Pemilu: memilih yang tidak kenal

Tadi pagi saya memenuhi hak (atau kewajiban ya?) sebagai warga salah satu Kabupaten Bandung, yaitu memilih pimpinannya (Bupati). Repotnya, saya tidak kenal para calonnya. Benar-benar blank. Untungnya saya mendapat bisikan dari salah seorang teman, bahwa salah satu calonnya adalah alumni dari salah satu sekolah saya. Pilih dia saja. Hmm… bagaimana ya?

Seharusnya, setidaknya di tempat pemilihan, ada semacam tulisan singkat (1/2 halaman) tentang program kerja para calon. Atau, kata tetangga, setidaknya ada slogan dari masing-masing calon sehingga kita tahu apa yang akan mereka kerjakan. Sekarang ini seperti membeli kucing dalam karung. Kita tidak tahu bakal dapat apa.

Dilema. Ikutan pemilu tapi tidak ada yang kenal. Apa sebaiknya tidak usah nyoblos? Atau dicoblos semua saja? (Maksudnya supaya suaranya tidak dimanipulasi orang dan kita menunjukkan situasi sebenarnya: abstain.) Atau pilih yang paling kenal saja?

Hmm…

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua yang ditulis oleh Budi Rahardjo

7 Tanggapan to “Pemilu: memilih yang tidak kenal”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 542 pengikut lainnya.