Mumpung sekarang masih digalakkannya entrepreneurship, saya ingin mengungkapkan kesulitan-kesulitannya. Ini semua untuk menjadi pelajaran, bukan untuk menakut-nakuti.
Salah satu kesulitan yang dihadapi dalam membuat sebuah perusahaan (start-up) adalah urusan administrasi. Secara formal, ada beberapa jenis bentuk perusahaan. Pemilihannya disesuaikan dengan kondisi dan targetan ke depan. Biasanya sih bentuk yang diinginkan adalah Perseroan Terbatas (PT). Setelah itu terbentuk, masih ada surat-surat lain yang harus diurus seperti misalnya domisili, dan seterusnya.
Nah, untuk urusan administratif ini diperlukan biaya yang tidak sedikit. Selain itu juga dibutuhkan waktu dan pikiran juga.
Bayangkan sebuah perusahaan yang didirikan oleh 3 orang mahasiswa, yang datang ke Bandung dengan kondisi sebagai mahasiswa kos-kosan. Kebayang gak? Pertama, uang yang digunakan untuk urusan administratif ini mungkin lebih bermanfaat jika digunakan untuk pengembangan (R&D) dari produk / aplikasinya. Kemudian untuk urusan domisili perusahaannya, dimana? Kan mereka sekarang kos-kosan.
Di sinilah pernah dari inkubator bisnis, mentor, jaringan pertemanan dan perkenalan. Mereka dapat membantu mengambil alih kepusingan ini dari para inventor-inventor yang ingin membuat perusahaan baru (start-up). Nah adakah bantuan semacam ini?