Archive Bulanan: Oktober 2010

Tidak Ada Topik?

Salah satu keluhan orang yang ngeblog adalah sulitnya untuk mecari topik. Wah, menurut saya sih ada terlalu banyak topik, tetapi memang yang sulit adalah menemukan topik yang sesuai dengan mood kita atau situasi yang terjadi saat ini.

Apa saja bisa jadi topik. Hanya memang apakah topik tersebut menarik bagi orang untuk dibaca? Bagi saya, yang lebih penting adalah apakah topik tersebut menarik bagi kita. Itu saja sudah terlalu banyak topik :)

Coba saja brainstorming. Topik apa yang ada di kepala Anda saat ini?

  • mengenai cuaca?
  • mengenai kejadian yang baru saja menimpa Anda?
  • mengenai hal-hal yang Anda tidak setuju (misalnya setujukah Anda dengan UAN? atau menaikkan harga parkir menjadi Rp. 10rb.? atau topik-topik kontroversial lainnya?)
  • foto yang baru Anda jepret (seperti di bawah ini – sebenarnya sih tulisan ini hanya untuk alasan menampilkan foto – ha ha ha)


Aktivitas Yang Tercecer

Di akhir minggu ini memang aktivitas saya luar biasa sibuknya. Ini ada beberapa cerita dan foto dari berbagai kegiatan itu.

Bike at Campus. Bersepeda di seputar kampus untuk mengajak menggunakan sepeda (atau jalan?) di kampus. Biasanya acara ini terjadinya di Jum’at pagi.

Sabtu pagi, setelah futsal (tidak ada foto-foto he he he), saya cepat-cepat mandi di tempat futsal dan menuju kampus. Di sana saya ditunggu untuk memberikan presentasi singkat mengenai blogging. Acaranya merupakan bagian dari Comlabs Free IT Saturday Lesson. Topik kali ini adalah Cyber Journalism.

Ruangan di Comlabs itu penuh sesak dengan pengunjung. Bagus kegiatannya.

Musik … Bandos (Band Dosen) manggung di Gedung Serba Guna (GSG) ITB dalam rangka reuni ITB 80. Mainnya sih malam Minggu (30 Oktober 2010), tapi sorenya kami harus checksound dulu. Untung checksound karena alat musik kami banyak sekali (pemainnya banyak). Jadi harus narik kabel ke DI/ampli. Bribet …


[Foto beberapa pemain Bandos sehabis checksound]


[jreng! photo by: Ekawan]

Begitulah kira-kira ke-super-sibukan saya. Kegiatan yang rutin, seperti mengajar, meeting, tidak saya tampilkan di sini karena … ya karena sudah rutin. Tidak ada yang aneh. hi hi hi.

Bagaimana kesibukan Anda?


Outline presentation: blogging

Hari ini saya diminta untuk memberikan sedikit presentasi (talk show?) di Comlabs (free saturday lessons) tentang blogging dan (citizen) journalism. Berikut adalah draft materi presentasi saya:

http://www.slideshare.net/budi/blogging-5612617

Enjoy …


Aero Expo ITB

Hari ini mestinya ada Aero Expo di ITB. Saya tahunya dari poster di pintu masuk. Sayang sekali hari ini skedul saya cukup penuh (termasuk memindahkan kelas ke hari ini) sehingga tidak sempat untuk menengok ke acara ini.

Kemudian di sampingnya ada miniatur Space Shuttle. Keren juga :)


(harus lebih) Produktif

Ada dua artikel dan satu materi presentasi yang harus selesai besok. Wah. Nampaknya saya harus lebih produktif lagi hari ini.

Sementara itu masih banyak bacaan yang harus diselesaikan (revisi 3 thesis mahasiswa, review 1 artikel untuk jurnal – harus recheck referensinya). Masalah utama yang harus saya hadapi adalah time management. Atau, kurangi waktu tidur?

W a a a . . .


Komitmen Memotret Setiap Hari

Sudah beberapa hari terakhir ini saya kurang produktif dalam menulis. Maklum alasannya sangat klasik, sibuk :)   Tapi saya selalu ingat dan memaksakan diri untuk menulis karena ini komitmen terhadap diri sendiri.

Sekarang saya memiliki hobby baru yaitu memotret. Tentu saja kemampuan saya masih jauh dari sempurna. Namanya juga baru belajar. Nah, agar tetap konsisten belajar (10.000 jam itu) maka saya memaksakan diri untuk memotret setiap hari. Ini ternyata susah juga.

Kalau menulis setiap hari, meskipun susah, bisa dikarang. Kita bisa membuat rekayasa dari apa yang tidak ada menjadi ada. Bahkan menghayalpun bisa. Kalau memotret, lain cerita. Harus ada obyek yang dipotret.

Ya, ya, ya, saya bisa mengambil apa saja untuk jadi obyek yang dipotret. Masalahnya hasilnya tidak jauh berbeda kalau saya membuat tulisan di blog tetapi isinya adalah hanya “abcde” yang tidak ada maknanya. Tulisan, hanya rentetan huruf. Gambar, hanya urutan pixel. Karya harus bermakna.

Maka, oleh karenanya, dari pada semua itu, … he he he …, saya harus memotret setiap hari.


Diskusi Intelektual di Pagi Hari

Hari ini kegiatan intelektual saya dimulai dengan diskusi mengenai security di sebuah kafe di jalan Dago. Ceritanya ada mahasiswa dari Malaysia yang ingin konsultasi tentang topik S3-nya dia di salah satu universitas di sana. Maka, janjianlah kami bertemu.

Awalnya kami akan bertemu di kampus, tetapi saya baru ingat bahwa di kampus tempat ngopi belum buka kalau pagi seperti ini (jam 7-an). Akhirnya saya usulkan ketemu di d Kiosk di jalan Dago. Eh, ternyata belum buka juga. Akhirnya jadinya ketemu di seberangnya, Dago Plaza, yang mana tempat ngopinya sudah buka.

Mahasiswanya, namanya Abdullah(?), sebelumnya kontak ke Rizal untuk mencari siapa yang bisa diajak diskusi tentang database security. Rizal akhirnya kontak saya dan saya ok untuk ketemu. Abdullah kemudian menjelaskan permasalahan yang dihadapi (problem statement) dan solusi yang dia tawarkan. Idenya sederhana, tetapi yang sederhana biasanya malah sulit untuk dicarikan solusinya :)

Kami berdiskusi cukup lama dengan ditemani kopi. Saya pikir topik yang dia utarakan cukup layak untuk topik S3. Saya hanya mengusulkan untuk memodelkannya secara matematis agar lebih rigour. Dia setuju. Saya sendiri tidak terlalu familier dengan model matematis dari access control database.

Senang juga diskusi seperti ini. Menstimulasi otak. (Otak kiri atau kanan ya kalau urusan seperti ini.) Dia juga cukup heran kenapa dia tidak mengenal ITB karena kalau dilihat dari kemampuan ITB, mestinya cukup bagus juga untuk level dunia. Saya bilang karena kita sudah cukup puas dengan apa adanya jadi kurang bersemangat untuk promosi :) hi hi hi.

Setelah selesai diskusi, saya kembali ke kampus. Lupa tadi nggak makan apa-apa di kafe sana. Padahal tadi sudah ngincer makanan, tapi karena asyik berdiskusi jadi lupa :) Cari makan dulu ah…


Pengantar Nama Domain

Kemarin saya memberikan presentasi tentang nama domain (DNS) di Forum e-Government Nasional 2010 yang diselenggarakan oleh Kominfo di Bidakara, Jakarta. Bersama saya, pak Sanjaya (yang sampai sekarang masih di APNIC, Brisbane, Australia) memberikan presentasi tentang IPv6.

Materi presentasi tersedia di slideshare. Selamat menikmati.

Cerita lainnya juga menyusul …


(tak pandai) bertutur kata

… kuakui
… aku tak pandai bertutur kata
… apalagi memilih kata-kata

… hanya kejujuran atas kata dan cerita
… yang bisa kuberikan

[deal with it]


Selamat Pagi: foto hari ini

Sebetulnya ini bukan foto hari ini tapi foto hari kemarin. hi hi hi. Foto saya ambil sambil mengemudikan kendaraan di jalan tol Cipularang (menuju Jakarta). Foto saya jepret sambil tidak melihat apa yang dipotret karena mata tetap memperhatikan jalan yang untungnya sepi :) [boys and girls, do not try this at home. ha ha ha]

Yang saya inginkan adalah menangkap warna merah di langit itu (apa ya tepatnya nama warna kemerahan yang ada di foto ini?) Sayang sekali saya masih belum berhasil menangkapnya. Entah karena kamera saya yang memang tidak mampu, seting yang kurang benar, atau memang yang memotretnya saja yang tidak mampu. hi hi hi.

Selamat pagi …


Membuat Buku Koleksi Lagu

Sudah lama keinginan saya untuk membuat buku koleksi lagu tertahan. Kayaknya haru dieksekusi. Nah, sekarang saya sedang melihat-lihat program yang digunakan untuk typesetting lagu-lagu tersebut. Kebutuhan saya adalah adanya lirik dan chord (tidak perlu gambar chordnya). Pilihannya:

  • Microsoft Word
  • OpenOffice Write
  • LaTeX dengan Songbook style (ini yang paling cocok sementara ini, outputnya persis yang saya maui; silahkan lihat hasil ini untuk percobaan saya menggunakan Songbook untuk menuliskan lagu Gino Vannelli – I Just Wanna Stop)
  • GuitarTex (yang ini belum sempat dieksplorasi, nampaknya mirip dengan Songbook di atas)
  • LilyPond (yang ini kayaknya agak kompleks tetapi bisa mengeluarkan tampilan not baloknya, lebih ke arah music sheet)
  • Tulis tangan saja (saya punya beberapa koleksi lirik dan chord yang ditulis tangan!)

Ada sararan?

Update: tadi mencoba Songbook style. Ternyata dibutuhkan waktu yang cukup lama juga untuk membuat satu lagu. Saya menghabiskan sekitar 1 jam untuk membuatnya. Maklum, itu dilakukan sambil membaca dokumentasinya. Kalau untuk satu lagu saja, nampaknya wordprocessor merupakan alternatif yang paling menarik. Nah kalau lagunya ratusan, saya belum tahu. Songbook mungkin bisa lebih menarik karena daftar isi, indeks, dan lain-lain dihasilkan dengan kualitas yang bagus. Jadi pilihannya bagaimana? … terserah Anda :D


Memilih Kursi Untuk Kerja

Bagaimana sebetulnya cara memilih kursi untuk kerja? Terus terang saya belum tahu. Saya memilih yang enak diduduki dan/atau apa yang tersedia saja. Padahal kalau kita kerja kan cukup lama duduk (apa lagi yang kerjanya di depan komputer) dan dia berpengaruh kepada kesehatan (setidaknya ke badan) kita.

Masalah lain adalah kursi yang bagus biasanya harganya mahal. Jangankan yang bagus, yang 1/2 bagus pun harganya 3/4 mahal. Hadoh. Saya sendiri baru beli kursi (lihat foto di bawah) untuk kerja di depan komputer, tapi saya juga masih belum memperhatikan masalah ergonomik. Pokoknya asal enak duduknya (dan nyandarnya).

Kursi ini enak untuk duduknya tapi dia tidak punya roda untuk bergerak. Jadi agak repot kalau saya mau pindah-pindah meja. (Di ruang kerja ini ada 2 meja kerja.)

Bagaimana dengan Anda? Punya kursi khusus yang bagus?


Foto hari ini

Yang berbeda ah. Biasanya foto alam, kali ini … brain food :)

Selamat pagi …


Bunga Gitar

Ini adalah bunga yang terbuat dari bekas senar gitar, hasil karya Luqman. Kreatif juga ya :) Yang ini dijadikan hiasan untuk di meja (dengan tempat buatan sendiri juga).

Yang ini langsung ditempel di dinding :)

Ternyata bekas senar gitar pun masih bisa bermanfaat.


Warung Kopi Purnama

Habis main futsal tadi, kami (Yan, Rully, Akbar, Dedi, dan saya) jalan ke jalan Alketeri untuk ngopi dan makan roti sarikaya di Warung Kopi Purnama. Tepatnya di jalan Alketeri nomor 12. Warung ini nampaknya merupakan warung yang sudah lama berdiri (?) dan tetap mempertahankan kesan tahun 70-an.

Di dinding sana ada gambar beca dengan menggunakan cat air. Saya sebetulnya ingin memotret tapi takut tidak boleh. Coba saja saya punya kamera “beneran” yang ada tele-nya, pasti sudah saya potret gambar-gambar itu. Foto-foto ini saya ambil dengan menggunakan handphone Nokia e61i.

Menunya kopi dan roti srikaya.

Kalau di Singapura mungkin menu ini ekivalen dengan kaya toast. Hanya saja rotinya tidak di-toast tapi dikukus.

Kenyang sehabis futsal :)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.