Tadi pagi saya memenuhi hak (atau kewajiban ya?) sebagai warga salah satu Kabupaten Bandung, yaitu memilih pimpinannya (Bupati). Repotnya, saya tidak kenal para calonnya. Benar-benar blank. Untungnya saya mendapat bisikan dari salah seorang teman, bahwa salah satu calonnya adalah alumni dari salah satu sekolah saya. Pilih dia saja. Hmm… bagaimana ya?
Seharusnya, setidaknya di tempat pemilihan, ada semacam tulisan singkat (1/2 halaman) tentang program kerja para calon. Atau, kata tetangga, setidaknya ada slogan dari masing-masing calon sehingga kita tahu apa yang akan mereka kerjakan. Sekarang ini seperti membeli kucing dalam karung. Kita tidak tahu bakal dapat apa.
Dilema. Ikutan pemilu tapi tidak ada yang kenal. Apa sebaiknya tidak usah nyoblos? Atau dicoblos semua saja? (Maksudnya supaya suaranya tidak dimanipulasi orang dan kita menunjukkan situasi sebenarnya: abstain.) Atau pilih yang paling kenal saja?
Hmm…


Agustus 29th, 2010 at 4:12 pm
pilih ajah asal.yg penting tetap ada semangat demokrasi.
Agustus 29th, 2010 at 6:50 pm
Kalo saya, coblos semua aja pak..daripada nanti dimanipulasi..:)
Agustus 30th, 2010 at 7:30 am
Pak Rahard ada cita-cita jadi Ketua KPU atau tidak? kalau iya, tolong sediakan 1 space di kartu untuk pilihan TIDAK MEMILIH. Rasanya lebih bijak daripada gak nyoblos atau merusak kartu suara. heheh.. gimana ide gila saya pak?
Agustus 30th, 2010 at 2:04 pm
oh milih di kab. bandung pak?? kemarin saya jadi panita kpps di daerah cingcin…
Agustus 30th, 2010 at 4:52 pm
kalo saya sih lebih milih coblos semuanya. biar tidak dimanipulasi.
dan untuk saran bapak tentang profil calon, seharusnya segera disalurkan ke KPUD setempat
Agustus 31st, 2010 at 9:39 am
mungkin lebih baik memilih salah satunya…
serba dilema sih… he2…
Agustus 10th, 2011 at 1:25 pm
iya pak, asal milih saja
akan itu juga termasuk kewajiban
dari pada gak ikutan
tar di pecat jadi wrna negara..
hahahahahaha