Kita mestinya lebih banyak menggunakan bongsang (seperti foto di bawah ini) daripada menggunakan tas “kresek” plastik. Tapi sayangnya jarang ya …
Ada yang tahu tempat memproduksi bongsang? Rasanya tempat penjualan tahu Sumedang masih memakai bongsang ya.


Oktober 13th, 2010 at 2:24 am
di tempat di klaten saya masih banyak bongsang seperti itu, biasanya untuk membeli buah nanas ato mangga dari pasar
Oktober 13th, 2010 at 5:27 am
mulai sekarang peraturannya harus seimbang posting foto makanan dengan posting environment
Oktober 13th, 2010 at 6:56 am
Memang sangat bermanfaat, tapi masalahnya susah nyari dan tidak ada disetiap tempat, juga kurang praktis Pak, mungkin bayak orang pada ga mau memakainya……..Mudah2an di desa orang-orang masih senang menggunakannya……….
Oktober 13th, 2010 at 7:37 am
Ya harus digalakkan penggunaannya. Kalau mau, pasti bisa. Masalahnya … mau atau tidak.
Itu saja. Mudah-mudahan ada orang-orang kreatif yang mau membuat bongsang ini dalam jumlah yang cukup banyak (dalam artian mudah didapatkan).
Oktober 13th, 2010 at 7:57 am
iyah pak, tahu sumedang masi pada pake itu. tp kyknya harga bahan buat bikin bongsang lmyn mahal mknya akhirnya para penjual lebih milih kresek. sedih memang..
Oktober 13th, 2010 at 10:04 am
tapi akan berapa banyak pohon bambu yang harus ditebang..dilema juga..
Oktober 13th, 2010 at 3:12 pm
Kalo mborong kacang tanah diwadahi bongsang, apa gak habis di jalan pak
Sepertinya tas dari daun pandan boleh juga untuk teman si bongsang heheh…
Oktober 13th, 2010 at 10:08 pm
bisa nih usaha bongsang dipopulerkan..:D
Oktober 14th, 2010 at 3:03 am
Tas plastik Dept. Store diganti bongsang..???
Agustus 10th, 2011 at 9:40 am
bong itu bukannya karya seni nenek monyang kitta ,,
kho msh ada untuk dipopulerkan.