Beberapa tahun yang lalu, mungkin di sekitar tahun 1980-an, ada seorang kawan yang membuat alat anti pembajakan. Dia membuat sebuah dongle, yaitu perangkat yang dipasang di parallel port komputer. Software atau aplikasi yang akan dikunci akan memeriksa apakah ada dongle terpasang di komputer yang digunakan untuk menjalankan aplikasi tersebut. Jika dongle yang resmi terpasang, maka program aplikasi bisa dijalankan. Jika tidak, program aplikasi tidak bisa jalan.
Agar dongle dapat digunakan, dia membuat program (driver) dalam bahasa assembly. Pada waktu itu program yang dia gunakan adalah Microsoft Macro Assembler (MASM) dan berjalan di DOS. Semua berjalan lancar.
Produk kawan ini mulai laku dijual. Dia mulai senang. Sampai pada suatu hari, dia menemukan bahwa ide dia dan produknya (lengkap dengan drivernya) dibajak orang lain. Dia murka dan marah-marah. Kemudian terjadilah dialog ini.
Kawan #1 (K#1): kenapa kamu marah-marah?
Kawan Programmer (KP): ini produk saya dibajak.
K#1: apa sih produknya?
KP [menjelaskan]
K#1: memang kamu buatnya pakai apa?
KP: pakai MASM
K#1: wow! Beli asli?
KP: gak!
K#1: nah itu dia. (sambil tertawa.) Rasain. Orang lain membajak program kamu, kamu marah-marah. Tapi kamu sendiri buatnya pakai program bajakan …
KP [nyengir]
Hukum karma?
[100% original]
update: kalau sekarang sudah ada campus agreement. Jadi mungkin kasus di atas bisa tidak terjadi karena adanya alternatif lisensi yang murah untuk civitas kampus.


November 22nd, 2010 at 7:40 am
Open source?
November 22nd, 2010 at 7:48 am
Pak, bukankan dengan software kita bisa mencerdaskan orang lain. Tapi, sepertinya banyak yang pelit untuk bikin cerdas orang, ya? Apa memang seperti itu? Ataukah bangsa kita lekat dengan karakter SMS (senang melihat [orang lain] stupid)
November 22nd, 2010 at 8:29 am
memang karma punya hukum ya pak..??
=D
November 22nd, 2010 at 9:52 am
Hehehe…
Fair game, please
November 22nd, 2010 at 9:55 am
wow senjata makan tuan pak namanya ;D
November 22nd, 2010 at 1:25 pm
wah ngeri juga ya
kalo produk kita dibajak
kalo MP3 mas??
November 22nd, 2010 at 1:43 pm
Kunjungi blogku juga ya
November 22nd, 2010 at 3:45 pm
meski singkat, tapi sindiran dan pesannya mengena…
November 22nd, 2010 at 7:27 pm
Dilalah…lah kok ngono ceritane…pembajak dibajak…Sing Ori malah ide dan kreativitasnya saja…tp hati-hati juga banyak sekarang yang seneng nyuri ide…atau malah ikutan-ikutan ide…
November 22nd, 2010 at 8:35 pm
huakwkwkwkwkwkwk
suka dengan pola jawabannya..
bikin mati kutu
November 22nd, 2010 at 9:15 pm
pasti nikmat banget ya, software buatan sendiri dibajak…
November 22nd, 2010 at 9:55 pm
Saya sangat sepakat dengan judulnya…
November 22nd, 2010 at 10:46 pm
Berarti mikocok kena karma juga. Banyak produknya dibajak. Jangan2 banyak mereka banyak ngebajak ide2 dari orang lain.
November 22nd, 2010 at 11:27 pm
Btw ada nggak ya orang “Endonesha” nggak pake produk bajakan?
* Mikir-mikir sambil nyengir mode ON *
November 23rd, 2010 at 10:06 am
wkwkwk.. itu cerita beneran pak?
November 23rd, 2010 at 10:36 am
terkena perangkap ‘kena dech!’
November 23rd, 2010 at 10:42 am
hahaha kasian betul dia
November 23rd, 2010 at 1:02 pm
ha..ha.. bener juga hukum karma
November 23rd, 2010 at 9:49 pm
hmmm…
….*sambil download mp3… X_X
November 27th, 2010 at 1:15 am
setuju pak budiiii..
but it will be so hard to not using “not original”
apalagi kita hidup di negara yang budaya bajakannya kuat bangets
but let’s try to be 100% Original
November 27th, 2010 at 5:21 am
[...] terbaru Indah Putri Thalitta on Hukum Karma Bajakan?salikun on Masalah Sampah di BandungNanda Firdausi on Pangkatkan Iniimron rosidin on [...]
Desember 6th, 2010 at 10:34 am
[...] untuk menghasilkannya melanggar intellectual property ☺. Masih ingat cerita saya tentang hukum karma bajakan? He he [...]