Satu hal yang berbeda sekarang dan dahulu adalah saya membawa banyak gadget. Ada handphone, notebook, kamera digital, pemutar MP3, … apa lagi ya? udah. Satu hal yang sama dari semuanya adalah mereka semua perangkat elektronik yang membutuhkan listrik. Batre yang digunakanpun seringkali sudah bermasalah sehingga tidak bisa lama digunakan.
Jadi, ketika memasuki ruangan, hal yang pertama saya cari adalah colokan listrik (electrical outlet). he he he.
Sayangnya, banyak tempat yang pelit colokan listrik. Di ruang pertemuan untuk rapat biasanya hanya ada satu atau dua colokan. Itupun sudah dipakai untuk infocus dan penguat suara. Padahal peserta rapat biasanya membawa notebook dan (hampir pasti) membawa handphone juga. Apabila rapatnya lama, pasti mulai ada yang resah mencari colokan listrik.
Di ruang kuliah pun biasanya hanya tersedia satu atau dua colokan listrik. Padahal mahasiswa juga menggunakan notebook.
Nah, untuk para desainer ruangan (arsitek?) lain kali kalau mendesain ruangan tolong sedikit obral dengan colokan listrik ya. Jangan terlalu pelit ah.


Desember 22nd, 2010 at 6:58 am
ha ha ha, btul jg. Aku pny tips jitu. jaga – jaga dengan bawa stop kontak T ato yg portable dgn kabel panjang.
Desember 22nd, 2010 at 8:21 am
biasanya memang dibuat seperti itu, kalau dalam satu ruangan colokannya kebanyakan juga gak baik. Makanya biasanya ditambah terminal(bukan terminal bis lho
)
Desember 22nd, 2010 at 8:32 am
kurangnya colokan listrik itu menandakan pembangunan gedungnya ramah lingkungan, menghemat listrik hehe
Desember 22nd, 2010 at 9:13 am
Padahal bisa jadi peluang tambahan pendapatan bagi pengelola gedung: Menyewakan colokan listrik dengan biaya per jam
Desember 22nd, 2010 at 10:07 am
Saya juga merasa begitu Pak. Mudah2an para arsitek sudah mulai menyesuaikan dengan perkembangan dunia saat ini. Bahkan dalam pembangunan saat ini masih ada developper yang belum memasukkan jaringan (kabel data) ke dalam proyeknya…..
Desember 22nd, 2010 at 11:42 am
Kapan tau mungkin bisa diterapkan wireless power supply, Pak … he he he (pesaing hotspot
)
Desember 22nd, 2010 at 12:54 pm
kebetulan lagi kelas malam di Singapore Poly dan Nanyang TU. Mereka kan kampus tua, tapi dimana mana, di setiap ada meja atau bangku duduk duduk selalu ada colokan listrik. Gak perlu pakai bobok tembok, cukup dipasang external dengan piping plastik biasa.
Mungkin yg jadi masalah di ITB adalah bagaimana caranya supaya listrik itu tidak dicuri untuk hal lain.
Desember 22nd, 2010 at 2:11 pm
nice post bang.. salam kenal..
Desember 22nd, 2010 at 5:38 pm
Mungkin perhitungannya desainer..listrik mahal jadi harus irit..gak semua ruangan di kasih colokan….
Desember 22nd, 2010 at 8:06 pm
Hal kecil yang sering dilupakan para arsitek..:)
Desember 23rd, 2010 at 9:03 am
mari2 kembangkan wireless power supply
Desember 24th, 2010 at 6:08 am
harapan besar buat para BTL
Desember 24th, 2010 at 5:32 pm
denger tuh pak arsitek
Desember 28th, 2010 at 7:10 pm
itu salah arsitek atau desainer interior ya??