Archive Bulanan: September 2010

Hari yang (cukup) panjang

Hari ini lumayan panjang bagi saya. Dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore saya berbicara terus di depan kelas. (Ada jeda makan siang dan shalat.) Pagi hari memberikan presentasi di internal Tekom, siang hari di kampus memberikan kuliah.

Ternyata ngomong dan berdiri di depan kelas berjam-jam lumayan cape juga. Plus semalam begadang karena membereskan proposal penelitian. Gak kebayang kalau hari ini saya puasa (tadinya berniat untuk puasa).

P h e w . . . sekarang istirahat sejenak. Atau sekalian … z z z Z Z Z z z z …


Foto hari ini

Foto ini saya crop dari foto yang lebih besar. Terlalu banyak noise di foto yang lebih besarnya. Yang ini lebih menarik :) Selamat menikmati.


Kumpul-kumpul BHTV

Sudah lama tidak kumpul-kumpul, akhirnya kemarin ada acara silaturahim BHTV (Bandung High Tech Valley) di ruko-nya pak T. A. Sanny. Yang hadir ternyata lumayan juga, belasan orang lah.

Acaranya hanya sekedar kumpul-kumpul dan merencanakan untuk kumpul lagi di bulan Oktober untuk membicarakan berbagai topik (pembaharuan data perusahaan IT di kawasan Bandung). Ada sedikit laporan dari pak Sanny tentang berbagai kegiatan yang terkait dengan Pemerintah (Bandung, Cimahi). Kemudian Riza Wazdi menceritakan tentang rencana pembuatan technopark di kawasan Bandung Utara dan meminta masukan dari kita apa yang kita butuhkan untuk menempati technopark tersebut.

Begitu … sampai bertemu lagi di bulan depan.


Obyek foto: kuliner dan alam

Nampaknya foto-foto yang saya ambil kebanyakan adalah alam dan makanan. Mungkin ini karena saya baru bisa memotret obyek yang diam? Kebetulan obyek diam yang paling mudah dipotret dengan menghasilkan foto yang terbaik adalah makanan dan alam (lebih spesifik lagi, langit). Makanan, karena saya harus makan jadi tinggal jepret saja. Langit, karena saya tinggal mendongak ke atas, dapet langit.

Harusnya obyek foto lebih bervariasi lagi ya?

Alasan saya tidak memotret obyek bergerak (seperti manusia) adalah karena saya tidak punya kamera yang profesional. hi hi hi. Namanya juga alasan.

Eh, tapi Ken Rockwell juga banyak motret toilet kok. Jadinya dia fotografer toilet. he he he. Foto-fotonya bagus-bagus juga kok. Jadi kayaknya oke-oke saja ya.

Berburu foto lagi … (atau berburu makan-makan lagi?).


mau?


mau?


[bala-bala...]


Tempat persembunyianku

Aku benci! Aku benci! Aku benci! Mengapa aku tidak dibelikan mainan itu? Sambil berlari, air mata mengalir. Aku berlari ke tempat persembunyianku. Tak jauh dari rumahku.

Di sinilah aku bersembunyi. Tak ada orang yang tahu. Hanya ilalang yang tahu.

Aku bisa berlama-lama memandangi langit yang cerah. Berkhayal melayang-layang di sana. Terbang dari satu awan ke awan yang lain. Melupakan kesedihanku, mainan itu.


Merindukan Bulan

Sudah lama saya ingin memotret bulan. Beberapa kali dicoba, hasilnya gagal. Maklum, saya menggunakan kamera digital kelas saku saja :)   Hasilnya adalah langit saja. Bulannya tidak terlihat. Selain kamera yang digunakan tidak mendukung, mungkin juga waktunya kurang pas.

Tadi pagi, saya lihat masih ada bulan. Nekad mencoba memotret lagi. Hasilnya seperti di bawah ini. Lumayan, bulannya sudah terlihat meskipun ukurannya masih se-uprit dan kurang begitu jelas. hi hi hi. Eh, tapi bercak di bulannya sudah terlihat tuh.

Yah mungkin suatu saat saya bisa punya kamera yang lebih bagus dan bisa memotret bulan dengan lebih baik. Atau, ini bagaikan pungguk merindukan bulan?


Morning

Bingung mau kasih judulnya apa. :) Ya udah … morning saja, karena memang dipotret di pagi hari di kampus ITB meskipun sekarang sudah malam :-)


Mencari Makanan Yang Sehat

Semakin usia bertambah, semakin harus hati-hati kita dalam memilih makanan. Mulai muncul pantangan karena kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, asam urat, gula, dan seterusnya. Repotnya tidak banyak (kalaupun ada) tempat yang berjualan makanan sehat. Kita harus masak sendiri.

Kalau dipikir-pikir, banyak orang yang membutuhkan makanan sehat. Berarti ada pasarnya ya? Kenapa kok tidak ada orang yang membuka restoran (atau tempat jualan untuk dibawa pulang) makanan sehat ya? Atau bakalan tidak laku?

Menunya apa saja ya? Mengurangi yang digoreng? Berarti harus banyak yang dikukus ya? Harus tanpa gula. Terus apa lagi? Jadi… menunya apa ya?

  • Gado-gado;
  • Baso tahu;
  • Salad (tapi dengan dressing yang benar, bukan dressing yang biasa karena yang biasa pun bermasalah dengan kolesterol);

hmmm… apa lagi ya?


Foto hari ini

selamat pagi …


(still) stand tall


Apa beda scientists, engineers, dan lain-lain

Beberapa hari yang lalu ada diskusi mengenai lulusan perguruan tinggi. Kemudian tibalah pada definisi apa itu scientists, engineers, dan seterusnya. Bingung. Seingat saya di salah satu buku teks yang digunakan di kuliah dulu pernah ada definisi ini. Setelah mencari-cari, akhirnya ketemu. Horeee… Ini dia.

Dari buku Holtzapple dan Reece, “Concepts in Engineering,” McGraw-Hill:

Scientist, who study nature in order to advance human knowledge. Although some scientists work in industry on practical problems, others have successful carreers publishing results that may not have immediate practical applications. Typical degree requirement: BS, MS, PhD.

Engineers, who apply their knowledge of science, mathematics, and economics to develop useful devices, structures, and processes. Typical degree requirement: BS, MS, PhD.

Technologists, who apply science and mathematics to well-defined problems that generally do not requitre the depth of knowledge possessed by engineers and scientists. Typical degree requirement: BS.

Technicians, who work closely with engineers and scientists to accomplish specific tasks such as drafting, laboratory procedures, and model building. Typical degree requirement: two-year associate’s degree.

Artisans, who have the manual skills (welding, machining, carpentry) to construct devices specified by scientists, engineers, technologists, and technicians. Typical degree requirement: high school diploma plus experience.

Begitu …


Menyamakan level volume lagu

Seringkali ketika mendengarkan lagu, level volume antara lagu berbeda. Lagu pertama volumenya kurang keras, jadi dikeraskan. Pas lagu kedua, volumenya lebih keras dari lagu pertama sehingga kekerasan (mengganggu orang lain). Jadi terpaksa dikecilkan. Lagu berikutnya … berubah lagi.

Apakah ada software yang bisa “menyamakan” level volume lagu dalam koleksi MP3 / FLAC secara gerombolan (batch)? Masalahnya, lagunya banyak sekali. Kalau satu persatu bisa dilakukan di iTunes. Ada opsi untuk mengecilkan / mengeraskan level audio untuk setiap lagu. Kalau semuanya dikerjakan satu-persatu, kapan selesainya?

On a side note, hal yang sama (volume yang tidak seimbang) juga terjadi di acara TV. (Setidaknya di layanan TV yang saya gunakan.) Pas iklan suaranya jadi keras sekali. Menyebalkan.

Ada ide?


Made in Japan

Made in Japan. Mestinya begitu … tapi saya tidak cek. Bisa jadi ini Made in China. hi hi hi. Gak ding. Pastinya betulan Made in Japan. Kan ini oleh-oleh dari Jepang. (Ceritanya bu Intan Math baru pulang dari Jepang. Terus bawa oleh-oleh gantungan kunci. Kami diminta untuk memilih. Hore…)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.