Listrik, … mana listrik

Satu hal yang berbeda sekarang dan dahulu adalah saya membawa banyak gadget. Ada handphone, notebook, kamera digital, pemutar MP3, … apa lagi ya? udah. Satu hal yang sama dari semuanya adalah mereka semua perangkat elektronik yang membutuhkan listrik. Batre yang digunakanpun seringkali sudah bermasalah sehingga tidak bisa lama digunakan.

Jadi, ketika memasuki ruangan, hal yang pertama saya cari adalah colokan listrik (electrical outlet). he he he.

Sayangnya, banyak tempat yang pelit colokan listrik. Di ruang pertemuan untuk rapat biasanya hanya ada satu atau dua colokan. Itupun sudah dipakai untuk infocus dan penguat suara. Padahal peserta rapat biasanya membawa notebook dan (hampir pasti) membawa handphone juga. Apabila rapatnya lama, pasti mulai ada yang resah mencari colokan listrik.

Di ruang kuliah pun biasanya hanya tersedia satu atau dua colokan listrik. Padahal mahasiswa juga menggunakan notebook.

Nah, untuk para desainer ruangan (arsitek?) lain kali kalau mendesain ruangan tolong sedikit obral dengan colokan listrik ya. Jangan terlalu pelit ah.

Tentang Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua yang ditulis oleh Budi Rahardjo

14 Tanggapan to “Listrik, … mana listrik”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 542 pengikut lainnya.