Pakai notebook tanpa batre

Baru saja saya cabut batre notebook saya dan saya hidupkan notebook tanpa batre. Katanya sih dalam usaha untuk membuat usia batre lebih panjang. Soalnya kalau batre sering dicharge, dia cepat rusak. (Apa benar?)

Nah, apakah Anda sering melakukan hal ini (mencabut batre)? Saya sebetulnya jarang melakukan hal ini. Apa lagi saya pakai MacBook yang katanya lebih cerdas dalam mengelola batre. hi hi hi.

Oh ya, kalau MacBook diambil batrenya di gampang terguling karena bagian keyboardnya menjadi enteng. Batre ternyata membuat dia menjadi seimbang. Jadi memang dia tidak didesain untuk digunakan tanpa batre. hi hi hi. Tetap saja saya nekad mencoba.

About these ads

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

33 responses to “Pakai notebook tanpa batre

  • CG

    saya nunggu komentar yang lain ah, soalnya pengen tau teori yang mana yang benar :)

  • kiky

    sebaiknya begitu, batre saya sering drop gara2 terlalu sering saya charge.

  • tukangpoto

    Sayang saya belum pake notebook,pak . Jadi belum pengalaman…

  • Adhi Hargo

    ThinkPad saya jarang sekali dipasangi baterai. Sekarang pun sedang bepergian, baterai tidak saya bawa. Repot kalau mau pakai batere, karena menurut saran wiki forum penggunanya, “always do complete charge/discharge cycle”: sebaiknya baru charge batere saat hampir kosong, dan baru hentikan saat hampir penuh. Ribet ribet ribet. Mending nggak usah pasang sekalian, sesekali saja diisi penuh, karena saat dilepas pun baterenya discharge sendiri pelan-pelan. Sekalian jaga2 kalau mati lampu ^_^

    Lagipula harga batere termurah hampir seperempat harga laptop baru, lebih mahal dari rata2 periferal, lebih baik dipakai kalau benar2 perlu saja. Kalau layanan PLN sedang beres, ya dipakai…

  • Christian L

    Baterai laptop jaman sekarang hampir semua sudah memakai Li-ion. Jadinya sudah tidak masalah lagi kalo baterai terus dipasang. Mereka udah ada IC yang bisa memotong arus listrik tiap cell baterainya jika charging udah selesai.

    Ini salah satu alasan Apple membuat Li-ion baterai tidak bisa di-replace di beberapa produk-produk mereka.

    Kalau ingin tahu lebih lanjut, ini ada website bagus yang isinya menjelaskan tentang baterai: http://www.batteryuniversity.com/partone-14A.htm

  • Alfian Sabri Tanjung

    Having a battery fully charged and the laptop plugged in is not harmful, because as soon as the charge level reaches 100% the battery stops receiving charging energy and this energy is bypassed directly to the power supply system of the laptop.

  • joniandra

    Memang sih. baterai jadi awet pak, tapi kalau listrik PLN nya sering hidup mati gimana jadinya.. kan gawat nih…Malah menimbulkan masalah yang lain.

  • novalnd

    kalau buka-pasang malah pin konektor batrenya yg aus ntar pak :D

  • Donny Kurnia

    Masih banyak ya yang salah kaprah tentang menggunakan baterai dengan baik. Baterai tipe lama (NiCad) memang harus dipakai habis sebelum dicharge, karena adanya efek memory.

    Baterai tipe baru (Ni-Mh dan Li-ion) tidak memiliki efek memory. Baterai Li-ion yang dipakai sampai habis justru akan merusak baterai, membuatnya tidak bisa dicharge lagi. Membiarkan baterai Li-ion terisi 100% tidak digunakan juga akan memperpendek usia batere. Jika ingin disimpan dalam waktu lama, simpan batere Li-ion dalam kondisi terisi 40%. Baca data eksperimennya di sini:

    http://www.batteryuniversity.com/parttwo-34.htm

    Usia batere Li-ion sudah dimulai saat selesai diproduksi. Digunakan atau tidak, kapasitasnya akan terus berkurang dan tidak akan bisa dikembalikan lagi, karena proses kimia di dalamnya, berbeda dengan efek memori pada NiCad yang bisa dikembalikan ke kondisi penuh. Baca karakteristik batere Li-ion di sini: http://www.batteryuniversity.com/partone-5.htm

    Ingin tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada baterai, baca disini: http://www.batteryuniversity.com/partone-21.htm

    Ini cara saya menggunakan baterai Li-ion di laptop:
    1. Charge baterai hingga full 100%.
    2. Segera setelah baterai penuh, cabut charger, gunakan laptop dengan tenaga dari baterai.
    3. Begitu baterai mencapai kurang dari 20%, sebaiknya bersiap untuk mencharge, ingat jangan sampai baterai Li-ion dibiarkan kosong atau mendekati kosong dalam waktu lama.
    4. Tidak perlu takut melakukan charge saat batere masih setengah terpakai, misalnya masih 70% tapi akan berangkat misalnya, charge aja hingga penuh, supaya laptop bisa digunakan setiap saat tanpa perlu mencari colokan listrik.
    5. Setiap 30 cycle sebaiknya dilakukan kalibrasi, dengan melakukan full cycle. Untuk tahap ini memang butuh mengosongkan batere Li-ion lalu diisi penuh lagi. Ini hanya untuk kalibrasi sensor, bukan untuk menghilangkan efek memori. Ingat berkurangnya kapasitas batere Li-ion adalah fungsi waktu yang tidak bisa dihentikan.

    Setelah 2-3 tahun, pertimbangkan untuk membeli batere baru, atau sekalian aja beli laptop baru, toh dalam 2-3 tahun biasanya perkembangan komputer sudah sangat pesat :)

    Semoga bermanfaat

  • Donny Kurnia

    Oh ya satu lagi, putusnya arus listrik secara mendadak adalah penyebab utama bad sector.

    Saya mengalami ini di thinkpad saya, sebelum batere yang dipakai sekarang ini dibeli. Saya mengalami listrik mati saat harddisk sedang bekerja. Setelah beberapa waktu, ada masalah sehingga saya putuskan melakukan fsck. Hasilnya ada 1 bad sector, untungnya tidak ada data penting di sana.

    Ok, harga harddisk memang lebih murah dari batere, tapi data yang tersimpan tidak ada jual. Dengan fakta bahwa batere Li-ion pasti akan berkurang kapasitasnya seiring waktu, maka lebih baik memanfaatkannya untuk menjaga kesehatan harddisk dan data yang tersimpan di dalamnya ketimbang sayang uang untuk beli batere baru tapi akibatnya data penting jadi hilang.

  • Adhi

    tergantung pada service dari utility (PLN). kalo listrik di tempat kita suka mati2 maka mending pake batere. toh sekarang li-ion udah ada sirkuit untuk memutus bila udah 100%. kalo listriknya stabil, kadang suka sy copot sih, menghemat cycle juga. tapi hanya 3 hari dalam 1 minggu saja saya copot, selebihnya dipake

  • rotyyu

    Benar resiko yang paling menakutkan adalah pemadam bergilir dari PLN, bisa memperpendek usia notebook atau malah kena bad sector…

  • bolehngeblog

    sebelum lupa karena mau mudik, saya ingin mengucapkan “selamat hari raya Idul Fitri 1431 H, Mohon maaf lahir dan bathin”

    salam,
    Bolehngeblog

  • Donny Kurnia

    @Adhi, walau listrik PLN relatif stabil, banyak penyebab lain yang bisa menyebabkan aliran listrik mati mendadak. Kalau mau aman, gunakan ups.

    Banyaknya cycle kayaknya ga berpengaruh ke usia baterai Li-ion deh, soalnya proses kimianya memang irreversible. Apalagi kalau dibiarkan terisi 100% tidak digunakan, penurunan kapasitasnya lebih besar. Klo emang mau disimpan lama, misal ingin dijual lagi nantinya, simpan saat isinya sekitar 40%, penurunan kapasitasnya paling rendah.

  • moh rais amin

    Saya sendiri udah hampir 1 tahun makek laptop tanpa Batree,sejak beli notebook baru langsung saya copot Batreinya Pak,biar lebih awet umur batreinya,diforum2 banyak bilang kayak gt.Sampek sekarang aman2 aja :) biar tidak mati mendadak waktu pasokan listrik dari PLN terputus saya pake UPS Pak jadi aman dan terhindar dari Bad Sector,klo pengen lebih aman ganti aja hardisknya dengan hardisk SSD ;)

  • ricky

    di milis id-mac sering dibahas…
    ini bisa berpotensi merusak mainboard… kemudian juga dinyatakan kalo di mac jika battery tidak dipasang, maka speed core2duo tidak akan maksimal… bisa ditanyakan sama ryosaeba a.k.a eko (pakar mac)

  • denmaseklobot

    Saya sih termasuk yg jarang cabut baterai kalo lagi pake notebook pak…dulu sih pernah searching di google soal ini, akhirnya saya putuskan untuk tetap pasang baterai kalo lagi hidupin notebook :).

  • onky theo

    Thx Bro….Met puasa en nyambut Minal Aidin Wal Faidzin..
    gw senang liat blog bro yang begitu simpel tapi berarti..
    gw masih nubie dalam hal blog, tolong berikan pencerahan terhadap site gw en
    kalo boleh berikan link ke blog gw…makasih

  • Boyke

    Laptop itu didesain oleh orang yang budayanya gak kayak kita. Menurut saya (orang indonesia asli), sebenernya ribet juga sih kalo hrs pasang-copot batre. Gitu aja kok repot. Sebenarnya tinggal cari colokan listrik kalo gak ada ya terpaksa pake batrenya sampe sekarat. kalo batre sudah sekarat urusan dengan laptop selesai. Tapi tenang, masih ada flash disk. sekarang tinggal cari colokan usb. beres kan?

  • Audi

    Dipasang atau dilepas buat saya sekarang sudah nggak ada efek. Soalnya kapasitas batre tinggal 5%. Jadi mending tetep dipasang. Paling nggak, kalo mati lampu, laptopnya nggak langsung mati.

  • lucky

    laptop tanpa baterai = desktop versi ringan dan compact

    kalau memang masih keberatan baterai ngedrop di laptop, kenapa gak pake desktop aja sih…lebih murah reliable powerfull.

    imo, tujuan orang beli laptop ya biar bisa bawa kemana2 dan kerja pas gak ada power source.

  • hanip

    Laptop yang lama nggak pernah saya copot batrenya juga bisa tahan 2 tahun kok batrenya, cuman buat laptop yang sekarang lagi coba pasang copot batre. g tau bisa brapa taun ntar, hehehe

  • nugroho

    yang bikin cepat rusak itu cara pakai yang sak-karepku (semau gue). yang bikin awet itu yang penuh perawatan.

  • Budi Rahardjo

    tapi saya check semakin banyak cycle-nya, semakin cepat rusak batre macbook saya.

    hal yang sama terjadi dengan ibook saya. bahkan saya sudah menghabiskan dua batre ibook. sekarang ibook saya tidak punya batre :-)

  • Adhi

    @Donny Kurnia:
    betul, emang banyak yg bikin listrik mati mendadak. tidak matipun kalo ada gangguan macem surge, sags dan aneka problem PQ juga ndak baik. sy juga pake UPS buwat mencegat mereka. kalo ndak, bakal potensial menghantam motherboard…emang payah nih PLN banyak gangguan nyelonong

    emang batre yg sekarang gak sama dg dulu. udah dicas penuh juga berkurang sendiri walo gak dipake. makanya paling 3 hari dlm seminggu lepas, selebihnya lebih sering pake

  • TUKANG CoLoNG

    semua batre akan turun kemampuannya. seharusnya kalo mau lepas, lepas pas batre belum pernah kepakai. sekarang kan udah terlanjur dipakai, sistem kimia di dalem batre (katanya0n tetep jalan. saya pernah nanya ke CS lapy saya, mending charge dan lepas tepat waktu. charge pas batre low, dan segera lepas ketika tepat penuh. kalo gag pakai batre, arus langsung yg masuk rentan untuk merusak komponen yg lain.:)

  • Agung Cahyawan

    Saya pernah baca tentang algoritma charging batere, batere itu tidak dicharge dengan cara yang sama dari kosong sampai penuh. Biasanya ada 3 mode charging, bulk mode saat batere kosong, kemudian pindah ke absorption mode selanjutnya ke float mode saat batere hampir penuh. Yang menjadi masalah itu katanya saat batere sudah penuh dan dicharge saat dipakai, sistem charge mengira batere kosong karena ada tarikan arus yang besar dan mode charge dipindah ke mode absorption yang bisa bikin batere overcharge karena sebenarnya batere masih penuh.
    Yang jadi masalah kita tidak tau persis apakah mekanisme charger dilaptop kita seperti ini atau lebih baik. Jadi lebih baik dicopot saja. Saya dulu selalu mencopot batere laptop, pernah sekali kelupaan dipakai sambil mencharge sampai penuh, pas dicek batere quality lewat software bawaan laptop ternyata kualitasnya jadi turun dari terakhir saya cek.

  • EDY

    pengalaman saya dalam menggunakan laptop/netbook
    batere yang di copot malah mengakibatkan kerusakan pada board laptop/netbook.. untung saja masih garansi.. dan saya sempat menanyakan kepada tehnisi tersebut.. apa batere lebih baik di pasang / dicopot, dan dia menyarankan untuk dipasang saja.
    trus apabila di carge terus menerus ketika batere penuh gmn??
    menurut tehnisi tersebut tidak masalah..

    dan setelah saya mengikuti sarannya netbook pico saya baik2 saja walau saya carge hingga 12 jam atau lebih ketika di gunakan
    dan ketika tdak di carge batre normal2 saja.. kuat 1,5 -2 jam (3 cell) dan itu semua tergantung penggunaan dan seiring waktu kondisi batre turun 2-3% dalam waktu 1 1/2 thun..
    itu pengalaman saya.. mungkin lain halnya dengan anda…

    terimakasih..

  • rere

    menurut saya sih lebih baik menggunakan batre, tapi kalau dah habis di cash lagi kalau penuh dicabut(seperti HP). dan jangan menggunakan cash sedangkan batre nya tidak dilepas dan laptopnya dihidupin. bisa-bisa batrenya Drop. karena I/O nya g bener.:D

  • arno

    lebih baik menggunakan batre. jadi input dan outpunya seimbang. jangan di-cas sambil memainkan laptop.

  • ashari

    menggunakan sesuai kebutuhan aja gan.
    salah satu memelihara batre laptop tidak men-cash sewaktu laptop dihidupkan. dan di-cash hanya slama 2 jam.

  • seli_usel

    kalau menurut saya sich lebih baik di saat kitta menggunakan laptop sambil d cas sampai penggunaan nya selasai.

  • fia

    Saya menggunakan sistem copot baterai (Li-Ion) A32-F82 asus. Saya sudah menggunakan laptop dgn sistem copot baterai selama 2,5 tahun. Baterai sangat jarang saya gunakan kecuali saat pergi dan dinyalakan di tempat yg ga ada power supply. Alhamdulillah, Alhasil laptop saya fine-fine saja meskipun sekalinya saya nyalain tanpa baterai lbh sering bahkan berjam-jam utk main game, online bahkan prnh dr malam sampai pagi. baterai pun OK sampe 2 jam. sementara laptop teman-teman saya yg baru 1 tahun dg kondisi baterai terpasang terus menerus malah cuma tahan 1 jam dlm kondisi full.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.835 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: