Archive Bulanan: Agustus 2010

Harus memecah kelas menjadi dua

Tadi siang saya kembali mengajar kuliah Keamanan Informasi Lanjut. Kali ini saya kumpulkan semua mahasiswa yang mengambil kuliah ini. Ternyata ada dua program kegiatan yang mengambil kelasi ini; Game Technology dan CIO. Jumlah mahasiswa di masing-masing program itu sekitar 40-an (mendekait 50 orang) sehingga kalau dijumlah total ada 90-an mahasiswa.

Kelas Game Technology sudah dimulai dua minggu yang lalu di ruangan kuliah yang ada akses internet dan direkam video. Kelas ini juga akan di-broadcast melalui video conferencing karena ada mahasiswa kelas jarak jauhnya (saya belum tahu di kota mana saja yang mengikuti kuliah saya ini). Jadi ada requirement khusus untuk kelasnya. Sayangnya kelas yang tersedia ukurannya kecil, hanya bisa menampung sekitar 40-an mahasiswa.

Tadi siang saya mengajar di ruang kelas yang besar (ruang 9012), tetapi masalahnya di ruang kelas ini tidak memungkinkan untuk dilakukan video conferencing.

Jadi terpaksa saya harus memecah kelas menjadi dua karena tidak tersedianya ruangan dengan fasilitas yang saya butuhkan. Tidak mengenakkan sekali karena dalam satu minggu saya harus mengajar kuliah yang sama dua kali! ngomong hal yang sama dua kali! Sangat membosankan.

Duh … kapan punya kelas besar dengan fasilitas yang bagus ya?


Ramadhanism #20: sahur tanpa nasi

Banyak (sebagian besar?) orang Indonesia harus makan nasi. Biar sudah makan mie baso 3 mangkok, kalau belum makan nasi namanya belum makan. he he he. Nah, bulan puasa ini nampaknya mereka juga harus makan nasi untuk sahur.

Apakah Anda juga termasuk yang seperti itu (harus makan nasi untuk sahur)?

Saya sudah pernah sahur hanya makan roti :-)   Alhamdulillah ok-ok saja. Bahkan office boy saya bercerita bahwa bagi dia yang penting sahur itu kopi dan rokok. Ada-ada saja.


Pemilu: memilih yang tidak kenal

Tadi pagi saya memenuhi hak (atau kewajiban ya?) sebagai warga salah satu Kabupaten Bandung, yaitu memilih pimpinannya (Bupati). Repotnya, saya tidak kenal para calonnya. Benar-benar blank. Untungnya saya mendapat bisikan dari salah seorang teman, bahwa salah satu calonnya adalah alumni dari salah satu sekolah saya. Pilih dia saja. Hmm… bagaimana ya?

Seharusnya, setidaknya di tempat pemilihan, ada semacam tulisan singkat (1/2 halaman) tentang program kerja para calon. Atau, kata tetangga, setidaknya ada slogan dari masing-masing calon sehingga kita tahu apa yang akan mereka kerjakan. Sekarang ini seperti membeli kucing dalam karung. Kita tidak tahu bakal dapat apa.

Dilema. Ikutan pemilu tapi tidak ada yang kenal. Apa sebaiknya tidak usah nyoblos? Atau dicoblos semua saja? (Maksudnya supaya suaranya tidak dimanipulasi orang dan kita menunjukkan situasi sebenarnya: abstain.) Atau pilih yang paling kenal saja?

Hmm…


Ramadhanism #19: Puasa sebagai pelajaran?

Banyak yang mengatakan bahwa puasa merupakan sebuah pelajaran, tapi pelajaran apa ya? Ada yang tahu (mungkin beserta alasan / dalilnya)? Sementara ini yang saya pahami adalah:

  • pelajaran untuk jujur kepada diri sendiri (puasa atau tidak kan hanya kita yang tahu);
  • pelajaran untuk mengendalikan diri (gak boleh emosi di bulan puasa, sabar, sabar, sabar);
  • pelajaran untuk merasakan penderitaan orang yang kelaparan;
  • … [apa lagi ya?]

Bulan Ramadhan adalah waktunya kita untuk banyak belajar. Nah … nampaknya mau browsing dan baca-baca dulu.

[Sedang membuat tulisan yang judulnya itu, "puasa sebagai pelajaran". Mencoba menggunakan the power of internet, social network, and so on untuk membuat tulisan.]

Update. Materi sudah saya upload ke scribd dan slideshare.


Dari ide ke tulisan

Besok saya diminta untuk memberikan presentasi (pengarahan?) kepada calon-calon penulis atau krew dari majalah Elektron, Himpunan Mahasiswa Elektro, ITB. Barusan orat-oret sebentar dan draftnya saya simpan di sini:

http://www.slideshare.net/budi/dari-ide-ke-tulisan

“]

[halaman depan slide

Masih mau saya perbaiki (kalau sempat). Silahkan download enjoy … Lebih enjoy lagi kalau mendengarkan presentasinya langsung karena ada beberapa ide yang hanya cocok jika disampaikan secara langsung. Sayangnya acara untuk kalangan terbatas. hi hi hi.


terguling …

[foto gak penting. hi hi hi]


Ramadhanism #18: Rame-rame

Buka puasa dan sahur akan lebih menarik kalau tidak dilakukan sendirian. Itulah sebabnya ada buka puasa bersama. Biar makannya lebih bersemangat. Padahal, sendirian pun sudah semangat ya kalau buka puasa.

Eh, tapi kok sahur bersama kok gak ada ya? Padahal justru kadang sahur yang kurang selera makan ya? (Soalnya makan sambil masih ngantuk tea.)


Ramadhanism #16: Buka di jalan

Waktu-waktu menjelang buka puasa adalah waktu ramainya jalan. Banyak orang yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Akibatnya seringkali di berbagai jalan terjadi kemacetan. Perkiraan waktu menjadi meleset. Terpaksa buka di jalan. Pernah mengalami ini?

Kayaknya setiap tahun ada saja saya mengalami hal ini. Kalau tahun ini kejadiannya berhenti sebentar di mart-mart itu untuk membeli air botol kemasan dan cokelat. Dulu-dulu pernah juga buka di dalam taksi (untuk sudah bawa air minum). hi hi hi …


Kupukupu di kaca

Ada kupukupu yang nempel di kaca. Langsung dijepret saja.


Kamera Digital Rusak

Sudah beberapa hari ini kamera digital saya secara intermiten menghasilkan gambar yang penuh dengan garis-garis. Sore ini dia secara konsisten menghasilkan foto dengan garis-garis. Jadi secara resmi dia rusak. Ini contoh fotonya:

Ada yang tahu rusaknya di bagian apanya? Apa bisa diperbaiki? Atau memang sudah saatnya beli baru? hi hi hi …

Foto-foto yang diambil sebelum kamera rusak akan tetap saya upload secara berkala.


Ramadhanism #13: buka bersama

Salah satu tradisi bulan puasa adalah … buka bersama.

Biasanya di awal-awal sudah ada buka bersama, tetapi kali ini saya baru buka bersama hari Sabtu dan Minggu kemarin. Acaranya di rumah-rumah saja. Nah, hari ini mau buka bersama lagi.

Kemarin lihat-lihat ada banyak rumah makan (sebetulnya fast food chain) yang penuh dengan orang menjelang buka puasa. Kayaknya orang buka bersamanya banyak yang di tempat seperti itu ya? Eh, bagaimana kita menghayati makna puasa ya?

Saya lihat juga orang yang jualan makanan (di pasar) tidak begitu rame. Katanya memang tahun ini lagi sepi. Wah, kasihan juga ya mereka. Memang tahun ini ada apa? Apakah orang lebih banyak buka di rumah dengan sederhana? (Atau karena memang tuntutan ekonomi ya?)


CD lama sebaiknya diapakan?

Seringkali kita mendapat bonus CD atau DVD dari majalah. Nah, CD/DVD lama ini sebaiknya diapakan ya? Buang saja? Toh mereka sudah kadaluwarsa. Tapi kok sayang juga ya?

Ini contoh foto koleksi CD yang saya peroleh dari majalah InfoLinux. Mungkin sebagian besar programnya sudah kadaluwarsa.


parkir dulu ah …


Pemutar MP3-ku

Inilah MP3 player saya. Buatan China mereknya Orion. Memorinya hanya 1 GBytes. Lumayanlah untuk menemani perjalanan di kendaraan.

MP3 ini jarang saya gunakan untuk didengarkan secara langsung. Biasanya saya gunakan di mobil, dengan menghubungkannya dengan kaset adapter itu (yang ada kabel audionya). Atau kadang MP3 player ini digunakan untuk mendengarkan lagu pas latihan band.

MP3 player ini sering rewel. Kadang kalau sudah lama nanti isinya jadi rusak (corrupt) sehingga saya harus menghapus semuanya dan memasukkan lagu-lagu yang baru. Heran juga. Kan MP3 tidak punya komponen mekanik. Tidak seperti CD player, semuanya terdiri dari komponen elektronik. Semestinya elektroniknya juga lumayan, tetapi kok isinya bisa rusak ya.

Pakai dulu sampai habis baru ganti … :-)


Ramadhanism #10: Adzhan

Kayaknya setiap ada adzhan, selalu ada yang nyambung … Allahuma laka sumtu (dan seterusnya). Terlebih lagi kalau itu adzhan Ashar. he he he.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.