Archive Bulanan: Agustus 2010

Ramadhanism: Hari #2

Horeee … Ini sudah hari kedua bulan puasa. Mudah-mudahan kita bisa menyelesaikan puasa hari ini dengan baik.

Kali ini sahur ditemani dengan acara TV, Zack & Cody dan Hannah Montana. he he he. Habis tidak ada acara lain yang menarik sih. Pokoknya sekedar untuk menemani sahur sampai subuh.

Pagi ini saya mengantar anak ke sekolah. Ternyata jalan masih sepi. Asyiiik. Coba saja Bandung seperti ini setiap hari. hi hi hi. Tapi ini mengundang pertanyaaan. Biasanya kenapa ramai ya? Kemana saja orang-orang yang biasanya ramai di jalan? Apa masih pada tidur?

Yang aneh dan lucu? Hadoh … belum ada euy … :(    Kalau yang menarik sudah ada. Baru saja saya mendapat email dari pak Dimitri tentang sejarah Wahabi (dan penghancuran Madinah). Menarik juga. Point yang ingin disampaikan adalah “apakah kita yang paling benar?” Jawabannya adalah … tidak! Wah, tapi ini menjadi super serius :-) sementara fokus saya mau yang ringan dan lucu saja. he he he. (Masih mencari.)

Oh ya … kemarin pagi saya mencoba menimbang berat badan. (Gak saya kasih tahu beratnya dong. he he he.) Nanti setelah 30 hari berpuasa kita lihat perkembangan berat badan; kurang, nambah, atau tetap. hi hi hi.


Ramadhanism: topik tulisan (lucu) tentang Ramadhan

Saya kepikiran untuk buat tulisan yang lucu-lucu tentang Ramadhan setiap hari. Kata kuncinya “lucu” dan “setiap hari”. Dua kata kunci yang susah dicapai.

Lucu. Gimana ya? Untuk topik yang hambar saja sudah susah. Apalagi harus lucu? Belum lagi harus ada hubungannya dengan bulan puasa. Mungkin boleh diganti bukan lucu tapi aneh, menarik, atau yang membuat kita berpikir hmmm…

Setiap hari. Nah lho. Sama seperti yang di atas. Bakalan susah untuk membuat tulisan setiap hari.

I don’t need this pressure, or do I?

Kalau begitu gini saja deh. Kalian, para pengunjung saja, yang mengisinya. he he he. Pokoknya komentar setiap hari dengan topik lucu yang terkait dengan Ramadhan. Misalnya, cerita lucu yang Anda alami. Okey?


Hari pertama puasa

Yeah yeah yeah …

Ini hari pertama puasa. Selamat datang Ramadhan. Semoga bulan ini membawa banyak berkah dan kesuksesan untuk kita semua.

Pagi ini masih bersemangat. Kita lihat nanti siang apa masih bisa sesemangat sekarang. he he he. Dan sore mungkin sudah mangkal di depan meja makan dengan sendok dan garpu di tangan. ha ha ha.

[sekarang saja sudah ada cobaan semangat ... mendung, gerimis. hadoh. i don't like rainy days]

Di sisi lain … hari pertama ini jalan lumayan sepi. yahooo…


Mengatur Aktifitas di Bulan Puasa

Ada beberapa aktifitas kami yang nampaknya harus diatur lagi di bulan Ramadhan ini.

Futsal, misalnya. Biasanya kami bermain futsal hari Sabtu pagi. Tentunya di bulan puasa ini akan sangat berat kalau main futsal pagi hari. he he he. Apakah futsal sebaiknya dipindahkan sore hari (menjelang maghrib). Atau setelah isya? Atau bahkan istirahat selama bulan puasa? Kalau tahun lalu, seingat saya kami sempat futsal sekali di sore hari menjelang maghrib.

Latihan band. Biasanya band dosen latihan seminggu sekali menjelang maghrib (dan break untuk maghrib dulu sebelum dilanjutkan). Nampaknya kalau tetap mau ada skedulnya tidak bisa seperti ini. Sementara itu BandIT latihan di Jakarta setelah maghrib di kantor. Nah ini juga mungkin akan susah. Jadi? Masih belum tahu apakah akan ada latihan atau vakum selama ramadhan.

Meeting-meeting. Ada beberapa meeting di tempat kami yang dilaksanakan mulai sore sampai malam (dengan break maghrib). Nah, sekarang keinginannya sih bisa shalat tarawih. Jadi mungkin meeting-meeting harus selesai sebelum maghrib (plus some spare time to go back home - atau setidaknya masih bisa mengejar tarawih).

Apa lagi ya? Hmm… ada banyak lagi sih, seperti jadwal mengajar, dan lain-lain. Tapi kalau yang ini sih natural saja, alias tetap dijalankan karena (insyaAllah) tidak mengganggu kegiatan puasa.


Radio di pagi: Farhan yang smart

Kadang saya mendengarkan radio dalam perjalanan dari rumah menuju kampus. Radio yang saya dengarkan bervariasi, tidak ada satu yang spesifik. Hanya saja, entah karena sinyalnya yang paling besar sehingga mudah tertangkap, atau karena isinya yang paling cocok biasanya saya mendengarkan Q 94 FM (di Bandung tentunya).

Penyiarnya pagi-pagi biasanya adalah Farhan, dan kebetulan saya suka dengan cara dia membawakan acaranya; tidak mencari-cari (norak) tapi tidak membosankan dan smart. Topik yang dia bahas juga menarik. Atau kadang kalau sedang diskusi, seperti kemarin – dengan orang dari Voice of America (saya tidak sempat menangkapnya? mbak siapa gitu), diskusinya smart. Kelihatan Farhan juga banyak baca atau mempersiapkan materinya.

Kadang gemes dan sebel lihat pembawa acara (apa lagi yang di TV) yang sebetulnya tidak punya intelektualitas yang cocok untuk membawakan acara. Mungkin mereka hanya punya suara atau penampilan yang bagu saja. Selebihnya … [no comment]. he he he.

Keep up the good work, Farhan.


Bike at campus

Masih foto-foto bike at campus minggu lalu.

Setelah putar-putar kampus, sarapan bubur kacang hijau dan ketan hitam. Sedaaap banget.


Bug di Mac OS X?

Kadang kalau kelupaan, di Macbook, saya cabut flashdisk sebelum dia di-eject. Terus keluar pesan ngamuk dari si Mac. Nah, kadang bukan hanya pesan saja yang keluar tapi sistem kemudian berjalan dengan load yang tinggi sehingga Macbook cepat habis batrenya dan panas. Hadoh.

Ada yang memperhatikan masalah ini gak ya?

Memang seharusnya sih di-eject dulu itu flashdisk :-) tapi kan namanya lupa … (Lupa atau males ya? hi hi hi.) Maap, maap, maap …


Fenomena Keong Racun

Saya yakin Anda semua sudah mengetahui fenomena Keong Racun. Saya tadinya tidak ingin membahas hal ini di blog saya, tetapi nampaknya perlu juga untuk dibahas dari kacamata saya.

Yang pertama, ternyata internet sudah tidak bisa dianggap remeh lagi. Ini semua “gara-gara” Youtube. Hebat ya? Gitu mau difilter ya? ha ha ha.

Yang kedua, keong racun ini menjadi lagu untuk ketawa-ketiwi. Kemarin di acara kondangan kawinan ada yang nekada (lucu-lucuan) bawain keong racun. Tentu saja dengan gaya lip-sync Sinta dan Jojo. Terus ada nenek-nenek yang ikutan joged.

Ini khas Indonesia ya? he he he … Sorry jek! Apa kabar Kucing Garong ya?

Bagaimana menurut Anda?


Passion: Music

Semalam, kami (BandIT) manggung lagi. Kali ini kami manggung di Hall A, Gelora Soekarno(?), Senayan (pas di depan Hotel Mulia), Jakarta. Kami mengisi penutupan acara pertandingan basket antar alumni SMA Jakarta angkatan 80-an.

Bagi saya sebetulnya manggung kali ini agak berat karena beberapa alasan. Alasan yang pertama adalah kami sudah lama vakum, tidak latihan. Maklum, kami orang sibuk semua dengan berbagai kegiatan yang tersebar. Bagi saya repotnya adalah tempat latihan di Jakarta (karena semua pemainnya tinggal di Jakarta), sementara saya tinggal di Bandung. Jadi saya harus menyempatkan diri untuk latihan ketika saya di Jakarta.

Untuk manggung kali ini, saya hanya sempat bertemu dengan teman-teman satu kali latihan. Bahkan pas latihan itu tidak ada drummernya. Repot juga latihan band tanpa drummer. he he he. Itu pun saya harus buru-buru ke Bandung lagi karena mengejar travel. Akhirnya band latihan sendiri (hari-hari berikutnya), sementara saya latihan sendiri di Bandung. Saya sudah khawatir banget dengan manggung kali ini karena kurang latihan ini.

Yang kedua, acaranya ada di Jakarta pas hari Sabtu. Artinya saya harus berangkat dari Bandung Sabtu pagi, manggung, terus pulang lagi. Itulah akhirnya yang saya lakukan. Berangkat ke Jakarta hanya untuk manggung. :-) This is what I call … passion.

Yang ketiga, kami tidak sempat checksound. Padahal menurut saya, checksound itu sangat penting. Sebelum main biasanya saya melihat setingan dari amplifier, monitor, dan kondisi ruangan. Kali ini kami tidak bisa checksound karena tempatnya digunakan untuk acara (pertandingan basket) dan kami tidak bisa datang pagi harinya ketika alat dipasang. Jadi kami hanya bisa mengandalkan setingan yang dilakukan oleh teknisi sound (atau band sebelumnya).

Sesampainya di sana ternyata alat kami juga baru bisa naik panggung pas break. Jadi pasang alat sambil melihat pertandingan basket. Dan kami tidak boleh ribut pula! Bagaimana mau nyetel alat ya? Untungnya semuanya berjalan lancar.

Manggungnya menurut saya sukses berat, mengingat persiapan kami yang minim dan suasana panggung yang berada di hall basket (bergema, suara di monitor tidak terlalu terdengar sehingga saya menyanyi dengan mengandalkan feeling suara saya tidak meleset dari musik he he he).

Kesuksesan manggung kali ini ditentukan juga dengan pemilihan lagu yang pas. Lagu yang kami bawakan adalah:

  1. Europe – The Final Countdown
  2. Manfred Mann’s Earth Band – Question
  3. Chicago – Saturday in the Park
  4. Van Halen – Jump

Sedaaap … Saya senang karena bisa nyanyi sepuasnya di depan banyak orang. Lebih dari seribu orang kayaknya ada di sana.

Oh, saya jadi teringat reminder yang dikirimkan oleh 43people bahwa saya pernah menulis di sana merencanakan untuk manggung di depan ribuan orang. Done! he he he. Nah, sekarang  tinggal target manggung di Budokan, Jepang. he he he. Mimpi boleh kan?

Jreng!


Redenominasi? Devaluasi?

Saya tidak mengerti apa itu redenominasi. Apa bedanya dengan devaluasi ya? Mengapa redenominasi dilakukan sekarang? Mengapa bukan berupaya untuk meningkatkan nilai mata uang kita?

Kalau ngasih “pak ogah”, jadi minimal Rp 1000,- dong? Padahal kalau sekarang kan bisa ngasih Rp. 100,-

Bagaimana pendapat Anda?


mau?


[secret recipe's bake rice ...]


Busa Earphone

Sebel banget dengan busa earphone yang rusak melulu. Ini kondisi earphone saat ini. Busanya tinggal lepas saja. Yang satunya malah sudah tidak pakai busa.

Kalau gak pakai busa perasaan suara yang didengar kurang bagus. Kurang nge-bass gitu. he he he. Musik terdengar flat. Kalau dipakai telepon juga suara dari luar menganggu.

Busa ini berantakan terus karena earphone sering disimpan di saku (jaket). Pastinya busanya nyangkut-nyangkut. Akhirnya rusak atau hilang. Ini juga sudah beli yang baru. Eh, ternyata dia tidak tahan lama.

Ya sudah, mungkin earphone-nya tanpa busa saja deh.

Bagaimana dengan punya Anda?


mau?


[mushroom ramen]


[salmon sushi]


Rush

Siapa yang belum pernah dengar nama band Rush? Bagi penggemar musik, apa lagi yang seusia dengan saya, sudah hampir dapat dipastikan pernah mendengar nama tersebut.

Rush punya peranan penting dalam hidup saya. Pada suatu saat, saya ditanya oleh perwakilan universitas Kanada kenapa mau sekolah di Kanada. Jawaban saya polos, karena Rush ada di Kanada. Yang mewawancara ketawa ngakak, tetapi kemudian berhenti karena melihat saya tidak becanda. Dan akhirnya saya pun berangkat sekolah ke Kanada. And, I spent more than 10 years there.

Kadang alasan yang berada di belakang sebuah action itu terlalu sederhana atau terlalu aneh untuk dimengerti :-)


Akses Internet di Singapura

Baru saja saya kembali dari Singapura. Beberapa hari di Singapura kemarin itu saya kesulitan mengakses internet. Sebetulnya tidak sulit akses internetnya, tetapi … mahal! he he he. Di hotel saya biayanya adalah SGD $17 untuk satu jam (wireless access).

Yang saya maksud susah akses adalah bagi tamu (turis) yang datang ke Singapura, bukan untuk penduduk. Mungkin karena akses internet bagi penduduk sangat mudah (di rumah, asrama, kantor, dan lain-lain) maka mereka tidak merasa penting akses di tempat publik ya?

Setelah saya lihat-lihat ada beberapa alternatif akses internet murah di Singapura. Yang pertama adalah akses wireless dengan menggunalan layanan “Wireless@SG”. Kita dapat mendaftarkan diri untuk layanan ini dengan gratis. Saya lupa dulu daftarnya bagaimana ya? Kalau tidak salah, daftar online terus nanti dia tanya identitas (saya gunakan paspor) dan nomor handphone lokal. Jadi memang modalnya adalah nomor handphone lokal, yang sangat mudah didapat dan memang saya sarankan untuk digunakan (daripada menggunakan nomor handphone Indonesia secara roaming yang pastinya mahal).

Sayangnya akses “Wireless@SG” ini tidak banyak. Dulu katanya mau meliputi seluruh Singapura, tetapi setelah beberapa tahun ini nampaknya tidak banyak bertambah coverage-nya dan bahkan di beberapa tempat tampaknya tidak terawat. Sebagai contoh, ketika saya mencoba mengakses layanan Wireless@SG di Sim Lim Square (tempat jualan alat elektronik) ternyata gatewaynya (?) memiliki sertifikat (SSL?) yang bermasalah sehingga tidak bisa jalan.

Yang kedua, ada beberapa tempat yang menyediakan layanan internet gratis. Airport Changi merupakan salah satunya. Tapi mosok kita harus ke Changi untuk akses internet gratis. he he he.

Berikutnya saya melihat ada beberapa layanan broadband yang relatif “murah” ketimbang akses di hotel. Kemarin saya tanyakan layanan “M1 broadband” adalah $17 untuk 3 hari atau 9 jam. Ini menggunakan 3G (bisa pakai handphone atau dongle yang bisa dihubungkan ke notebook). Sayangnya kemarin saya tahunya sudah pas mau pulang. Jadi percuma :-( Tahu gitu begitu datang langsung saya apply ini. Sayangnya lagi nomor yang diberikan akan expire setelah 90 hari tidak dipakai. Kan belum tentu saya ke Singapura lagi dalam waktu 90 hari :-) Eh, tapi memangnya kenapa kalau expire ya? Beli lagi saja nanti kalau datang lagi ya?

Akses internet melalui handphone pun bisa. Saya kebetulan menggunakan nomor Starhub. Dari handphone langsung saya bisa akses internet. Saya coba akses twitter dan mengubah status. Hasinya, akses yang singkat ini rasanya saya dicharge 30 (atu 50) sen. Saya tidak hitung tepatnya. Lumayan mahal juga. Bayangkan kalau saya buka gmail :-) bisa habis pulsa saya. he he he.

Di beberapa hotel (kecil) ada juga akses internet dengan komputer di sana. Biasanya aksesnya adalah $1 untuk 15 menit. Mahal juga.

Warnet juga ada dan ini biasanya cukup murah. Ada yang $2 untuk 1 jam. Bahkan saya pernah pakai yang $1/jam. Biasanya yang pakai di sini adalah tenaga kerja asing (TKW dari Filipina). Jadi rame pas lagi weekend. Kalau hari biasa sih sepi.

Demikian informasi singkat. Mudah-mudahan bermanfaat bagi yang ingin ke Singapore.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.