Archive Bulanan: Februari 2011

Penggunaan Resources Program

Bagaimana mengukur penggunaan resources (memory, CPU, network) dari sebuah program?

Tim penelitian kami sedang membandingan beberapa algoritma dalam sebuah program. Nah, bagaimana mengukur penggunaan memory dari sebuah program? (dan resources lainnya lagi.)

Selain membandingkan algoritma, ada juga keinginan untuk melihat kompleksitas dari sebuah algoritma. Kompleksitas di sini terkait dengan big Oh, O(n). Misalnya, kita membuat sebuah program untuk perkalian matriks. Berapa penggunaan resources kalau ukuran matriksnya adalah 10×10? 100×100? 1000 x 1000? 10.000? 100.000? 1 juta? Bagaimana karakteristiknya? Linear? Kuadratis? dan seterusnya.

Andika menunjukkan program valgrind. Waktunya untuk membaca dahulu. Selain itu apa lagi ya?


remeh temeh

Ketika memberikan presentasi soal blog, saya ditanya:

Menulis di blog adalah berbagi. Bagaimana dengan tulisan yang remeh temeh?

Saya jadi berpikir karena kemungkinan besar apa yang saya tulis sebagian besar adalah remeh temeh bagi kebanyakan orang. Hmmm…

“Masalahnya” saya menulis lebih banyak menggunakan hati daripada menggunakan otak semata. Jadi ya begitulah hasilnya. Kadang isinya remeh temeh bagi seseorang, tapi tidak bagi saya.

Lantas kenapa diletakkan di internet? Bukankah kalau untuk diri sendiri lebih baik disimpan sendiri saja. Betul juga. Masalahnya, saya menyimpannya di mana? Karena saya orang techie, ya saya simpannya di komputer dan di internet.

Tapi kan bisa dibuat privat saja, supaya orang lain tidak membaca. Lagi-lagi, Anda benar. Tetapi, saya ingin berbagi juga siapa tahu ada yang dapat memanfaatkannya. Saya ambil sebuah contoh.

Dahuluuu sekali ketika web baru mulai muncul dan saya masih bersekolah di Kanada, saya kesulitan untuk mendapatkan teks “Pembukaan UUD 45″, “Pancasila”, dan “Indonesia Raya”. Padahal waktu itu kami ingin mengadakan upacara 17 Agustus-an. (Perhatikan bahwa orang Indonesia di luar negeri kadang lebih cinta kepada Indonesia :) )  Setelah berhasil menemukan teksnya, maka teks tersebut saya letakkan di internet. Siapa tahu ada orang atau perkumpulan mahasiswa di tempat lain yang membutuhkan teks tersebut. Bagi Anda, mungkin sangat tidak tertarik dengan teks seperti itu :)   One man’s junk is another man’s treasure.

Jadi menurut saya, menuliskan remeh temeh tidak menjadi masalah asalkan ditulis dengan menggunakan hati. Nah …


Selamat pagi

Cuaca di Bandung pagi ini indah sekali …

Menarik kalau dibarengi dengan jajan pasar …

selamat pagi …


Sukses Menjadi Blogger

Hari Sabtu kemarin (saya sebut kemarin karena sekarang sudah lewat jam 12 malam – jadi secara resmi sudah hari Minggu – hi hi hi), saya ikut meramaikan acara talk show Comlabs ITB yang merupakan seri Free (IT) Saturday Lesson. Ketika diminta untuk berpartisipasi, saya meminta untuk sesi jam 11 karena jam 8 sampai dengan ham 10 pagi saya main futsal dulu. Jadi begitu selesai futsal, saya langsung mandi dan menuju kampus ITB.

Sampai di kampus ITB pas jam 11 dan saya langsung berlari ke Comlabs. Takut telat. Eh, ternyata acaranya ada di gedung perpustakaan, yang untungnya hanya belasan meter dari situ. Sesampainya di sana saya ternyata belum telat. Pidi Baiq masih memberikan cerita dia, lengkap dengan nyanyi yang lucu. Saya sendiri sibuk makan di tempat audience. Lapar. Ada gorengan dan makanan lain yang saya sikat tanpa minta ijin. Baru sekarang kepikiran, itu makanan punya siapa ya? Punya panitia gitu? hi hi hi.

Setelah itu saya diminta untuk maju. Saya maju dan memberikan presentasi. Yang menjadi topik bahasan saya adalah “sukses menjadi blogger”. Hmm… apa definisi dari “sukses” ya? Masing-masing orang memiliki definisi sendiri-sendiri mengenai sukses ini. Kalau begitu mungkin ini:

  • blognya banyak dibaca orang;
  • kita (penulisnya) menjadi terkenal;
  • mendapatkan keuntungan finansial;
  • mendapatkan kesenangan, kebahagiaan, happy …

Dilihat dari ukuran di atas, saya rasa saya termasuk blogger yang sukses ya? :) hi hi hi. Blog saya ini banyak dibaca orang (entah kenapa). Nah, menjadi terkenal di situ merupakan pro dan kontra. Kadang saya berpikir bahwa saya dikenal dulu baru menulis blog; selebritis yang nulis blog? hi hi hi. Tapi ini mungkin dulu. Kalau sekarang, pembaca blog saya umumnya belum kenal saya. Kebanyakan justru menemukan blog ini dari internet saja.

Soal keuntungan finansial, rasanya blog ini belum memberikan keuntungan finansial secara langsung. Saya sendiri memang tidak mencari hal itu. Secara tidak langsung, hhmmm… mungkin ya, tapi saya kok tidak yakin. Jadi bagi Anda yang mencoba mencari keuntungan finansial melalui blogging, saya belum bisa memberikan contoh konkrit.

Untuk yang terakhir, mendapat kesenangan, jawabannya adalah iya. Membuat blog ini ternyata memberikan kesenangan juga bagi saya. Isinya sesuai dengan apa yang saya sukai, meskipun mungkin belum tentu disukai oleh orang lain. Saya bercerita bahwa banyak orang yang kecele karena berharap bahwa di blog ini saya banyak menulis tentang teknis IT, tetapi ternyata tidak. Ya karena memang blog ini tidak saya buat untuk tulisan IT, tetapi lebih ke perjalanan seorang manusia biasa. Tag line saya juga begitu … belajar untuk menjadi manusia.

Sesi tanya jawab tidak terlalu ramai, hanya beberapa orang saja yang bertanya. Mungkin karena apa yang saya utarakan terlalu sederhana sehingga terasa tidak ada yang aneh. Justru menurut saya ke-simple-an dari blog ini yang membuat dia ramai dikunjungi orang. Ah, ini mungkin juga masih dugaan.

Jadi begitu … Andapun bisa sukses menjadi blogger. Sukses!


Bandung Macet Gila-Gilaan

Saya baru sampai rumah beberapa menit yang lalu. Harusnya saya tadi siang pulang ke rumah dulu, ambil peralatan band, terus manggung di kampus ITB. Tapi … setelah 2 jam berjuang menuju rumah (di daerah Cikutra, taman makam pahlawan), akhirnya saya tidak berhasil mencapai rumah. Jadi saya putuskan untuk langsung ke tempat manggung saja. (Detail menyusul.)

Selesai manggung, maghrib, menuju rumah lagi … Masih macet di tempat yang sama. Gilah!

Saya hanya ingin mengungkapkan kekesalan saja … Gila bener sih macet di Bandung ini? Kota salah urus. he he he. Udah ah. Ketawa aja daripada stress…

[Sekarang ngademin diri dulu setelah seharian kejebak macet.]


Kostum Baru


Belum pernah dengar Beatles??? HAH?

Baru saja nonton American Idol. Kali ini lagu yang harus mereka bawakan adalah lagu-lagu dari the Beatles. Yang menarik adalah beberapa kontestan ada yang belum pernah dengar the Beatles. Hah??? Are you kidding? Apparently, no! Ada di antara mereka yang belum mengenal the Beatles.

Saya masih belum mengerti … The Beatles merupakan salah satu fenomena dunia pop. Rasanya popularitas mereka juga belum menurun. Apple saja sempat menampilkan halaman iTunes dengan tema the Beatles, maksudnya sudah menjual lagu-lagu the Beatles.

Atau memang dunia sudah berubah dan the Beatles sudah hilang tinggal kenangan?


services (on Mac OS X)

Hari ini saya mau ngajar tentang konsep services dan nantinya ke port scanning. Nah, saya ingin memberikan contoh-contohnya. Hanya saja saya terbiasa dengan Linux :) he he he. (Lokasi berkas konfigurasi, perintah, dan seterusnya.) Sekarang saya harus menunjukkannya dengan menggunakan Mac OS X. Layer GUI sedikit menutupi apa yang ada di bawah layar. Ini yang harus saya tebas.

Langkah pertama yang saya sedang cari adalah bagaimana mengaktifkan sebuah service, katakanlah service echo. Apakah ini bisa langsung dijalankan dengan mengedit sebuah konfigurasi di /etc/something? Ataukah saya harus menggunakan inetd atau xinetd? Ini saya masih belum jelas. Beberapa servis lainnya sudah tersedia sehingga mudah, tapi bagaimana dengan servis yang khusus?

Selain itu juga saya masih mencari lokasi berkas konfigurasinya. Misalnya saya mau menjalankan layanan ftp dari sebuah program yang saya rakit (compile) sendiri. Bagaimana saya memberitahu {x}inetd untuk menjalankan servis tersebut di port tertentu?

Sementara ini saya sedang ngulik perintah /sbin/service, launchctl, SystemStarter, dan kawan-kawan. Searching internet, opening man pages, …

Akhirnya yang saya gunakan adalah /sbin/service, untuk menyalakan ssh, ftp, dan telnet. Tapi saya masih belum tahu bagaimana menyalakan echo, chargen, dan discard :)


mau?

Udah lama gak posting ginian … he he he …

selamat menderita (ngiler) …


New gadgets

Nah sekarang menggunakan blog ini sebagai catatan. Maklum kalau informasi ini dicatat di kertas, nanti pasti susah nyarinya. he he he.

Beberapa hari yang lalu ada (1) UPS baru [merek Prolink], dan (2) scanner merek Canon. UPS udah beberapa hari ini jalan dan terlihat ok. Semalam mati lampu (biasalah, hidup di kampung) pas lagi online. Ternyata UPS sanggup bertahan sampai saya menyalakan 3 lilin dan baru melakukan shutdown setelah itu. Kita lihat berapa lama umurnya.

Scanner baru saja saya jalankan. Scanner lama saya masih membutuhkan power supply melalui adaptor. Scanner yang baru ini power supplynya dari USB saja. Bagus. Mengurangi jumlah sliweran kabel :)   Sekarang mau diuji kualitas hasil scannnya. Menyalakan Gimp dulu …


Materi Kesalahan Dalam Menulis Karya Ilmiah – uploaded

Materi presentasi “(kesalahan dalam)” Menulis Karya Ilmiah sudah saya upload. Silahkan lihat di:

Materi ini saya presentasikan kemarin di Politeknik Telkom, Bandung.


Port berapa?

Salah satu hal yang harus dikuasai oleh ahli security adalah penggunaan port. Tadi, secara random, saya lemparkan penomoran port ke mahasiswa saya. Ternyata sebagian besar tidak tahu (karena memang belum saya ajarkan – hi hi hi). Kadang saya merasa taken for granted apa yang sudah saya ketahui. hi hi hi. Jadi pemahaman port ini ternyata harus saya ajarkan. Siap grak.

Hmm … port berapa saja yang harus diketahui? 21, 25, 80, 110, 443, 3128, 8080, … elit :) ?


Menulis Makalah Yang Baik

Pagi ini saya akan memberikan presentasi tentang bagaimana menulis makalah yang baik. Sebetulnya judulnya adalah saya balik, bagaimana saya menilai makalah. Jadi sudut pandang yang saya ambil adalah dari kacamata reviewer.

Saya sering sekali mereview tulisan, baik untuk jurnal maupun untuk lomba karya tulis. Tentu saja saya juga membaca makalah mahasiswa mahasiswa saya. Dalam sebulan ada banyak makalah yang saya baca. Itu sebabnya saya sudah kehabisan waktu untuk membaca buku atau journal yang sebetulnya saya ingin baca :(

Ternyata banyak makalah / tulisan karya ilmiah yang bermasalah. Nah, hari ini saya akan menceritakan masalah yang sering saya temui. Sekarang saya masih membaca ulang materi presentasi saya. Ada banyak hal yang ingin saya tampilkan di presentasi itu, tapi sayangnya saya tidak sempat memasukkannya sekarang. Yang ingin saya tampilkan adalah contoh-contoh yang buruk. Hanya saja contoh-contoh ini belum sempat saya scan. Ya sudah. Nanti langsung improvisasi di tempat saja :)

Materi presentasi nanti saya upload setelah saya selesai memberikan presentasinya.

Ok, wish me luck …


Perjalanan (Blog Ini)

Bagi saya, menulis blog ini sama dengan melakukan sebuah perjalanan. Hanya saja, mungkin ini perjalanan yang tidak ada titik akhirnya. The point of a journey is not to arrive, demikian penggalan lirik lagu Prime Mover dari band Rush.

Isi dari blog ini masih tetap sama, tetapi mungkin “warnanya” berubah-ubah. Ada masanya dia serius, melankolis, dan kemudian menjadi seperti sekarang (apa ya warna sekarang?).

Pengunjungnya pun berubah. Saya mengetahuinya hanya dari komentar yang muncul di blog atau komentar orang yang bertemu secara fisik di darat. Saya yakin ada banyak pengunjung yang memang tidak suka memberi komentar dan hanya menyukai membacanya saja. Kalau ketemu mereka mengatakan bahwa mereka membaca blog ini. Hanya dari itulah saya mengetahui jenis pengunjung blog ini.

Ketika tulisan ini ditulis, terus terang, saya tidak tahu jenis pengunjung. Hanya saja saya mendapat kesan bahwa pengunjung berbeda dengan yang dahulu. Pengunjung dahulu-dahulu umumnya mengenal atau mengetahui saya di dunia nyata, baru kemudian membaca blog ini. Selebritis yang ngeblog, bukan ngeblog untuk cari popularitas. ha ha ha.

Kalau sekarang, rasanya tidak seperti itu. Lebih banyak pengunjung yang tidak tahu siapa saya di dunia nyatanya :)   Saya mengartikan hal ini sebagai sesuatu yang bagus. Artinya pengunjung memang tertarik karena isinya, bukan karena penulisnya siapa. Atau, pengunjung memang orang-orang yang kesasar saja. he he he. Datang sekali, kemudian pergi karena tidak melihat manfaat. Jika demikian, artinya saya harus belajar lebih banyak dalam menulis.

Selain aspek konsistensi, yaitu menulis setiap hari, saya masih merasa kemampuan menulis saya belum meningkat secara signifikan. Padahal semestinya semakin banyak menulis, semakin terlatih kita, semakin baik kualitasnya. Itu teorinya. Faktanya? Mungkin belum waktunya diukur. Mungkin saya masih membutuhkan beberapa tahun lagi … Baiklah. Kita lanjutkan perjalanan blog ini.

Enjoy the ride …


Foto hari ini

Foto sebelum bermain sepak bola pagi ini …

Blue sky … (dipotret di rumah)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya.