Hari Minggu, tanggal 10 Oktobor 2010 kemarin, digelar Pasar Seni ITB (tentunya) di kampus ITB. Acara dilakukan tepat tanggal itu untuk mendapatkan angka cantik, 10.10.10
Acaranya: SUKSES!
Dinilai dari jumlah pengunjung yang datang, acaranya sangat sukses. Pengunjungnya mludak dari pagi sampai sore. Namun jumlah pengunjung yang terlalu banyak ini membuat masalah tersendiri; hilangnya kenyamanan. Susah untuk bergerak dengan banyaknya jumlah manusia itu. Sampai-sampai ada yang berkata bahwa ini lebih persis pasar daripada seni-nya. he he he.
Saya sendiri sampai ke lokasi jam 11 pagi. (Berangkat dari rumah jam 10 pagi karena tahu bakalan kena macet di Bandung hari Minggu ini plus karena ada pasar seni. Jadinya saya hanya sempat main sepak bola 1 babak saja, dari jam 8 sampai jam 9. hik hik hik.) Kendaran kami bisa masuk ke dalam kampus karena ada stiker “Performer” ini. Kebetulan saya ikutan manggung dengan BanDos (Band Dosen ITB).

Sesampainya di kampus, saya sebetulnya ingin ke stand face painting dan minta dicat muka seperti tokoh di band Kiss. he he he. Tapi apa daya, untuk menuju ke stand tersebut harus melewati lautan manusia. Rasanya tidak mungkin sampai ke stand tersebut dengan tepat waktu karena kami manggung jam 12:20. Akhirnya saya kembali ke belakang panggung saja.

Jreng! Manggung! Done manggung.
Setelah manggung. Pusing cari makan karena susah banget untuk mencapai stand makanan dan antrinya luar biasa. Untungnya dapat jatah makanan satu biji. Cape. Kami putuskan untuk shalat di kantor saya saja. Setelah itu ditimbang-timbang mau pulang atau balik lagi mencoba melihat stand-stand yang ada. Oke diputuskan untuk mencoba melihat. Ternyata … tetap masih crowded. Padahal ini sudah jam 3. Bahkan menurut pengamatan saya, banyak orang yang baru datang jam segini.

Akhirnya setelah mengitari satu putaran, kami pulang. Sementara pengunjung baru masih berdatangan. Wah, kayaknya orang-orang haus acara seperti ini. Harus lebih sering nih diadakannya. Tapi … dibuat lebih luas lagi areanya sehingga tidak berdesak-desakan. Juga mungkin bisa dipisahkan tempat makan agak berjauhan lagi sehingga yang makan dan yang menikmati stand bisa ada jarak. Tapi acaranya tetap sukses kok.
Selamat! Kapan lagi?