Ketika memberikan presentasi soal blog, saya ditanya:
Menulis di blog adalah berbagi. Bagaimana dengan tulisan yang remeh temeh?
Saya jadi berpikir karena kemungkinan besar apa yang saya tulis sebagian besar adalah remeh temeh bagi kebanyakan orang. Hmmm…
“Masalahnya” saya menulis lebih banyak menggunakan hati daripada menggunakan otak semata. Jadi ya begitulah hasilnya. Kadang isinya remeh temeh bagi seseorang, tapi tidak bagi saya.
Lantas kenapa diletakkan di internet? Bukankah kalau untuk diri sendiri lebih baik disimpan sendiri saja. Betul juga. Masalahnya, saya menyimpannya di mana? Karena saya orang techie, ya saya simpannya di komputer dan di internet.
Tapi kan bisa dibuat privat saja, supaya orang lain tidak membaca. Lagi-lagi, Anda benar. Tetapi, saya ingin berbagi juga siapa tahu ada yang dapat memanfaatkannya. Saya ambil sebuah contoh.
Dahuluuu sekali ketika web baru mulai muncul dan saya masih bersekolah di Kanada, saya kesulitan untuk mendapatkan teks “Pembukaan UUD 45″, “Pancasila”, dan “Indonesia Raya”. Padahal waktu itu kami ingin mengadakan upacara 17 Agustus-an. (Perhatikan bahwa orang Indonesia di luar negeri kadang lebih cinta kepada Indonesia
) Setelah berhasil menemukan teksnya, maka teks tersebut saya letakkan di internet. Siapa tahu ada orang atau perkumpulan mahasiswa di tempat lain yang membutuhkan teks tersebut. Bagi Anda, mungkin sangat tidak tertarik dengan teks seperti itu
One man’s junk is another man’s treasure.
Jadi menurut saya, menuliskan remeh temeh tidak menjadi masalah asalkan ditulis dengan menggunakan hati. Nah …


Februari 27th, 2011 at 3:06 pm
Bisa (Iya / tidak)..
Iya sebab memang seperti adanya, sekadar bebagi apa yang dilihat, didengar dan dirasa.
Tidak, sebab hal tersebut menginspirasi kebanyakan orang bahwa menulis atau apapun sebenarnya semudah (maaf) meludah. Pun sebelumnya kita butuh persiapan hal2 lain yang lebih banyak untuk bisa meludah. yak.. meludah,,, hahaha…
Februari 27th, 2011 at 3:08 pm
Terima kasih, Pak, pencerahannya..
sLam knaL, Zed- seorang yang juga sedang belajar menjadi manusia. hihihi
Februari 27th, 2011 at 3:25 pm
Saya juga heran kenapa saya selalu mempir ke blog bapak
Mungkin karena ‘hati’ itu ya ?
Februari 27th, 2011 at 3:57 pm
[...] dan utara, menulis tentang wanita dan cinta.. dan pasti menulis dengan hati seperti yang diungkap Pak Budi Rahardjo – Salah pengajar di ITB. Segala hal yang dilakukan denhan hati, dengan merdeka akan [...]
Februari 27th, 2011 at 4:03 pm
sayangnya saya menulis menggunakan tangan dan keyboard pak
just kidding
Februari 27th, 2011 at 5:25 pm
tolong kunjungi balik ya gan
Februari 27th, 2011 at 10:37 pm
Saya sangat setuju dengan pendapat Pak Budi, karena saya merasa apa yang saya tulis juga remeh-temeh dan tidak berarti. Dengan harapan suatu saat ada yang membutuhkannya, Juga untuk melatih diri belajar menulis, walaupun hanya satu kata, seperti salah satu (eh maaf salah banyak)tulisan Pak Budi “Mau?” he3x…
Februari 28th, 2011 at 7:29 am
betullllllll skaliii. yang kita inginkan insight bapak ttg IT dan IT oursourcing di Indonesia
Februari 28th, 2011 at 7:43 am
Kalau saya tetap stuju sama prinsipnya pak budi, tulis terus termasuk remeh temeh. Sering lho dapat informasi sderhana tp penting dari blog yang remeh temeh..
Februari 28th, 2011 at 12:12 pm
betul pak, justru kalo isinya serius mulu, malah bosen bacanya, hehe
menghibur itu juga bagian dari berbagi..
Februari 28th, 2011 at 1:32 pm
Betul, Pak..
Ah jadi ingat tempo hari ketika ada yang mempermasalahkan kenapa blog Anda malah tak ada isinya terkait yang tekno2 gitu…
Saya super setuju dengan junk treasure itu
Februari 28th, 2011 at 1:52 pm
bener juga sih..
tulisan yg kadang bahkan menurut kita sendiri skedar remeh temeh namun bahkan ternyata bisa dianggap berbeda oleh org lain,
begitu pula sebaliknya.
Februari 28th, 2011 at 4:13 pm
jgn lupa kunjungi site
http://misstrader.com
kalo ingin tahu lebih dalam mengenai dunia trading terimakasih … ^_^
Februari 28th, 2011 at 10:01 pm
inspiratif pak..
Maret 1st, 2011 at 8:48 am
Saya sangat2 suka ke blog ini terkadang mencari inspirasi untuk menulis blog
setiap hari bisa beberapa kali saya mampir menunggu update dari empunya blog
keep writing Pak Budi saya seorang fans berat blog ini
Maret 1st, 2011 at 10:19 am
bagi saya : ada yg aneh dengan blog ini..
heran jg rasanya, knapa kok selalu penasaran ingin selalu membuka.., jangan2 ada yg baru.., jangan2 ada yg menarik.., jangan2 ada yg lucu.. menurut saya blog ini memang asyik..
Maret 1st, 2011 at 3:45 pm
Remeh temeh penuh ilmu, alias berbobot. Saya rasa setiap orang punya pemikiran dan sudut pandang yg berbeda mengenai segala sesuatu.
Maret 1st, 2011 at 9:20 pm
duh saya sebagai yang nanya jadi ga enak.. Saya setelah kembali membaca blog saya pun sadar bahwa tulisan saya mungkin remeh-temeh bagi orang lain, tapi tidak bagi saya. Memang betul akhirnya menulis itu pake hati pak
Maret 2nd, 2011 at 12:36 pm
Saya tau blog ini dari seorang teman…. Dulunya saya males banget nulis. tapi setelah saya liat blog bapak ini malah jadi inspirasi buat saya.
Tulisan saya juga banyak yang remeh temeh. Tapi saya merasakan manfaatnya sendiri saat saya menulis memakai hati
Maret 4th, 2011 at 7:13 pm
“One man’s junk is another man’s treasure.”
Like this
Maret 6th, 2011 at 3:10 pm
memang kadang yg kita anggap remeh bisa jadi emas untuk orang lain. terus, yang dapat dikatakan sebagai tulisan remeh-temeh itu seperti apa?
Maret 8th, 2011 at 8:57 am
remeh temeh..? selama bukan konten negatif..sah-sah saja. terkadang malah bisa menjadi inspirasi buat orang lain kan pak..?
Mei 17th, 2011 at 8:28 pm
saya juga tidak tahu apa yang saya tulis berguna atau tidak, itu terserah kepada pembaca. setiap pembaca punya seleranya masing-masing. makasih atas tulisannya. salam kenal