Hari ini kegiatan intelektual saya dimulai dengan diskusi mengenai security di sebuah kafe di jalan Dago. Ceritanya ada mahasiswa dari Malaysia yang ingin konsultasi tentang topik S3-nya dia di salah satu universitas di sana. Maka, janjianlah kami bertemu.
Awalnya kami akan bertemu di kampus, tetapi saya baru ingat bahwa di kampus tempat ngopi belum buka kalau pagi seperti ini (jam 7-an). Akhirnya saya usulkan ketemu di d Kiosk di jalan Dago. Eh, ternyata belum buka juga. Akhirnya jadinya ketemu di seberangnya, Dago Plaza, yang mana tempat ngopinya sudah buka.
Mahasiswanya, namanya Abdullah(?), sebelumnya kontak ke Rizal untuk mencari siapa yang bisa diajak diskusi tentang database security. Rizal akhirnya kontak saya dan saya ok untuk ketemu. Abdullah kemudian menjelaskan permasalahan yang dihadapi (problem statement) dan solusi yang dia tawarkan. Idenya sederhana, tetapi yang sederhana biasanya malah sulit untuk dicarikan solusinya
Kami berdiskusi cukup lama dengan ditemani kopi. Saya pikir topik yang dia utarakan cukup layak untuk topik S3. Saya hanya mengusulkan untuk memodelkannya secara matematis agar lebih rigour. Dia setuju. Saya sendiri tidak terlalu familier dengan model matematis dari access control database.
Senang juga diskusi seperti ini. Menstimulasi otak. (Otak kiri atau kanan ya kalau urusan seperti ini.) Dia juga cukup heran kenapa dia tidak mengenal ITB karena kalau dilihat dari kemampuan ITB, mestinya cukup bagus juga untuk level dunia. Saya bilang karena kita sudah cukup puas dengan apa adanya jadi kurang bersemangat untuk promosi
hi hi hi.
Setelah selesai diskusi, saya kembali ke kampus. Lupa tadi nggak makan apa-apa di kafe sana. Padahal tadi sudah ngincer makanan, tapi karena asyik berdiskusi jadi lupa
Cari makan dulu ah…