

Teknologi informasi dikembangkan dari lingkungan pendidikan dan penelitian. Justru aneh bahwa pemanfaatannya yang paling sulit atau lambat. Pemanfaatan IT yang paling terlihat adalah di dunia bisnis.

Kalau saya berkesan negatif atau pesimis bukan berarti saya tidak melakukannya. Saya sudah melakukan beberapa uji coba dan tetap akan melakukannya. Sebagai contoh, materi kuliah saya sudah saya onlinekan sejak … wah kapan ya, lupa … sejak saya menggunakan web site (mungkin tahun 94?). Mahasiswa saya sekarang wajib menggunakan blog untuk mengirimkan tugasnya. Beberapa kelas saya dibuatkan filmnya dan sempat juga dilakukan pengajaran secara online (dengan mahasiswa dari beberapa kota di penjuru Indonesia). Responsi atau tanya jawab sudah pernah saya lakukan melalui MSN (karena mahasiswanya banyak yang pakai itu, bukan pakai YM!), dan ternyata repot. (Pernahkah Anda melakukan chatting bersama atau conference dengan belasan atau puluhan orang?) Bahkan, semester kemarin saya menggunakan media online untuk melakukan UTS. Namun sayangnya saya masih belum menemukan resep yang pas, yang bisa ditiru oleh dosen / guru lain.

Kadang saya berpikir, kuliah tatap muka saja masih susah diserap oleh mahasiswa ilmunya, apalagi yang lewat jarak jauh? he he he.

… masih terus berusaha dan pantang menyerah …


Aura Biru: catatan para pelaku sejarah ITB

Hari Senin, 12 Juli 2010, kemarin ada acara peluncuran buku di Aula Timur ITB. Judul bukunya adalah “Aura Biru: catatan para pelaku sejarah ITB“. Buku ini berisi tulisan para pensiunan ITB, para pelaku sejarah ITB. Wah, menarik, saya harus datang. Kebetulan sya senang dengan hal-hal yang berbau sejarah ini. Belajar dari sejarah agar tidak mengulangi kesalahan.

Saya sendiri sebetulnya tahu acara ini karena secara tidak sengaja ketemu dengan pak Boy di bookstore beberapa hari sebelumnya. Saya diberitahu adanya acara ini. Wah, undangan nampaknya belum sampai ke meja saya. Tidak mengapa. Saya akan langsung datang saja. Maka Senin pagi saya langsung menuju Aula Timur. Di sana sudah terpasang beberapa poster.

Ternyata acaranya adalah siang hari. Maka siang harinya saya datang lagi ke Aula Timur. Kali ini Aula Timur sudah dipadati orang yang baru selesai dari acara di Aula Barat dan sedang menikmati makan siang. Saya sendiri sudah makan sebelum datang ke acara ini, karena yang menarik bagi saya adalah acara bedah bukunya. Jadinya acaranya molor dari jadwal waktunya karena menunggu orang selesai makan. Ternyata setelah selesai makan, kebanyakan juga kabur dari tempat menyisakan banyak tempat bagi saya dan dosen-dosen lain yang masih ingin mendengarkan bedah bukunya.


[Ibu dosen-dosen ITB]

Setelah dibuka oleh pak Rektor, maka acara pun dimulai. Pembicara-pembicara mulai naik ke panggung. Pembicara pertama adalah pak Pirous. Beliau bercerita mengenai “aura warna” ITB dan beberapa cerita tentang sejarah ITB (mengenai kertas piagam, simbol Ganesha yang digunakan ITB, dan seterusnya). Eh, saya lupa ada berapa warna ya? Tujuh?

Sayangnya saya harus meninggalkan tempat karena ada acara lain. Padahal saya ingin mendengarkan cerita, dongeng, dan wisdom dari guru-guru kita ini.

Buku yang tebal ini sudah di tangan saya. Tadi buku dibagikan secara gratis. Yayyy. Nasib baik datang ke acara ini. Nah, tinggal kapan bacanya ya?


Acara-acara ITB: homecoming

Sejak hari Sabtu, tanggal 10 Juli 2010, di ITB banyak acara-acara yang terkait dengan peringatan 90 tahun pendidikan tinggi teknik di Indonesia. Acara pertama adalah acara homecoming alumni ITB, Sabtu, di lapangan basket. Acaranya berupa bersepeda di kampus, bazaar, bakti sosial, dan panggung hiburan. Saya sendiri ikut di acara panggung hiburan, manggung bersama Bandos (band dosen).

Jam 10 pagi, acara di lapangan basket secara resmi dibuka oleh Rektor ITB setelah sebelumnya membuka acara bike at campus, yaitu di kampus disediakan sepeda yang dapat digunakan seputar kampus. Wah, ini mesti saya coba. Idenya bagus membuat kampus lebih hijau lagi dengan mengurangi lalulintas kendaran di dalam kampus. Mudah-mudahan ide ini bisa berjalan dengan baik. Saya khawatir sepedanya dicuri atau dirusak. Maklum, ini Endonesha bung!

Ada juga acara pembagian paket bingkisan sembako kepada pegawai ITB golongan I dan II yang secara simbolis diwakilkan oleh beberapa orang. Kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan Koperasi Keluarga Pegawai ITB dan staf pengajar ITB.

Di seputaran panggung ada beberapa stand; jualan yoghurt buatan ITB, pizza dalam bentuk cone ice cream, face painting, sulap, dan lain-lain.

Acara hiburan juga bervariasi, mulai dari tarian Jawa, Bali, sulap, dan band mahasiswa (unit apresiasi seni), band dosen, dan band kecapi modern. Nah, apa pula itu. Ceritanya menyusul ya. Belum sempat saya tuliskan.

Pas acara sulap, pak Intan Ahmad dikerjai oleh pesulap. Dengan ditutup mata dia mencoba menusuk balon dengan pisau. Ooohhh seraaam. Untungnya pak Intan tetap tenang. hi hi hi. Pas balon yang dijepit di kaki mau ditojos dengan pisau, pak Intan memindahkan dompetnya ke depan untuk melindungin bagian yang “penting”. HA HA HA …

Mengenai acara musik bandos, saya sendiri tidak punya foto-fotonya karena di atas panggung. Mosok sambil main gitar motretin pemain-pemain dan penyanyinya. Yah nanti cari yang motret deh. Kalau ada.

Acara ditutup sekitar jam 3 sore. Capek juga euy.


Kembali ke rutinitas

Setelah world cup selesai, mari kita kembali ke rutinitas. Anak-anak juga pas hari ini memulai sekolahnya. Untung mahasiswa masih banyak yang tidak di kampus (kerja praktek, liburan, dan seterusnya – kecuali bagi yang mengambil semester pendek).

Phew … siap-siap super sibuk kembali.


Demam Sepak Bola?

Tadi saya melihat orang menggunakan seragam tim Belanda di piala dunia 2010. Wah demam sepak bola rupanya. Nah, pagi ini kami (indocisc-fc) bermain bola melawan tim dari Rumah Zakat. Yang ini sih bukan semata karena demam sepak bola karena kami sudah rutin bermain futsal dan sepak bola lapang lebar.


[berpose sebelum main]

Mainnya seru. Lebih dari lumayan untuk berolah-raga. Kalah menang tidak soal, yang penting asyik bermainnya. Padahal semalam saya sempat begadang nonton pertandingan Jerman vs. Uruguay sampai jam 3:30 pagi. hi hi hi.

Nah … nanti malam nonton final gak ya?


2,222,222

Melihat counter di sebelah kanan, sebentar lagi mencapai 2.222.222. Hi hi hi angka cantik.

Kalau melihat statistik pengunjung yang rata-rata di atas 800 orang/hari (sekarang statistiknya bervariasi dari 900 sampai 1300) kayaknya hari ini bakal lewat deh angka itu. Kecuali mungkin kalau hari ini agak sepi karena semalam nonton sepak bola. (Kayaknya gak ya? soalnya semalam sepi yang ubah status facebook atau tweeter tentang bola.)

Kita  lihat saja …

[gak penting banget. he he he]

update: menjelang tengah malam statistiknya adalah 2.222.085. Sedikit lagi …

stat @ rahard.wordpress.com

stat @ rahard.wordpress.com


Spongebob Menari Jawa

[dipotret pas ada anak-anak yang bawa balon spongebob di antara penonton. he he he. jadinya seperti spongebob yang menari.]


Beres Manggung

Baru beres manggung 2 jam yang lalu bersama Bandos (band dosen). Lumayan juga mainnya tadi. Kayaknya main lebih dari 15 lagu deh :-)

Ini juga pertama kalinya gitar Gillmore biru saya manggung. Tadi saya bawa dua gitar. Just in case senar putus atau gak cocok situasinya. Setelah check sound, akhirnya saya putuskan mencoba yang Gillmore saja. Yang Yamaha saya jadikan cadangan, meskipun dari segi sound dan pegangan saya lebih suka yang Yamaha. Oh satu lagi, yang Gillmore ini lebih enteng sehingga pundak saya tidak terlalu cape.

Sayangnya sebagai pemain saya tidak bisa ambil foto diri sendiri. hi hi hi …


Gak sempat update blog

Wah kok belum sempat update blog ya? Sibuk euy… Jangankan update blog, check in di foursquare saja gak sempat. hi hi hi.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.