Sejak hari Sabtu, tanggal 10 Juli 2010, di ITB banyak acara-acara yang terkait dengan peringatan 90 tahun pendidikan tinggi teknik di Indonesia. Acara pertama adalah acara homecoming alumni ITB, Sabtu, di lapangan basket. Acaranya berupa bersepeda di kampus, bazaar, bakti sosial, dan panggung hiburan. Saya sendiri ikut di acara panggung hiburan, manggung bersama Bandos (band dosen).
Jam 10 pagi, acara di lapangan basket secara resmi dibuka oleh Rektor ITB setelah sebelumnya membuka acara bike at campus, yaitu di kampus disediakan sepeda yang dapat digunakan seputar kampus. Wah, ini mesti saya coba. Idenya bagus membuat kampus lebih hijau lagi dengan mengurangi lalulintas kendaran di dalam kampus. Mudah-mudahan ide ini bisa berjalan dengan baik. Saya khawatir sepedanya dicuri atau dirusak. Maklum, ini Endonesha bung!
Ada juga acara pembagian paket bingkisan sembako kepada pegawai ITB golongan I dan II yang secara simbolis diwakilkan oleh beberapa orang. Kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan Koperasi Keluarga Pegawai ITB dan staf pengajar ITB.
Di seputaran panggung ada beberapa stand; jualan yoghurt buatan ITB, pizza dalam bentuk cone ice cream, face painting, sulap, dan lain-lain.
Acara hiburan juga bervariasi, mulai dari tarian Jawa, Bali, sulap, dan band mahasiswa (unit apresiasi seni), band dosen, dan band kecapi modern. Nah, apa pula itu. Ceritanya menyusul ya. Belum sempat saya tuliskan.
Pas acara sulap, pak Intan Ahmad dikerjai oleh pesulap. Dengan ditutup mata dia mencoba menusuk balon dengan pisau. Ooohhh seraaam. Untungnya pak Intan tetap tenang. hi hi hi. Pas balon yang dijepit di kaki mau ditojos dengan pisau, pak Intan memindahkan dompetnya ke depan untuk melindungin bagian yang “penting”. HA HA HA …
Mengenai acara musik bandos, saya sendiri tidak punya foto-fotonya karena di atas panggung. Mosok sambil main gitar motretin pemain-pemain dan penyanyinya. Yah nanti cari yang motret deh. Kalau ada.
Acara ditutup sekitar jam 3 sore. Capek juga euy.