Kadang saya mendengarkan radio dalam perjalanan dari rumah menuju kampus. Radio yang saya dengarkan bervariasi, tidak ada satu yang spesifik. Hanya saja, entah karena sinyalnya yang paling besar sehingga mudah tertangkap, atau karena isinya yang paling cocok biasanya saya mendengarkan Q 94 FM (di Bandung tentunya).
Penyiarnya pagi-pagi biasanya adalah Farhan, dan kebetulan saya suka dengan cara dia membawakan acaranya; tidak mencari-cari (norak) tapi tidak membosankan dan smart. Topik yang dia bahas juga menarik. Atau kadang kalau sedang diskusi, seperti kemarin – dengan orang dari Voice of America (saya tidak sempat menangkapnya? mbak siapa gitu), diskusinya smart. Kelihatan Farhan juga banyak baca atau mempersiapkan materinya.
Kadang gemes dan sebel lihat pembawa acara (apa lagi yang di TV) yang sebetulnya tidak punya intelektualitas yang cocok untuk membawakan acara. Mungkin mereka hanya punya suara atau penampilan yang bagu saja. Selebihnya … [no comment]. he he he.
Keep up the good work, Farhan.


Agustus 10th, 2010 at 9:59 am
“Kadang gemes dan sebel lihat pembawa acara (apa lagi yang di TV) yang sebetulnya tidak punya intelektualitas yang cocok untuk membawakan acara.”
Ini sempat dibahas Pak di Talkshow Jurnalistik : How To Be a Journalist minggu kemarin di Itenas, bersama Mbak Ninok Hariyani (LKBN Antara) dan Mas Yulika Satria Daya (tvOne). Memang ada fenomena presenter karbitan, yang sebenarnya bagi jurnalis sejati hal tersebut sangat mengganggu.
Agustus 10th, 2010 at 12:40 pm
kalo ane dengerin emki efem pak. 102,7
Agustus 11th, 2010 at 7:24 pm
kalau sayah, setia sama iradio pak, pagi-pagi acaranya kokok pagi, sama urban